Cakrawala News – 12 Oktober 2026 | Hasil sassuolo vs ac milan standings menjadi sorotan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 pada pekan keenam Liga Italia 2026/2027 di Stadion Mapei, Minggu (11/10) malam. Hasil ini tidak mengubah posisi keduanya di klasemen sementara: Sassuolo tetap di peringkat ke-10 dengan delapan poin, sedangkan AC Milan bertahan di urutan kelima dengan koleksi 12 poin.
Laga berjalan ketat sejak awal. Tuan rumah Sassuolo masih belum bisa diperkuat kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, yang menjalani pemulihan cedera paha. Tanpa Idzes, pelatih Alberto Aquilani menurunkan Duje Caleta-Car dan Fedde Leysen sebagai duet bek tengah.
Namun, rencana tersebut buyar lebih cepat. Leysen harus meninggalkan lapangan pada menit ke-26 setelah mengalami cedera saat berduel dengan Christian Pulisic. Cas Odenthal masuk menggantikannya dan kelak menjadi penentu hasil akhir pertandingan.
Jalannya Pertandingan
AC Milan juga menghadapi masalah serupa di lini belakang. Bek tengah Matteo Gabbia ditarik keluar pada menit ke-20 setelah mengalami gangguan usai berduel dengan Armand Lauriente. Posisinya digantikan Koni De Winter.
Sepanjang sebagian besar babak pertama, kedua kesebelasan sulit menciptakan peluang berbahaya. Sassuolo sempat mengancam melalui Armand Lauriente dan Vasilie Adzic, sementara Milan mengandalkan Goncalo Ramos dan Adrien Rabiot untuk menekan pertahanan lawan.
AC Milan baru memberikan ancaman serius menjelang turun minum. Goncalo Ramos melepaskan dua percobaan dalam rentang sekitar 20 detik, masing-masing melalui tembakan kaki kiri dan sundulan. Kiper Sassuolo, Arijanet Muric, mampu menggagalkan keduanya.
Muric kembali menunjukkan penampilan solid dengan menghalau sundulan Strahinja Pavlovic serta tembakan Diego Moreira. Berkat serangkaian penyelamatan tersebut, babak pertama berakhir tanpa gol dengan skor 0-0.
Rabiot Membuka Keunggulan, Odenthal Menyamakan
Memasuki babak kedua, AC Milan akhirnya memecahkan kebuntuan pada menit ke-63. Adrien Rabiot melepaskan tembakan keras menggunakan kaki kiri dari sudut sempit setelah menerima operan Luka Modric. Bola meluncur ke tiang dekat dan tidak mampu dijangkau Muric. Skor berubah 1-0 untuk tim tamu.
Sassuolo merespons dua menit berselang. Kieron Bowie melepaskan tembakan keras, tetapi bola masih bisa ditepis kiper Milan, Mike Maignan. Tekanan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-68. Cas Odenthal memanfaatkan situasi sepak pojok dan menyontek bola masuk ke gawang Milan. Skor menjadi 1-1.
Milan berupaya kembali unggul. Pada menit ke-71, Samuel Chukwueze meneruskan umpan terobosan Christian Pulisic dengan sepakan keras, namun Arijanet Muric masih mampu meredam bola. Pada menit ke-83, pemain pengganti Alphadjo Cisse langsung menebar ancaman dan memaksa kiper Sassuolo bekerja keras mengamankan gawangnya. Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan tetap 1-1.
Kekecewaan di Kubu AC Milan
Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, menilai timnya membuang dua poin berharga. Menurutnya, setelah unggul, Milan seharusnya mampu menutup pertandingan dan tidak kehilangan konsentrasi saat bertahan dari sepak pojok.
“Kami seharusnya mematikan pertandingan setelah memimpin. Kami perlu mengelola penguasaan bola dan tempo permainan dengan lebih baik. Kami boleh kebobolan dari sepak pojok, tetapi tidak dengan cara seperti itu,” ujar Amorim dalam analisisnya usai laga, seperti dikutip dari pemberitaan media Italia.
Amorim juga menegaskan bahwa status belum terkalahkan di Liga Italia tidak berarti banyak baginya. Ia merasa Milan kalah dan kehilangan dua poin pada pertandingan ini. Meski demikian, ia menilai timnya menunjukkan perkembangan dibandingkan pekan-pekan awal musim, terutama dalam memahami fase pertandingan dan rotasi pemain.
Kekecewaan juga datang dari pemilik klub, Gerry Cardinale. Ia disebut meninggalkan stadion dengan perasaan campur aduk dan kecewa sebelum kembali ke Amerika Serikat. Cardinale berharap melihat perbaikan pada laga berikutnya melawan Atalanta.
Media Italia, La Gazzetta dello Sport, menyoroti pula keputusan wasit yang dianggap merugikan Milan, termasuk insiden pelanggaran Lauriente terhadap Gila yang tidak berbuah kartu. Namun, Amorim menegaskan timnya tidak ingin mencari alasan dari keputusan perwasitan.
Dampak pada Klasemen
Bagi Sassuolo, hasil imbang ini mempertegas posisi mereka di papan tengah. Tambahan satu poin membuat Sassuolo tetap berada di peringkat ke-10 dengan delapan poin, sesuai data laman resmi Lega Serie A. Sementara itu, AC Milan bertahan di urutan kelima dengan 12 poin.
Kegagalan meraih kemenangan membuat Milan tertahan di bawah sejumlah rival. Pada pekan yang sama, Lazio bergerak menyamai perolehan poin pemuncak klasemen Inter Milan setelah mengalahkan Monza 3-1. Inter memimpin dengan 16 poin, diikuti Lazio dengan jumlah poin sama, Roma di posisi ketiga dengan 14 poin, dan Cagliari keempat dengan 13 poin. Milan berada di bawah Cagliari dengan 12 poin, sementara Juventus dan Como masing-masing mengoleksi 11 poin.
Dengan demikian, persaingan di papan atas Liga Italia semakin ketat. Milan perlu segera bangkit agar tidak tertinggal lebih jauh dari para pesaingnya.
Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya
AC Milan akan menghadapi laga tandang Eropa ke Salzburg tanpa Gabbia dan Saelemaekers yang mengalami cedera. Amorim juga harus mengelola beban bermain Luka Modric yang pada laga ini baru masuk setelah beristirahat di babak pertama.
Di sisi lain, Sassuolo berharap Jay Idzes segera pulih dari cedera paha agar bisa kembali memperkuat lini belakang. Kehadiran kapten Timnas Indonesia itu dinilai penting untuk menambah stabilitas pertahanan Sassuolo pada laga-laga berikutnya.
Hasil sassuolo vs ac milan standings ini menjadi pengingat bahwa konsistensi di laga-laga kecil kerap menentukan posisi akhir di klasemen. Baik Milan maupun Sassuolo masih memiliki waktu untuk memperbaiki performa sepanjang musim berjalan.












