Cakrawala News – 25 September 2026 | Real Madrid serang balik presiden La Liga Javier Tebas melalui pernyataan resmi klub yang menuntut pengunduran diri orang nomor satu di kompetisi kasta tertinggi Spanyol tersebut. Langkah ini diambil Los Blancos setelah Tebas secara terbuka mengkritik strategi olahraga klub dan mengejek keluhan mereka soal kinerja wasit dalam laga derbi kontra Atletico Madrid.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis di situs klub, Real Madrid menyebut sikap Tebas sudah melampaui batas. Manajemen Santiago Bernabeu menilai Presiden La Liga telah menggunakan jabatan institusionalnya untuk terus mendiskreditkan dan menyerang klub, bukan untuk melindungi kepentingan seluruh anggota kompetisi.
“Klub kami menganggap tidak dapat ditoleransi bahwa presiden La Liga menggunakan jabatan institusionalnya untuk terus mendiskreditkan dan menyerang Real Madrid sebagaimana yang ia lakukan dalam setiap pernyataan publiknya,” bunyi pernyataan Real Madrid.
Kronologi Perseteruan
Perseteruan ini berakar dari kekalahan dramatis Real Madrid 1-2 di markas Atletico Madrid pada 20 September 2026. Laga derbi yang dipimpin wasit Miguel Angel Ortiz Arias itu menyisakan kekecewaan mendalam bagi kubu Madrid.
Manajemen Real Madrid berang karena perangkat pertandingan dinilai menolak memberikan kartu merah kepada pemain lawan atas pelanggaran keras terhadap Federico Valverde dan Jude Bellingham. Pelatih Madrid, Jose Mourinho, melontarkan kritik keras kepada wasit dan pihak yang menugaskannya.
Kritik tersebut disampaikan Madrid melalui laporan pertandingan di situs resmi klub dengan judul yang menyoroti kepemimpinan wasit. Kubu Madrid menilai Cristian Romero dan Lee Kang-in seharusnya diusir dari lapangan dalam laga tersebut.
Kontroversi itu kemudian berkembang hingga memunculkan artikel di sebuah media Spanyol soal dugaan konspirasi untuk menjegal Madrid. Isu inilah yang memantik respons keras dari Tebas.
Respons Tebas yang Memicu Kemarahan
Presiden La Liga Javier Tebas membantah klaim Madrid mengenai adanya konspirasi wasit. Melalui media sosial, ia menyebut tuduhan tersebut tidak masuk akal dan hanya digunakan untuk mengalihkan perhatian dari performa buruk tim.
“Mengklaim bahwa wasit diarahkan agar melawan Real Madrid itu seperti hidup di galaksi lain. Memang lebih enak menuding ke adanya konspirasi ketimbang menjelaskan apa yang terjadi di lapangan,” kata Tebas.
Tebas juga mengkritik Real Madrid TV yang dianggap terus-menerus membangun narasi konspirasi permanen sebelum pertandingan dimulai. Pernyataan itu membuat hubungan antara klub dan otoritas liga memanas.
Real Madrid menilai komentar Tebas sangat serius dan tidak dapat dipahami. Menurut klub, pernyataan tersebut tidak pantas diucapkan oleh seseorang yang bertugas mengelola dan mewakili kepentingan seluruh klub La Liga.
Tuntutan Real Madrid
Dalam pernyataan resminya, Real Madrid serang balik presiden La Liga dengan menyerukan agar ada sosok pemimpin baru di sepak bola profesional Spanyol. Klub menegaskan bahwa kompetisi saat ini membutuhkan figur yang memegang teguh prinsip netralitas.
Madrid menilai Tebas tidak pantas untuk melanjutkan jabatannya. Menurut klub, Presiden La Liga bukanlah pemilik kompetisi, melainkan orang yang melayani klub-klub anggota yang telah memercayakan arah kompetisi kepadanya.
Serangan balik Real Madrid ini disebut-sebut memicu krisis institusional terbesar musim ini. Konfrontasi terbuka secara hukum dan kelembagaan antara klub raksasa Spanyol dan otoritas liga menjadi sorotan publik sepak bola internasional.
Hingga pernyataan itu dirilis, belum ada tanggapan resmi lebih lanjut dari pihak La Liga maupun Javier Tebas terkait tuntutan pengunduran diri tersebut. Situasi ini masih akan menjadi perhatian menjelang laga-laga berikutnya.
Bagi Real Madrid, langkah ini menjadi penegasan sikap bahwa mereka tidak akan tinggal diam menghadapi kritik yang dianggap menyerang institusi klub. Sementara bagi La Liga, perseteruan ini berpotensi mengganggu stabilitas kompetisi jika tidak segera diselesaikan.
Yang perlu dicermati selanjutnya adalah apakah tuntutan Real Madrid akan mendapat dukungan dari klub-klub La Liga lain, serta bagaimana dampaknya terhadap hubungan klub dengan otoritas liga pada sisa musim ini.
