Cakrawala News – 14 September 2026 | Sassuolo menorehkan kemenangan dramatis 3-2 atas Juventus pada pekan keempat Serie A 2026/2027 di Stadion Mapei, Reggio Emilia, Senin (14/9/2026) dini hari WIB. Laga yang sempat berjalan tertutup di babak pertama berubah menjadi pertunjukan lima gol di babak kedua, dengan gol penentu lahir pada menit 90+4 melalui Vasilije Adzic.
Kemenangan ini membuat Sassuolo mengoleksi tujuh poin dari empat laga, sama dengan Juventus, dan hanya dipisahkan selisih gol. Sassuolo berada di posisi kesembilan, tepat di bawah Juventus yang menempati peringkat kedelapan.
Jay Idzes tampil sebagai starter dan bermain penuh dalam laga tersebut. Kehadiran bek Timnas Indonesia itu menjadi bagian dari pertahanan Sassuolo yang harus bekerja keras menghadapi tekanan Bianconeri, terutama pada babak kedua ketika permainan berlangsung terbuka.
Jalannya Pertandingan
Babak pertama berakhir tanpa gol. Juventus sebenarnya mendapat peluang cepat pada menit kedua melalui Nicolas Gonzalez, tetapi tembakannya membentur mistar gawang. Sassuolo baru memberikan ancaman berarti pada menit ke-37 lewat tembakan Sebastiano Esposito yang melebar tipis dari sisi kanan gawang.
Dua menit berselang, Kerim Alajbegovic melewati tekanan pemain bertahan Sassuolo, namun tembakannya masih mudah dihentikan kiper. Pada menit ke-43, Domenico Berardi melepaskan tembakan first-time dari jarak jauh yang mengarah ke tengah gawang dan mampu diamankan Guglielmo Vicario.
Selepas jeda, Sassuolo tampil lebih efektif. Esposito membuka keunggulan pada menit ke-68 setelah lolos dari jebakan offside dan menerima bola dari Nemanja Matic. Juventus membalas pada menit ke-82 melalui tembakan Edon Zhegrova yang menaklukkan kiper Arijanet Muric.
Sassuolo kembali memimpin pada menit ke-89. Serangan cepat yang dipimpin Darryl Bakola diteruskan dengan umpan silang yang disambar Kieron Bowie ke sudut kiri bawah gawang. Namun, Zhegrova mencetak gol keduanya pada menit 90+1 lewat percobaan kaki kiri, membuat skor kembali imbang.
Saat laga tampak akan berakhir seri, Adzic dengan tenang mengarahkan bola ke pojok kanan gawang usai menerima umpan Armand Lauriente. Gol itu memastikan kemenangan 3-2 untuk tuan rumah. Adzic sendiri merupakan pemain Juventus yang sedang menjalani masa peminjaman di Sassuolo.
Aquilani Terharu
Pelatih Sassuolo, Alberto Aquilani, mengaku terharu usai kemenangan dramatis tersebut. Ia menyebut laga berlangsung seru karena gol-gol di akhir waktu membuat pertandingan semakin menarik.
“Laga ini benar-benar seru karena gol di akhir waktu benar-benar membuat laga menjadi menarik. Hari ini kami bermain baik,” ucap Aquilani seperti dikutip dari Sassuolonews.
Aquilani menegaskan fokusnya tertuju pada hasil ini karena timnya mampu tampil sesuai keinginan. Ia berharap kemenangan tersebut memberikan kepercayaan diri kepada para pemain untuk terus meningkatkan kualitas.
Pelatih asal Italia itu juga memuji karakter yang ditunjukkan pemain. Menurutnya, ia sempat berbicara tentang keberanian dan tim berlatih untuk hal tersebut.
“Saya beruntung bisa melatih tim ini. Mereka adalah tim yang sehat dan saya sangat gembira karena pemain bisa menampilkan laga berkualitas tinggi dari sudut pandang manapun,” kata Aquilani.
Hasil ini menjadi respons positif Sassuolo setelah kalah dari Atalanta di pekan pertama. Dalam tiga laga berikutnya, Sassuolo mencatat dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Spalletti Akui Juventus Kehilangan Keseimbangan
Di sisi lain, pelatih Juventus Luciano Spalletti mengakui timnya kehilangan keseimbangan saat kalah 2-3. Menurutnya, keinginan besar untuk meraih kemenangan justru membuat para pemain terlalu banyak meninggalkan ruang di lini belakang.
Spalletti menilai Juventus sebenarnya memiliki peluang untuk membalikkan keadaan, tetapi permainan menjadi terlalu terbuka ketika mereka berusaha mengejar kemenangan. Ia mengakui ikut mendorong para pemain untuk menyerang, namun instruksi itu diterapkan terlalu jauh karena hampir seluruh pemain bergerak ke depan dalam waktu bersamaan.
“Ini menyakitkan karena tim sebenarnya bisa memenangkannya pada akhir pertandingan dan layak membalikkan keadaan, tetapi jelas kami kehilangan keseimbangan dan itu seharusnya tidak terjadi,” kata Spalletti.
“Dengan delapan pemain maju untuk menyerang bola, kami meninggalkan ruang yang sangat besar di belakang. Namun, kami sebenarnya memiliki peluang untuk menang 3-2 lebih awal, sehingga para pemain berpikir mereka bisa menang, dan saya yang mendorong mereka untuk terus mengejar kemenangan, tetapi mungkin mereka terlalu harfiah memahami instruksi saya dan semua orang langsung ikut menyerang pada saat yang sama,” lanjutnya.
Kekalahan tersebut terasa semakin mengecewakan karena Juventus hanya kebobolan satu gol dalam tiga pertandingan pertama musim ini. Spalletti pun menekankan bahwa timnya harus segera memperbaiki pertahanan.
Dampak pada Klasemen
Bagi Sassuolo, tambahan tiga poin menegaskan tren positif setelah start buruk di awal musim. Kemenangan atas salah satu tim besar seperti Juventus menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan diri skuad asuhan Aquilani.
Sementara itu, Juventus tetap berada di peringkat kedelapan dengan tujuh poin. Posisi mereka hanya lebih baik dari Sassuolo karena unggul selisih gol, sehingga tekanan untuk kembali ke jalur kemenangan semakin besar pada pekan-pekan berikutnya.
Laga ini juga menunjukkan betapa krusialnya pengelolaan pertahanan ketika tim bermain terbuka. Bagi Sassuolo, keberanian yang disebut Aquilani terbukti berbuah hasil. Bagi Juventus, kehilangan keseimbangan di lini belakang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi agar tidak kembali kehilangan poin di laga-laga berikutnya.
