PSS Sleman Tetap di Surabaya Usai FIFA Matchday, Lorenzen Bersinar dan Tragedi Suporter Jadi Sorotan

PSS Sleman Tetap di Surabaya Usai FIFA Matchday, Lorenzen Bersinar dan Tragedi Suporter Jadi Sorotan
PSS Sleman Tetap di Surabaya Usai FIFA Matchday, Lorenzen Bersinar dan Tragedi Suporter Jadi Sorotan

Cakrawala News – 20 Oktober 2026 | PSS Sleman memilih tidak pulang ke Sleman setelah bermain imbang 2-2 melawan Persebaya Surabaya pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (18/10). Keputusan itu diambil agar skuad tetap bugar sebelum melakoni laga tandang berikutnya kontra Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kamis (22/10) sore. Namun, di balik persiapan tersebut, duka menyelimuti perjalanan suporter PSS Sleman yang mengalami kecelakaan maut di Tol Ngawi-Kertosono, Madiun, dengan empat korban meninggal dunia.

Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menjelaskan alasan timnya bertahan di Surabaya. Menurutnya, kembali ke Yogyakarta bukan pilihan efisien karena memakan waktu lima hingga enam jam, sementara setelah satu hari skuad harus berangkat lagi ke Kediri dengan perjalanan sekitar empat jam.

“Kami memiliki opsi untuk kembali ke Jogja. Namun, perjalanannya memakan waktu 5 hingga 6 jam. Jika pulang, kami hanya punya waktu satu hari sebelum berangkat lagi menuju Kediri dengan perjalanan 4 jam,” kata Huistra, dikutip dari situs resmi klub, Selasa (20/10).

Huistra menyatakan seluruh pemain menyelesaikan pertandingan melawan Persebaya dengan baik dan dalam kondisi bugar. Ia juga memastikan komposisi skuad yang dibawa ke Kediri tidak berubah, dengan kemungkinan memboyong 23 pemain yang sama seperti saat melawan Bajul Ijo.

“Saat ini tidak ada alasan untuk melakukan perubahan. Jadi, kami kemungkinan akan memboyong 23 pemain yang sama ke Kediri,” ujarnya.

Lorenzen Tampil Ganas Usai Jeda Internasional

Performa Melvyn Lorenzen menjadi sorotan tersendiri dalam laga melawan Persebaya. Penyerang PSS Sleman itu tampil tajam setelah memanfaatkan jeda internasional FIFA Matchday untuk meningkatkan kualitas permainannya.

Lorenzen tidak hanya mencetak gol, tetapi juga merepotkan barisan pertahanan Persebaya lewat pergerakan lincah dan kemampuannya mencari ruang. Sepanjang pertandingan, ia beberapa kali memaksa pertahanan Bajul Ijo bekerja ekstra untuk menghentikan pergerakannya.

Meski demikian, performa apik Lorenzen belum mampu membawa PSS Sleman pulang dengan kemenangan. Laga berakhir sama kuat 2-2, hasil yang tetap menjaga tren positif Super Elang Jawa.

Sejak menang 3-0 atas PSM Makassar pada Minggu (11/10), PSS belum terkalahkan dalam dua laga terakhir. Sementara itu, calon lawan mereka, Persik Kediri, tengah berada dalam posisi negatif setelah kalah 0-1 saat melawat ke markas Persib Bandung.

Empat Suporter Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Madiun

Di sisi lain, perjalanan suporter PSS Sleman menuju Surabaya berubah menjadi duka. Rombongan yang berangkat dari Sleman sekitar pukul 06.00 WIB mengalami kecelakaan dengan truk tronton di Tol Ngawi-Kertosono, wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Minggu (18/10).

Minibus Toyota Hiace bernopol AB 7831 E yang ditumpangi belasan suporter menabrak bagian belakang samping truk tronton pengangkut bibit kelapa yang melaju searah. Minibus tersebut merupakan kendaraan ketiga dalam konvoi. Satu korban meninggal di lokasi, sedangkan tiga lainnya mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Kasat Lantas Polres Madiun AKP Dristica Brian Arya Leviantona menyebut pihaknya telah memeriksa pengemudi bernama Imanuel Kristoper Bayu (23), warga Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman. Pemeriksaan dilakukan di Satlantas Polres Madiun karena pengemudi telah membaik dan berstatus saksi.

“Untuk pengemudi mulai kita mintai keterangan karena sudah membaik,” kata Brian kepada detikJatim, Selasa (20/10).

Terkait dugaan pengaruh minuman beralkohol, Brian menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan. “Kita masih periksa para saksi terkait itu, belum bisa kami menyimpulkan,” ujarnya. Penyebab pasti kecelakaan juga masih diselidiki melalui pemeriksaan saksi dan korban selamat.

Hingga kini, dua korban luka masih menjalani perawatan di RSUD Caruban, Madiun, sementara empat korban luka ringan sudah dipulangkan ke Sleman. Jenazah seluruh korban telah dibawa keluarga ke Sleman pada Senin malam dan dikawal Satlantas Polres Madiun bersama Satuan PJR Polda Jatim hingga rumah duka.

Persiapan Matang Jelang Hadapi Persik

Bagi PSS Sleman, fokus kini beralih ke laga melawan Persik Kediri. Keputusan bertahan di Surabaya dinilai sebagai langkah praktis untuk memaksimalkan waktu pemulihan dan persiapan, tanpa harus menempuh perjalanan panjang yang menguras tenaga.

Dengan skuad yang disebut dalam kondisi bugar dan komposisi yang kemungkinan tidak berubah, Super Elja berpeluang melanjutkan tren positifnya. Namun, hasil imbang melawan Persebaya menunjukkan tim masih perlu meningkatkan konsistensi, terutama dalam mempertahankan keunggulan.

Di sisi lain, tragedi yang menimpa suporter menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan dalam setiap perjalanan mendukung tim. Klub dan komunitas suporter diharapkan menjadikan peristiwa ini sebagai momentum memperkuat kesadaran perjalanan aman, mulai dari kondisi kendaraan hingga kesiapan pengemudi, karena tidak ada hasil di papan skor yang lebih penting daripada keselamatan setiap suporter.

Exit mobile version