Daerah  

Proyek MRT Jakarta Fase 2A Ungkap 4.000 Artefak, Jejak Perdagangan Nusantara Terkuak

Proyek MRT Jakarta Fase 2A Ungkap 4.000 Artefak, Jejak Perdagangan Nusantara Terkuak
Proyek MRT Jakarta Fase 2A Ungkap 4.000 Artefak, Jejak Perdagangan Nusantara Terkuak

Cakrawala News – 18 Oktober 2026 | Pembangunan proyek MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran Hotel Indonesia hingga Kota tidak hanya mengejar target transportasi publik, tetapi juga membuka tabir sejarah Jakarta. Tim ahli arkeologi menemukan lebih dari 4.000 artefak dan peninggalan bersejarah selama proses konstruksi berlangsung, termasuk keramik dari sejumlah negara yang menjadi bukti hubungan perdagangan internasional pada masa lampau.

Temuan tersebut diserahkan PT MRT Jakarta (Perseroda) kepada Dinas Kebudayaan DKI Jakarta pada Kamis, 15 Oktober 2026, di Stasiun Jakarta Kota. Ribuan artefak itu akan dirawat dan direncanakan dipamerkan di museum yang akan dibangun di sekitar kawasan Kota Tua.

Keramik dari Lima Negara Asia

Tim Ahli Arkeologi proyek MRT Jakarta Fase 2A sekaligus anggota Tenaga Ahli Cagar Budaya Nasional, Junus Satria Atmodjo, mengatakan jumlah temuan terus bertambah seiring berjalannya pekerjaan konstruksi. Karena itu, angka pasti artefak belum bisa dipastikan hingga proyek rampung.

“Karena kan tiap hari nambah. Setiap kali kita mengangkat cerucuk baru, papan baru dari kanal, itu kan datanya selalu bertambah. Jadi yang terakhir saya tidak tahu, tapi kalau ngomong di atas 4.000-an, ya pasti lebih,” kata Junus di Stasiun Jakarta Kota, Kamis (15/10/2026).

Junus menjelaskan, sejumlah artefak keramik yang ditemukan berasal dari berbagai negara di kawasan Asia, meliputi Jepang, China, Vietnam, Thailand, dan Kamboja. Keberadaan keramik dari berbagai wilayah tersebut dinilai dapat membantu mengungkap hubungan perdagangan antara Nusantara dan negara lain pada masa lalu.

Temuan itu juga menjadi bahan penelitian untuk memahami jalur perdagangan laut yang menghubungkan sejumlah kawasan Asia. Selain keramik, tim arkeologi menemukan peninggalan berupa struktur saluran air dari terakota serta cerucuk yang berkaitan dengan dinding sungai pada masa lalu. Analisis terhadap berbagai temuan tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai sejarah perkembangan kawasan Jakarta.

Dukungan Transportasi Publik Terintegrasi

Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A tidak berdiri sendiri. Jaringan transportasi publik terintegrasi yang mencakup MRT Jakarta, LRT, TransJakarta, dan KRL Commuter Line disebut menjadi salah satu penopang ekosistem kota. Kawasan strategis seperti Hotel Indonesia Kempinski dan SCBD telah memiliki konektivitas antarmoda dan menjelma sebagai ruang publik yang mempertemukan aktivitas ekonomi, budaya, dan kreativitas.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Ekonomi Kreatif menyiapkan Jakarta sebagai pusat diplomasi ekonomi kreatif dunia menjelang 500 tahun Jakarta. Indonesia akan menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 pada 21-23 Oktober 2026 di Jakarta, dengan salah satu agenda utama penyusunan Jakarta Vision on Creative Economy.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan Indonesia memiliki rekam jejak dalam menginisiasi dan mengembangkan forum tersebut. Indonesia menjadi penggagas WCCE sejak pertama kali digelar di Bali pada 2018 dan pemilik kekayaan intelektual event tersebut, dengan penyelenggaraan berlanjut di Dubai pada 2021, Bali pada 2022, dan Tashkent pada 2024.

“Indonesia kembali menjadi tuan rumah WCCE karena memiliki rekam jejak dalam menginisiasi dan mengembangkan forum internasional ini menjadi platform diplomasi ekonomi kreatif dunia,” ujar Menteri Ekraf.

Wajah Lain MRT Jakarta di Mata Warga

Di sisi lain, kehadiran MRT Jakarta turut mengubah rutinitas harian warga. Aprilia, seorang ibu bekerja yang tinggal di Sawangan, Depok, mengaku terbantu dengan terintegrasinya Transjabodetabek dan MRT. Ia biasa turun di Stasiun MRT Fatmawati sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat kerjanya di Cempaka Mas.

“Aku sebagai ibu bekerja bisa dibilang cukup hectic, karena harus membagi waktu antara urusan rumah, anak, dan pekerjaan. Jadi, transportasi umum cukup membantu aku menjalani rutinitas tersebut,” kata Aprilia saat ditemui di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026).

Kemudahan akses juga dirasakan warga yang ingin bersantai. Sejumlah kafe di sekitar Stasiun MRT Cipete Raya, misalnya, menjadi pilihan untuk nongkrong maupun bekerja dari kafe. Kawasan sekitar stasiun pun tumbuh menjadi simpul aktivitas ekonomi kecil yang hidup berdampingan dengan jaringan transportasi massal.

Rangkaian temuan arkeologi, kesiapan Jakarta sebagai tuan rumah WCCE 2026, hingga perubahan pola hidup warga menunjukkan bahwa proyek MRT Jakarta Fase 2A memiliki dampak yang melampaui fungsi transportasi. Perhatian berikutnya tertuju pada proses perawatan ribuan artefak oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta serta realisasi museum di kawasan Kota Tua yang diharapkan menjadi ruang edukasi bagi publik.

Exit mobile version