Cakrawala News – 16 September 2026 | Mantan gelandang legendaris Sunderland, Mick Horswill, menyebut golnya di ajang Eropa pada 1973 sebagai kebanggaan sekaligus keunikan tersendiri selama 53 tahun terakhir. Rekor itu kini berada di ambang berakhir ketika Sunderland kembali berlaga di kompetisi Eropa, meski perhatian publik Tanah Air juga tertuju pada ajang afc champions league yang mempertemukan wakil Indonesia, Persib Bandung, melawan FC Seoul di Seoul World Cup Stadium, Korea Selatan, Rabu (16/9/2026) pukul 17.00 WIB.
Horswill mencetak gol untuk Sunderland saat menghadapi klub Portugal, Sporting, pada leg pertama babak 16 besar Uefa Cup Winners’ Cup di kandang. Gol itu menjadi gol Eropa terakhir yang dicetak pemain Sunderland hingga 2026, sebuah catatan yang bertahan lebih dari setengah abad.
Kini, dengan Regis le Bris memimpin Sunderland kembali ke kompetisi Eropa setelah penantian 53 tahun di Europa League pada Rabu, rekor tersebut tampaknya akan segera terpecahkan. Horswill mengaku menerima kemungkinan itu dengan sikap santai dan penuh humor.
“Ini menjadi kebanggaan dan kegembiraan saya selama 53 tahun dan sekarang saya akan kehilangannya,” kata Horswill kepada BBC Radio Newcastle. “Bisakah mereka menang tanpa mencetak gol? Menang setiap pertandingan lewat adu penalti? Itu akan bagus untuk saya!”
Horswill menilai kembalinya Sunderland ke Eropa sebagai hal yang fantastis, terutama bagi para pendukung. Menurutnya, tidak ada yang menyangka hal itu akan terjadi, karena target utama pada musim lalu hanya bertahan di liga. Ia menyebut musim yang dijalani timnya luar biasa berkat sikap dan kualitas para pemain.
“Saya merasa sangat senang untuk para pendukung. Kami memiliki pendukung terbaik di negeri ini dan mereka pantas mendapatkan semua yang mereka dapatkan,” ujarnya.
Gol bersejarah Horswill tercipta dalam kemenangan kandang 2-1. Sunderland akhirnya tersingkir setelah kalah 2-0 di Lisbon. Mengenang momen tersebut, Horswill mengaku gol itu lahir dari sundulan, hal yang jarang terjadi mengingat posisinya sebagai pemain bertahan yang tidak sering masuk ke kotak penalti.
“Percaya atau tidak, itu adalah sundulan. Siapa pun yang cukup tua untuk mengenal saya atau menonton saya bermain tahu saya tidak sering masuk ke kotak penalti, saya pemain yang sangat defensif,” tambahnya. “Saya tidak tahu apa yang saya lakukan di area penalti saat itu untuk menyundul bola di tiang jauh. Hidung saya berdarah, lutut saya gemetar!”
Persib Bandung dan Peta Kompetisi Asia
Di sisi lain, ajang afc champions league edisi 2026-2027 juga menyita perhatian. Persib Bandung akan menjalani laga pertama Grup E AFC Champions League 2 melawan FC Seoul di Seoul World Cup Stadium, stadion yang dibangun untuk Piala Dunia 2002. Pelatih Persib, Igor Tolic, menyatakan timnya bangga bisa mewakili Indonesia di tempat bersejarah tersebut.
“Kami bangga bisa berada di sini, di tempat bersejarah ini, untuk mewakili Indonesia. Saya berharap besok kami dapat memainkan pertandingan yang bagus dan membuat para penggemar bangga,” kata Igor Tolic, seperti dikutip dari laman resmi Persib Bandung.
Igor mengakui FC Seoul merupakan tim kuat yang berada di posisi bagus di Liga Korea. Ia berharap anak asuhnya dapat mempersiapkan pertandingan dengan baik dan menampilkan performa terbaik untuk mencuri poin di kandang lawan.
Salah satu pemain yang paling disorot jelang laga adalah Balsa Sekulic. Penyerang asal Montenegro itu menjadi satu-satunya personel Persib yang pernah berkarier di Korea Selatan. Sebelum menjadi top skor Liga Montenegro 2025-2026 bersama Mornar Bar, Sekulic pernah memperkuat Gangwon FC selama enam bulan, tepatnya dari Juni 2022 hingga Januari 2023.
Pengalaman Sekulic di Liga Korea Selatan bisa menjadi modal berharga bagi Persib dalam menghadapi FC Seoul. Kehadirannya di lini depan diharapkan mampu memberikan ancaman bagi pertahanan tuan rumah yang dikenal disiplin.
Validasi Kualitas Pemain Afrika di Pasar Asia
Peta kekuatan di Asia dan Timur Tengah juga menjadi sorotan lain. Kapten Mamelodi Sundowns, Ronwen Williams, menilai ketertarikan klub Arab Saudi terhadap rekan setimnya sebagai bentuk validasi kualitas skuad juara Afrika tersebut.
Berbicara menjelang final FIFA Intercontinental Cup melawan Al Ahli di Loftus Versfeld, Williams mengakui laporan media yang mengaitkan sejumlah pemain Sundowns dengan kepindahan ke Timur Tengah menunjukkan profil klub yang semakin naik di pentas global. Ia secara khusus menyoroti Teboho Mokoena sebagai pemain yang menarik minat klub Arab Saudi.
“Kami sudah melihat laporan di media. Kami tidak tahu benar atau tidak. Jadi, itu menunjukkan mereka tertarik pada beberapa pemain kami, yang bagus. Itu menunjukkan para pemain tampil baik,” kata Williams.
Williams menilai kemampuan Mokoena mencetak gol di panggung internasional menjadi faktor utama yang menarik perhatian klub Arab Saudi. Performa gelandang itu di turnamen besar membuat namanya dikenal di luar Afrika.
“Jika Anda mencetak gol di Piala Dunia, orang akan mengenal Anda. Teboho mencetak gol di Piala Dunia. Dia mencetak gol di AFCON. Dia mencetak gol di semua turnamen besar yang kami mainkan,” ujar Williams.
Menurut laporan yang beredar, klub Arab Saudi Al-Ahli dikabarkan mengalihkan perhatian ke Mokoena untuk menggantikan Franck Kessie. Gelandang asal Pantai Gading itu dikabarkan telah mengonfirmasi kepindahannya ke klub Serie A, Atalanta, sehingga meninggalkan kekosongan di lini tengah Al-Ahli.
Cara Menonton dan Konteks Pasar
Bagi penggemar di India, AFC Champions League Elite dapat disaksikan melalui platform streaming digital FanCode, dengan sejumlah pertandingan tersedia di televisi. Kompetisi ini menghadirkan tim-tim terbaik Asia dan menjadi ajang bergengsi di kawasan.
Ketertarikan pasar Asia terhadap pemain Afrika, kembalinya klub-klub bersejarah ke kompetisi Eropa, serta persaingan klub Asia Tenggara di afc champions league menunjukkan dinamika sepak bola yang semakin saling terhubung. Sunderland akan berusaha mengakhiri rekor Horswill, sementara Persib berjuang mencuri poin di Seoul, dan Sundowns menghadapi ujian melawan Al Ahli.
Perkembangan berikutnya akan terlihat dari hasil pertandingan di lapangan. Bagi Horswill, jika Sunderland mencetak gol, rekor 53 tahun itu resmi berakhir, tetapi baginya itu justru pertanda kemajuan klub yang ia cintai.












