Real Madrid Desak Javier Tebas Mundur Usai Bandingkan Media Klub dengan Propaganda Nazi

Real Madrid Desak Javier Tebas Mundur Usai Bandingkan Media Klub dengan Propaganda Nazi
Real Madrid Desak Javier Tebas Mundur Usai Bandingkan Media Klub dengan Propaganda Nazi

Cakrawala News – 20 Oktober 2026 | Konflik antara real madrid c.f. dan Presiden La Liga Javier Tebas memanas setelah klub ibu kota Spanyol itu menuntut sang pejabat mundur dari jabatannya. Desakan tersebut muncul sebagai buntut pernyataan Tebas di media sosial yang membandingkan cara kerja komunikasi klub dengan teknik propaganda yang digunakan Joseph Goebbels, menteri propaganda rezim Nazi Jerman.

Real Madrid menyampaikan permintaan resmi pada Jumat agar Tebas melepaskan dua jabatan institusionalnya, yakni Presiden La Liga dan Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF). Klub menilai pernyataan Tebas sebagai hal yang sangat serius dan tidak dapat ditoleransi.

Dalam keterangan resminya, klub menyebut perbandingan dengan propaganda Nazi sebagai “benar-benar tidak dapat ditoleransi dan luar biasa serius”, serta “sangat menyinggung, menjijikkan secara moral, dan tidak layak secara institusional”.

Awal Mula Kontroversi

Pernyataan kontroversial itu muncul dalam unggahan Tebas di platform X. Ia menulis bahwa eksekutif Real Madrid “memiliki orkestra juru bicara dan Real Madrid memimpin jalannya”, sebelum menambahkan bahwa naskah komunikasi klub “mengingatkan pada teknik propaganda yang digunakan Goebbels”.

Dalam klarifikasi yang disertakan pada unggahan yang sama, Tebas berupaya meredam polemik. Ia menegaskan bahwa perbandingan tersebut hanya menyangkut teknik komunikasi, bukan ideologi maupun para pendukung Madrid.

“Perbandingannya adalah dengan tekniknya, bukan dengan ideologi atau, tentu saja, dengan para penggemar Madrid,” tulisnya dalam klarifikasi tersebut.

Meski demikian, klarifikasi itu tampaknya tidak cukup meredakan kemarahan pihak klub. Real Madrid tetap menilai pernyataan tersebut melampaui batas dan menuntut konsekuensi institusional.

Klub juga menyoroti rekam jejak Tebas yang dinilai berulang kali menunjukkan sikap tidak netral. Menurut Real Madrid, perilaku tersebut menunjukkan kurangnya netralitas, rasa hormat, dan imparsialitas yang tidak sesuai dengan tanggung jawab institusionalnya.

“Serangan terus-menerus terhadap Real Madrid dan mereka yang menuntut transparansi dan regenerasi merupakan, dalam pandangan klub kami, momok nyata bagi sepak bola Spanyol,” demikian pernyataan klub.

Dewan Olahraga Tinggi Spanyol Ikut Bersuara

Tekanan terhadap Tebas tidak hanya datang dari Real Madrid. Dewan Olahraga Tinggi Spanyol (Consejo Superior de Deportes/CSD), lembaga negara yang mengawasi olahraga Spanyol, turut menanggapi polemik ini.

Hingga Sabtu, Presiden CSD José Manuel Rodríguez Uribes menyatakan bahwa Tebas seharusnya menarik pernyataannya dan meminta maaf. Ia menegaskan bahwa penggunaan nama Nazi atau Goebbels sebagai bahan perbandingan tidak dapat diterima.

“Itu tidak dapat diterima. Anda tidak bisa menggunakan Nazi atau Goebbels sebagai titik perbandingan,” kata Rodríguez Uribes. “Ini sepenuhnya di luar batas, dan saya pikir Tebas harus meminta maaf.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan ini telah berkembang dari sengketa antara klub dan penyelenggara liga menjadi isu yang menarik perhatian otoritas olahraga negara. Menurut laporan, CSD tengah melakukan penilaian disipliner terhadap pernyataan Tebas.

Situasi ini menempatkan Tebas dalam posisi yang semakin tertekan, karena kritik tidak hanya datang dari klub yang bersangkutan, tetapi juga dari pejabat pemerintah yang mengawasi sektor olahraga.

Dampak bagi Sepak Bola Spanyol

Ketegangan antara Real Madrid dan Tebas bukanlah hal baru. Klub telah lama menjadi salah satu pihak yang paling vokal menyuarakan kritik terhadap kebijakan dan gaya kepemimpinan Tebas di La Liga. Namun, eskalasi kali ini berbeda karena menyentuh isu yang sangat sensitif.

Bagi real madrid c.f., permintaan mundur ini menjadi langkah tegas yang menandakan batas toleransi klub terhadap kritik publik yang dianggap menyerang institusi. Klub tampaknya ingin memastikan bahwa perdebatan soal transparansi dan tata kelola sepak bola Spanyol tidak dibalas dengan retorika yang menyinggung sejarah kelam.

Di sisi lain, posisi Tebas sebagai pemimpin La Liga dan Wakil Presiden RFEF membuat polemik ini berpotensi memengaruhi hubungan antara klub, liga, dan federasi. Belum diketahui apakah Tebas akan menanggapi permintaan mundur tersebut secara resmi atau memilih bertahan di jabatannya.

Yang perlu dicermati selanjutnya adalah hasil penilaian dari Dewan Olahraga Tinggi Spanyol serta apakah Tebas akan memenuhi seruan untuk meminta maaf. Perkembangan ini akan menjadi ujian bagi stabilitas tata kelola sepak bola Spanyol, terutama menjelang agenda kompetisi yang padat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak La Liga maupun Tebas terkait desakan mundur yang dilayangkan Real Madrid. Publik sepak bola Spanyol kini menanti langkah berikutnya dari kedua belah pihak.

Exit mobile version