Stacks Kunci 735 BTC di Q3 2026, Staking Bitcoin Makin Diminati

Stacks Kunci 735 BTC di Q3 2026, Staking Bitcoin Makin Diminati
Stacks Kunci 735 BTC di Q3 2026, Staking Bitcoin Makin Diminati

Cakrawala News – 17 Oktober 2026 | Platform komputasi terdesentralisasi Stacks blockchain mencatat capaian signifikan dalam aktivitas staking btc pada kuartal ketiga 2026. Berdasarkan laporan pembaruan ekosistem yang dirilis pekan ini, Stacks berhasil mengunci sekitar 735 btc melalui mekanisme bonding, menjadikannya salah satu pendorong utama pertumbuhan infrastruktur keuangan berbasis Bitcoin.

Staking Bitcoin merupakan mekanisme penguncian aset kripto ke dalam kontrak pintar tertentu untuk mendukung operasional jaringan sekaligus memperoleh imbal hasil. Di Stacks, proses ini dijalankan melalui sistem bonding yang dibuka dalam beberapa periode terbatas.

Genesis Bond dan Lonjakan Periode Kedua

Periode bonding pertama bertajuk Genesis Bond diluncurkan pada 10 September 2026 dan berhasil menarik 230 btc. Angka tersebut menjadi fondasi awal bagi kepercayaan investor terhadap mekanisme baru ini.

Kemudian pada sekitar 10 Oktober 2026, periode bonding kedua dibuka dengan kapasitas yang direncanakan sebesar 500 btc. Permintaan ternyata melampaui target, dengan total sekitar 505 btc terkumpul, sedikit di atas kapasitas yang disediakan.

Yang menarik, sekitar 483 btc dari jumlah tersebut disalurkan melalui stBTC, token staking likuid yang dikembangkan Stacking DAO. Kehadiran stBTC memungkinkan pengguna tetap memperoleh imbal hasil staking sekaligus memanfaatkan token tersebut sebagai jaminan di berbagai aplikasi keuangan terdesentralisasi atau DeFi.

Estimasi imbal hasil yang ditawarkan mencapai sekitar 3 persen per tahun, dibayarkan setiap pekan dalam bentuk Bitcoin. Skema pembayaran mingguan ini dinilai menarik bagi investor yang menginginkan arus kas rutin tanpa melepas kepemilikan aset pokoknya.

Dampak Hard Fork PoX-5

Capaian tersebut diraih sekitar enam pekan setelah Stacks mengaktifkan hard fork PoX-5 pada 30 Juli 2026. Proof of Transfer atau PoX adalah mekanisme konsensus yang memungkinkan Stacks memanfaatkan keamanan jaringan Bitcoin untuk menjalankan operasionalnya.

Sejak upgrade PoX-5 berjalan, jumlah token asli STX yang di-staking melonjak lebih dari 25 persen, dari 3,92 miliar menjadi 4,93 miliar. Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya partisipasi pengguna dalam menjaga keamanan jaringan sekaligus memperkuat keterkaitan ekosistem Stacks dengan Bitcoin.

Sejak 2021, para penambang di jaringan Stacks dilaporkan telah menanamkan lebih dari 4.200 btc melalui mekanisme PoX. Angka ini mencerminkan komitmen jangka panjang terhadap model konsensus yang mengandalkan kekuatan jaringan Bitcoin.

Pandangan Analis dan Dinamika Pasar

Perkembangan di Stacks berlangsung di tengah beragamnya pandangan analis terhadap arah pasar btc secara keseluruhan. Pendiri BitMEX, Arthur Hayes, menyatakan sikap bullish terhadap Bitcoin dan Ethereum. Ia menilai kedua aset tersebut sebagai instrumen lindung nilai utama menghadapi potensi langkah penyelamatan pemerintah di sektor teknologi.

Hayes menyoroti risiko leverage tinggi pada pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan. Ia memprediksi tekanan solvabilitas pada pembangunan pusat data berskala besar dapat muncul antara akhir 2027 hingga 2028. Menurutnya, investor sebaiknya memposisikan diri pada aset kripto sebelum pemerintah menggelontorkan likuiditas, bukan justru mengambil posisi short di sektor AI.

Namun, Hayes juga mencatat bahwa korelasi antara pertumbuhan likuiditas dan harga Bitcoin saat ini tidak sekuat periode 2020. Meski pasokan uang Amerika Serikat mencetak rekor pada Agustus 2026, kinerja Bitcoin dan Ethereum sepanjang tahun masih tertinggal dibandingkan saham-saham terkait AI. Hal ini menandakan mekanisme transmisi likuiditas ke pasar kripto telah berubah.

Sementara itu, sejumlah analis ternama justru optimistis terhadap prospek jangka pendek btc. Trader Ansem memproyeksikan all-time high dapat tercapai sebelum Natal, sementara pendiri CryptoQuant, Ki Young Ju, menilai siklus bearish Bitcoin telah berakhir dan memperkirakan fase bullish atau sideways berlangsung 12 hingga 24 bulan ke depan.

Salah satu pendorongnya adalah kondisi penambang yang kembali profitabel. Perusahaan penambangan terbesar yang tercatat di bursa, MARA, dilaporkan memproduksi satu Bitcoin dengan biaya rata-rata 59.774 dolar AS, jauh di bawah harga pasar saat itu. Kondisi ini mengurangi tekanan jual dari para penambang.

Analis PlanB, pencipta model Stock-to-Flow, bahkan memproyeksikan Bitcoin menyentuh 100.000 dolar AS pada Oktober 2026, all-time high di atas 126.000 dolar AS sebelum akhir tahun, dan melampaui 232.000 dolar AS pada 2027 hingga 2028. Proyeksi jangka panjang model tersebut mengarah pada rata-rata sekitar 500.000 dolar AS.

Peran Whale dan Adopsi Baru

Di sisi lain, pergerakan pemegang Bitcoin besar atau whale tetap menjadi perhatian pasar. Analisis Santiment pada Oktober 2026 menunjukkan dompet dengan kepemilikan 10 hingga 10.000 btc mengakumulasi lebih dari 85.000 Bitcoin dalam sekitar tiga pekan. Meski demikian, harga Bitcoin saat itu bergerak di kisaran 81.600 dolar AS dan justru turun sekitar 3,5 persen dalam sepekan, membuktikan akumulasi tidak selalu langsung mendorong kenaikan harga.

Data lain pada 15 Oktober 2026 menunjukkan alamat dengan kepemilikan minimal 1.000 btc secara kolektif menguasai sekitar 7,18 juta Bitcoin, turun 16.258 btc dalam 30 hari. Glassnode mendefinisikan whale sebagai entitas yang memegang setidaknya 1.000 btc, yang pada harga hipotetis 80.000 dolar AS setara 80 juta dolar AS.

Perkembangan lain yang patut dicermati adalah meningkatnya peran agen kecerdasan buatan dalam transaksi kripto. Studi Chainalysis mengungkap bahwa program berbasis AI telah memproses lebih dari 138 juta transaksi melalui protokol pembayaran x402 hingga musim gugur 2026. Sebanyak 87 persen di antaranya bernilai sangat kecil, antara seperseratus sen hingga 10 sen, dan umumnya menggunakan stablecoin seperti USDC ketimbang btc.

Dengan rencana pembukaan periode bonding ketiga pada November mendatang, Stacks berpotensi memperkuat posisinya sebagai jembatan antara keamanan jaringan Bitcoin dan inovasi keuangan terdesentralisasi. Pertumbuhan staking btc di platform ini akan menjadi indikator penting sejauh mana investor memanfaatkan Bitcoin tidak hanya sebagai aset simpanan, tetapi juga sebagai instrumen produktif dalam ekosistem DeFi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *