Cakrawala News – 19 Oktober 2026 | Penyerang Barcelona, raphinha, masih kokoh di puncak daftar pencetak gol terbanyak LaLiga dengan koleksi 12 gol setelah sembilan jornada. Bersama Lamine Yamal, ia membentuk duet maut yang telah menyumbang 20 dari 39 gol Blaugrana di kompetisi domestik musim ini, menjadikan mereka pasangan kedelapan dalam sejarah Primera Division yang mencapai angka tersebut pada sembilan laga pembuka.
Raphinha baru saja kembali ke lapangan usai absen dua pertandingan akibat masalah otot yang ia alami saat memperkuat Brasil. Ia tampil sekitar 20 menit dalam kemenangan 5-2 Barcelona atas Real Betis di Sevilla, Sabtu (17/10/2026), meski belum mampu menambah pundi golnya.
Sementara itu, Lamine Yamal terus menunjukkan performa impresif. Winger muda timnas Spanyol itu mencetak satu gol dan satu assist saat melawan Betis, sehingga total golnya di liga musim ini mencapai delapan. Ia kini menempati posisi ketiga daftar Pichichi sekaligus memimpin klasemen Zarra sebagai pencetak gol terbanyak pemain Spanyol.
Mbappé Mulai Mengancam
Posisi raphinha di puncak daftar top skor belum sepenuhnya aman. Kylian Mbappé, penyerang Real Madrid, memangkas jarak menjadi tiga gol setelah mencetak dobel dalam kemenangan 4-1 atas Sevilla. Pemain asal Prancis itu kini mengoleksi sembilan gol, meski sempat melewati dua pertandingan tanpa mencetak angka sebelum laga tersebut.
Dengan demikian, persaingan gelar Pichichi musim ini diprediksi berlangsung ketat antara raphinha dan Mbappé. Lamine Yamal menyusul di urutan ketiga dengan delapan gol, satu gol lebih banyak dari Ante Budimir yang mencetak satu gol saat Osasuna mengalahkan Racing de Santander.
Jornada kesembilan juga mencatat gol kelima Álex Baena untuk Atlético de Madrid dalam kemenangan 0-1 atas Espanyol, serta dobel Mikel Oyarzabal yang menjadi gol perdananya musim ini bersama Real Sociedad saat menghadapi Málaga.
Duet Bersejarah di Barcelona
Kombinasi raphinha dan Lamine Yamal menempatkan mereka dalam catatan elite LaLiga. Sebelumnya, pasangan terakhir yang mencapai 20 gol pada sembilan jornada awal adalah Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale (16+4) pada musim 2014-15 bersama Real Madrid.
Rekor tertinggi masih dipegang dua pasangan dengan 22 gol, yaitu Lángara-Herrerita untuk Oviedo musim 1935-36 dan César-Marco Aurelio untuk Barcelona musim 1960-61, masing-masing dengan komposisi 14+8. Sementara itu, 21 gol pernah dibukukan Echevarría-Antón (14+7) untuk Oviedo 1943-44 dan Cristiano-Higuaín (12+9) untuk Real Madrid 2011-12.
Absennya Raphinha dan Produktivitas Kolektif
Menariknya, produktivitas Barcelona justru meningkat saat raphinha absen. Tanpa kapten tim tersebut, Hansi Flick berhasil membawa Blaugrana mencetak 48 gol dalam 11 laga pertama musim ini, terdiri dari sembilan pertandingan LaLiga dan dua di Liga Champions, dengan rata-rata 4,3 gol per pertandingan.
Kepergian Robert Lewandowski, Ferran Torres, dan Marcus Rashford pada musim panas lalu sempat memunculkan kekhawatiran soal ketajaman lini depan. Ketiganya menyumbang 54 gol musim sebelumnya. Meski klub mendatangkan Anthony Gordon, Karim Adeyemi, dan Gabriel Jesus, tanda tanya tetap ada, terutama setelah upaya merekrut Julian Alvarez gagal terwujud.
Namun keraguan itu terjawab dengan permainan kolektif. Lamine Yamal melanjutkan performa sensasionalnya, termasuk penampilan dua assist di Istanbul, dan Flick dijadwalkan menurunkan duet sayap utamanya sejak awal saat menghadapi Paris Saint-Germain.
Ujian Berat Menanti
Kembalinya raphinha datang tepat waktu menjelang pekan besar Barcelona. Tim asuhan Flick akan menghadapi PSG di Liga Champions, lalu menjamu Real Madrid dalam El Clasico pada 25 Oktober. Presiden klub, Joan Laporta, sempat menyebut laga di Paris sebagai momen kembalinya sang kapten, sementara Flick memilih pendekatan hati-hati dengan menurunkan pemain secara bertahap.
Raphinha sendiri memiliki catatan apik melawan PSG. Ia mencetak tiga gol dalam perempat final Liga Champions 2023-24, dua gol saat kemenangan 2-3 di Paris dan satu gol pada laga balik yang berakhir 1-4.
Namun Barcelona menghadapi masalah di lini belakang. Jules Kounde mengalami cedera pergelangan kaki dan dipastikan absen melawan PSG, sementara Eric Garcia menderita robek otot rectus femoris di paha kanan dengan estimasi pemulihan tiga hingga empat pekan, sehingga juga melewatkan El Clasico. Frenkie de Jong dilaporkan berlatih di posisi bek tengah sebagai solusi.
Dengan raphinha yang siap kembali dan Lamine Yamal dalam performa terbaik, Barcelona memiliki modal berharga untuk melewati dua laga penentu. Namun ketajaman duet sayap itu akan diuji menghadapi pertahanan PSG dan Real Madrid, sekaligus menentukan apakah raphinha mampu mempertahankan posisinya di puncak daftar top skor dari kejaran Mbappé.
