Cakrawala News – 28 September 2026 | Duel spain vs england di Stadion Wembley berakhir dengan kemenangan 3-2 untuk Spanyol pada laga pembuka UEFA Nations League, Sabtu malam waktu setempat. Juara dunia itu memanfaatkan dua kesalahan bertahan Inggris untuk meraih kemenangan, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 39 pertandingan. Kekalahan ini menjadi pukulan bagi tuan rumah, tetapi tidak serta-merta mengancam posisi pelatih kepala Inggris, Thomas Tuchel.
Lamine Yamal membuka keunggulan Spanyol pada menit kedua setelah Marc Guehi kehilangan bola di dalam area pertahanannya sendiri. Alex Baena menambah gol kedua pada menit ke-60, memanfaatkan salah umpan Nico O’Reilly. Mikel Oyarzabal, yang juga mencetak gol kemenangan atas Inggris di final Euro 2024, memastikan kemenangan Spanyol pada menit ke-74 dengan penyelesaian cerdik melewati kiper James Trafford.
Inggris sempat membalikkan keadaan dalam rentetan empat menit yang menegangkan. Gol penyama kedudukan Anthony Gordon pada menit ke-36 memicu periode agresif yang berujung pada gol sundulan kapten Harry Kane, membawa tuan rumah unggul 2-1. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama.
Kane kemudian gagal mengeksekusi penalti pada babak kedua. Tendangan kaki kirinya membentur bagian dalam mistar gawang setelah kakinya terpeleset saat menancapkan kaki di lapangan yang licin. Peluang emas untuk memberi Inggris keunggulan dua gol itu sirna.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menilai timnya mampu mengendalikan pertandingan di momen-momen penting. Menurutnya, laga berjalan dengan banyak dinamika, namun Spanyol tahu bagaimana menghadapi setiap fase pertandingan. Ia juga mengakui Inggris memiliki talenta yang bisa melukai timnya kapan saja.
Sementara itu, Kane mengaku kecewa dengan hasil akhir. Ia menegaskan Inggris bermain seimbang melawan juara dunia dan juara Eropa, dan pada hari lain timnya yakin bisa memenangkan pertandingan tersebut.
Tuchel menyebut awal pertandingan sebagai awal terburuk yang mungkin terjadi. Menurutnya, tertinggal lebih dulu dari tim sekaliber Spanyol membuat segalanya menjadi sangat sulit, meski ia memuji reaksi para pemainnya.
Statistik dan Konteks Pertandingan
Meski kalah, statistik pertandingan memberikan gambaran yang cukup melegakan bagi Tuchel. Inggris mencatatkan penguasaan bola 48 persen, lebih banyak melakukan umpan sukses di sepertiga akhir lapangan dibanding Spanyol, hanya selisih dua tembakan, lebih dari dua kali lipat sentuhan di kotak penalti lawan, dan lima kali lebih banyak umpan silang.
Namun, angka-angka itu tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan. Spanyol tercatat menciptakan dua kali lebih banyak peluang besar. Dalam laga spain vs england ini, Spanyol memang tampil lebih klinis dan tidak melakukan kesalahan individu yang mahal dengan bola.
Kekalahan ini tidak memicu cemoohan dari sekitar 88.000 penonton di Wembley. Selama sekitar 30 menit di sekitar jeda babak, Inggris mendominasi juara dunia dan bermain dengan gaya khas mereka: penuh semangat, kecepatan, dan intensitas menyerang. Inggris mencetak dua gol dalam periode itu melawan tim yang dalam 12 bulan terakhir hanya kebobolan dari dua tim.
Kane menyatakan setelah pertandingan bahwa misi Inggris adalah tampil konsisten selama 90 menit penuh. Ia menilai hal itu belum tercapai, baik di Piala Dunia maupun di Wembley malam itu.
Tantangan Berikutnya dan Tekanan pada Tuchel
Tuchel mengakui bahwa kekalahan ini menimbulkan tekanan. Ia mengatakan timnya sangat ingin segera bangkit dan kesempatan terdekat adalah melawan Republik Ceko. Menurutnya, tekanan itu wajar dan bisa diatasi.
Inggris akan menghadapi tiga pertandingan dalam delapan hari. Mereka bertandang ke Republik Ceko pada Selasa malam, lalu melawat ke Kroasia pada Sabtu, dan kembali menjamu Republik Ceko di Wembley pekan berikutnya. Tiga laga yang seharusnya bisa dimenangkan jika ingin menjaga peluang lolos ke perempat final Nations League musim semi mendatang.
Dalam format Liga A, dua tim teratas dari setiap grup lolos. Artinya, secara praktis tidak masalah bagi Inggris finis di bawah Spanyol selama mereka mengungguli dua negara lainnya di grup.
Terkait cedera, Tuchel menjelaskan alasan tidak memainkan Lewis Hall. Ia menyebut Hall absen dalam beberapa sesi latihan karena masalah cedera ringan. Tuchel tidak ingin mengambil risiko, terutama karena laga menuntut kecepatan tinggi dan menghadapi Lamine Yamal. Nico O’Reilly yang tampil penuh memberikan assist untuk gol Kane, tetapi juga terlibat dalam gol penyama kedudukan Spanyol.
Spanyol sendiri menegaskan status mereka sebagai yang terbaik saat ini. Kemenangan atas Inggris menjadi bukti mengapa mereka baru saja menjuarai Piala Dunia dan belum terkalahkan dalam dua setengah tahun terakhir.
Bagi Inggris, hasil ini tetap menyisakan catatan positif. Mentalitas dan gaya bermain khas Inggris terlihat jelas, terutama pada periode 30 menit terbaik mereka. Namun, konsistensi selama 90 menit penuh masih menjadi pekerjaan rumah utama Tuchel dan para pemainnya.
Yang paling menentukan sekarang adalah bagaimana Inggris merespons kekalahan ini. Tiga laga dalam delapan hari akan menjadi ujian sesungguhnya. Jika Inggris menyapu bersih kemenangan, tekanan pada Tuchel akan mereda dan peluang mereka di Nations League tetap terbuka lebar.
