Cakrawala News – 22 September 2026 | PSS Sleman kena prank, Hanif Sjahbandi justru berlabuh di Arema FC. Gelandang berusia 29 tahun itu sempat diperkenalkan sebagai rekrutan anyar Super Elja pada pertengahan Juli 2026, bahkan mengikuti sesi latihan reguler bersama Riko Simanjuntak dan kolega. Namun, kepindahan yang tampak sudah di depan mata itu berbelok total setelah Hanif diperkenalkan sebagai pemain lokal Arema FC pada Jumat, 18 September 2026.
Kepastian tersebut sekaligus menjawab teka-teki ke mana mantan gelandang Persija Jakarta itu melanjutkan karier pada BRI Super League 2026/2027. Arema FC menjadi pelabuhan baru Hanif dengan durasi kontrak satu musim ke depan.
Kronologi Transfer yang Berbelok
Lika-liku transfer Hanif bersama PSS Sleman mulai terjadi sejak pertengahan Juli 2026. Ketika itu, manajemen PSS mengumumkan perekrutannya setelah sang gelandang berpisah dengan Persija Jakarta. Setelah diperkenalkan, Hanif sempat mengikuti sesi latihan reguler PSS di Lapangan Pakembinangun, Sleman.
Kehadirannya di sesi latihan seolah menandakan proses kepindahan ke Bumi Sembada berjalan sesuai rencana. Situasi berubah ketika PSS Sleman menggelar peluncuran tim di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu, 8 Agustus 2026. Hanif tidak terlihat dalam perkenalan skuad untuk BRI Super League 2026/2027.
Penjelasan manajemen saat itu menyebut Hanif sedang menjalani pemulihan cedera. Namun, publik mulai menaruh curiga karena gelandang asal Prancis, Frederic Injai, yang juga dalam kondisi pemulihan, tetap mengikuti seremoni perkenalan meski harus menggunakan kruk.
Di tengah ketidakjelasan tersebut, unggahan perkenalan Hanif di akun Instagram resmi PSS, @pssleman, kemudian menghilang. Hingga kini, unggahan tersebut tidak lagi terlihat. Pelatih PSS, Pieter Huistra, sebelumnya sempat menyatakan timnya masih menunggu mantan gelandang Timnas Indonesia itu pulih dari cedera.
Alasan Arema FC Rekrut Hanif
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyebut pihaknya merekrut Hanif karena sang pemain sudah mengenal klub dan atmosfer tim. Menurutnya, pengalaman Hanif bisa menjadi bagian dari perjalanan tim pada musim ini.
Yusrinal juga menegaskan kondisi Hanif memang belum sepenuhnya pulih dari cedera. Karena itu, proses pemulihan dan adaptasi pemain akan disiapkan secara bertahap dan terukur. Hal terpenting, kata dia, adalah memastikan Hanif benar-benar kembali dalam kondisi terbaik.
Bagi Arema FC, nama Hanif bukan sosok asing. Ia pernah menjadi bagian dari perjalanan skuad Singo Edan pada periode 2017 hingga 2022. Setelah tiga musim memperkuat Persija Jakarta, ia kini kembali ke klub yang pernah membesarkan namanya.
Manajemen Arema FC menyatakan keputusan untuk kembali bekerja sama dengan Hanif dilakukan melalui proses komunikasi dan evaluasi yang menyeluruh. Pernyataan itu mempertegas bahwa perekrutan ini bukan keputusan yang diambil secara terburu-buru.
Dampak bagi PSS Sleman dan Arema FC
Batalnya Hanif bergabung menjadi pukulan tersendiri bagi PSS Sleman yang baru promosi ke kasta tertinggi. Klub berjuluk Super Elja itu sudah memperkenalkan sang pemain, melibatkannya dalam latihan, namun akhirnya kehilangan sosoknya sebelum musim bergulir.
Situasi ini jugalah yang membuat narasi PSS Sleman kena prank, Hanif Sjahbandi justru berlabuh di Arema FC mencuat di kalangan penggemar. Meski demikian, tidak ada keterangan resmi dari manajemen PSS yang menyebut adanya unsur kesengajaan dalam proses transfer tersebut.
Di sisi lain, Arema FC mendapatkan tambahan amunisi di lini tengah jelang bergulirnya BRI Super League 2026/2027. Pengalaman Hanif bersama Persija dan Timnas Indonesia dinilai menjadi nilai tambah, terutama untuk membantu menjaga kestabilan permainan tim.
Arema FC juga tengah menyiapkan langkah besar lain. Manajemen klub meninjau langsung kawasan Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, bersama Bupati Malang, H.M. Sanusi, pada Sabtu, 19 September 2026. Peninjauan itu menjadi bagian dari pembahasan mendalam soal rencana pengelolaan stadion.
CEO Arema FC, Iwan Budianto, hadir bersama General Manager Yusrinal Fitriandi serta CMOC sekaligus Ketua Panpel Arema FC, Bram Hady Sulton. Rombongan melihat sejumlah fasilitas di kawasan Kanjuruhan, mulai dari bangunan utama stadion hingga sarana olahraga dan area pendukung lainnya.
Peninjauan juga mencakup Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di kawasan Gate 13. Keberadaan fasilitas tersebut disebut menjadi bagian penting dalam pembahasan pengembangan kawasan yang tetap memperhatikan nilai sejarah dan kemanusiaan.
Selain stadion, Arema FC melihat potensi berbagai fasilitas olahraga di kompleks Kanjuruhan. Di antaranya lintasan atletik, gedung olahraga, lapangan voli, arena skateboard, dinding panjat tebing, lapangan bulu tangkis outdoor, serta kolam renang indoor dan outdoor.
Yang Perlu Dicermati ke Depan
Kepindahan Hanif ke Arema FC menutup babak ketidakjelasan yang sempat menyita perhatian publik sepak bola nasional. Namun, sejumlah pertanyaan masih terbuka, terutama soal kondisi fisiknya yang belum 100 persen dan bagaimana Arema FC mengelola proses pemulihannya.
Bagi PSS Sleman, batalnya transfer ini menjadi catatan penting dalam pengelolaan rekrutmen pemain. Klub promosi biasanya membutuhkan kepastian skuad sedini mungkin agar persiapan tim tidak terganggu.
Bagi Hanif, kembali ke Arema FC menjadi kesempatan membuktikan diri setelah tiga musim bersama Persija. Ekspektasi Aremania tentu tinggi, terlebih ia pernah menjadi bagian dari perjalanan klub pada periode sebelumnya.
Yang jelas, kisah PSS Sleman kena prank, Hanif Sjahbandi justru berlabuh di Arema FC menjadi salah satu saga bursa transfer paling menarik pada musim 2026/2027. Publik kini menunggu bagaimana sang pemain menjawab kepercayaan klub barunya di atas lapangan.










