Houthi Klaim Serang Fasilitas Minyak Aramco dan Pangkalan Saudi, Saudi Klaim Cegat Enam Rudal

Houthi Klaim Serang Fasilitas Minyak Aramco dan Pangkalan Saudi, Saudi Klaim Cegat Enam Rudal
Houthi Klaim Serang Fasilitas Minyak Aramco dan Pangkalan Saudi, Saudi Klaim Cegat Enam Rudal

Cakrawala News – 28 September 2026 | Kelompok Houthi di Yaman mengklaim serang fasilitas minyak Aramco dan pangkalan Saudi dalam operasi militer besar-besaran pada Kamis (24/9/2026). Serangan tersebut menyasar sejumlah pangkalan militer di kawasan Jazan, fasilitas kilang Saudi Aramco di kota pelabuhan Yanbu, serta sasaran sensitif di Riyadh. Klaim ini disampaikan langsung oleh juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, melalui penyiar Yaman, Al Masirah.

Menurut Saree, pasukannya menembakkan puluhan rudal balistik dan drone ke arah barat daya Arab Saudi. Targetnya meliputi pusat kendali operasi, kamp militer Al-Daghareer, serta deretan pangkalan di Al-Tuwal. Ia mengklaim serangan tersebut berhasil mengenai sasaran dan membakar sejumlah gudang amunisi.

Houthi juga mengaku menyerang fasilitas kilang Saudi Aramco di Yanbu dan sasaran penting di Riyadh. Yanbu dinilai sebagai target vital karena pelabuhan Laut Merah ini menampung pipa distribusi utama dan terminal ekspor minyak mentah Saudi. Pihak Houthi bahkan mengklaim serangan tersebut menimbulkan ratusan korban di kalangan personel militer Saudi, Yaman, dan Sudan.

Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal

Di sisi lain, militer koalisi pimpinan Saudi membantah klaim tersebut. Koalisi menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil menembak jatuh enam rudal balistik yang meluncur ke arah Taif dan Yanbu. Otoritas Pertahanan Sipil Saudi sempat mengeluarkan peringatan bahaya di beberapa kota, termasuk Makkah, Jeddah, dan Tabuk.

Juru bicara Koalisi pimpinan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menegaskan bahwa eskalasi yang dilakukan Houthi akan ditindak tegas. “Eskalasi dan pelanggaran oleh milisi teroris Houthi akan ditindak secara tegas,” ujar al-Maliki, dilansir Al Jazeera. Pihak koalisi juga menyatakan tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan tersebut.

Meski demikian, sejumlah rekaman visual yang beredar menunjukkan kepulan asap pekat di sekitar Bandara Internasional King Khalid. Ledakan dahsyat disebut terdengar warga, dan ada indikasi titik api di area yang diduga merupakan fasilitas penyimpanan bahan bakar aviasi. Foto-foto di lokasi juga memperlihatkan asap mengepul dari fasilitas Aramco hingga Pelabuhan Yanbu.

Pertempuran Darat di Yaman Tewaskan 150 Personel

Bersamaan dengan serangan ke Saudi, pertempuran sengit meletus di berbagai front di Yaman. Sedikitnya 150 personel dari pihak Houthi dan pasukan pemerintah tewas dalam pertempuran selama 24 jam terakhir. Sebanyak 98 tentara pemerintah gugur, sebagian besar akibat serangan drone dan rudal balistik Houthi. Sementara itu, sedikitnya 52 milisi Houthi tewas dalam bentrokan lainnya.

Banyak korban dari kedua belah pihak gugur dalam pertempuran di kawasan Pegunungan Kahboub yang menghadap ke Selat Bab al-Mandab. Bentrokan juga berkecamuk di perbatasan Lahj dan Taiz untuk memperebutkan jalan Hejat al-Abd. Ruas jalan perbukitan ini merupakan satu-satunya jalur logistik yang menghubungkan Kota Taiz dengan pusat pemerintahan di Aden.

Juru bicara militer pemerintah Yaman, Kolonel Majed al-Nuzaili, menyatakan pasukannya berhasil memukul mundur serbuan Houthi yang berupaya memutus jalur penting tersebut. Wakil Presiden Dewan Kepresidenan Yaman, Abdullah Abdulkader al-Alimi, menilai pemanfaatan keselamatan pelayaran oleh Houthi sebagai alat pemerasan tidak hanya mengancam Yaman, tetapi juga menyandera seluruh ekonomi dunia.

Dukungan Internasional dan Ketegangan Regional

Prancis berkomitmen mengirim personel, radar, dan pertahanan udara untuk memperkuat kawasan Yanbu. Sistem Patriot Yunani dilaporkan turut mencegat ancaman rudal. Arab Saudi juga merencanakan pertemuan pertahanan dengan Turki dan Pakistan guna membahas situasi keamanan terkini.

Serangan ini menandai babak baru eskalasi militer di kawasan. Houthi menyatakan perang terhadap Saudi dan berjanji melanjutkan permusuhan hingga blokade terhadap wilayah yang mereka kuasai dicabut. Situasi di Yaman sendiri bergejolak sejak pertengahan Juli ketika pasukan pro-pemerintah menyerang bandara Sanaa tepat saat sebuah pesawat dari Iran yang membawa delegasi pemimpin Houthi mendarat.

Houthi juga tercatat mencatat kemajuan signifikan di wilayah barat daya dan barat Yaman, dengan menguasai pesisir Laut Merah dan permukiman dekat Selat Bab al-Mandab. Kondisi ini membuat Houthi menguasai jalur perairan sempit yang menjadi lintasan kapal-kapal komersial melalui Laut Merah menuju Asia. Serangan Houthi klaim serang fasilitas minyak Aramco dan pangkalan Saudi ini pun memaksa pasar energi global berada dalam posisi siaga.

Sejumlah negara di Timur Tengah mulai meningkatkan kewaspadaan. Iran sebelumnya mengklaim menerima informasi intelijen bahwa Amerika Serikat sedang mempersiapkan serangan bom baru ke Tehran. Korps Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan bahwa jika serangan benar-benar terjadi, semua pangkalan dan kepentingan AS di kawasan akan menjadi sasaran serangan berkelanjutan tanpa batasan.

Ketegangan ini dipicu oleh serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap Riyadh. Rentetan serangan tersebut menjadi yang pertama kalinya fasilitas minyak Aramco di ibu kota Saudi menjadi sasaran berkelanjutan sejak gencatan senjata Saudi-Houthi runtuh pada Juni. AS pada umumnya menganggap Houthi sebagai kelompok proksi Iran dan menilai serangan terhadap Riyadh tidak akan terjadi tanpa persetujuan Teheran, meski Iran membantah tuduhan tersebut.

Hingga kini, koalisi pimpinan Saudi belum menanggapi secara rinci klaim Houthi soal ratusan korban dan kerusakan gudang amunisi. Yang jelas, serangan Houthi klaim serang fasilitas minyak Aramco dan pangkalan Saudi ini menambah panjang daftar ketegangan di kawasan, sekaligus menempatkan jalur pelayaran strategis Selat Bab al-Mandab dan pasokan energi dunia dalam sorotan. Perkembangan berikutnya akan sangat bergantung pada respons militer Saudi dan langkah diplomasi negara-negara besar di kawasan.

Exit mobile version