Cakrawala News – 14 September 2026 | Thomas Meunier mengungkapkan bahwa pembicaraan intensif dengan pelatih Sunderland, Régis Le Bris, menjadi faktor penentu di balik keputusannya bergabung dengan klub Liga Premier Inggris tersebut. Bek kanan tim nasional Belgia itu menyebut percakapan lebih dari satu jam dengan Le Bris sebagai pengalaman pertama sepanjang kariernya, di mana seorang pelatih secara pribadi menjelaskan filosofi taktiknya sebelum transfer rampung.
Meunier bergabung dengan Sunderland secara gratis dari Lille pada Juli 2026 dan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun. Kedatangannya ke Stadion of Light terjadi setelah ia kembali memperkuat Belgia di Piala Dunia.
Dalam wawancaranya dengan The Athletic, Meunier menuturkan bahwa ia dan Le Bris sempat berbicara melalui sambungan telepon selama lebih dari satu jam. Isi pembicaraan itu bukan sekadar upaya menjual klub kepadanya, melainkan penjelasan rinci soal cara bermain yang diinginkan sang pelatih.
“Kami berbicara lewat telepon lebih dari satu jam,” kata Meunier. “Itu pertama kalinya saya mendapat panggilan dengan pelatih yang menjelaskan apa yang dia inginkan, menanyakan bagaimana saya melihat permainan, dan apakah saya sudah menonton beberapa pertandingan Sunderland.”
Pengalaman tersebut terbilang istimewa bagi pemain berusia 34 tahun itu. Sepanjang kariernya, Meunier pernah memperkuat klub-klub besar seperti Paris Saint-Germain dan Borussia Dortmund, di mana proses rekrutmen umumnya dipimpin oleh direktur olahraga. Keterlibatan langsung Le Bris dalam negosiasi transfer membuat kesan mendalam bagi Meunier.
Filosofi Taktik Jadi Pertimbangan Utama
Menurut Meunier, Le Bris tidak hanya berusaha meyakinkan dirinya untuk pindah. Sang pelatih justru menggali pandangan Meunier tentang sepak bola dan mendiskusikan bagaimana ia bisa berkontribusi dalam skema permainan Sunderland.
Pendekatan personal semacam ini jarang ditemui Meunier selama berkarier di level tertinggi Eropa. Ia mengaku terbiasa dengan proses transfer yang lebih bersifat administratif dan dipimpin pihak manajemen klub, bukan oleh pelatih kepala secara langsung.
Keputusan Meunier bergabung dengan Sunderland juga tidak lepas dari keinginannya merasakan atmosfer baru di Liga Premier Inggris. Klub asal Inggris timur laut itu memang tengah membangun skuad dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda.
Peran Meunier di Lini Depan Sunderland
Sejak bergabung, Meunier langsung dipercaya tampil dalam beberapa laga awal musim 2026/27. Ia bahkan kerap ditempatkan dalam formasi menyerang Sunderland, berdampingan dengan Brian Brobbey dan Nilson Angulo.
Namun, lini serang Sunderland menjadi sorotan setelah kekalahan 0-2 dari Arsenal di Stadion of Light pada 12 September 2026. Dalam laga tersebut, kiper Arsenal David Raya menggagalkan penalti Enzo Le Fée pada menit ke-55, sebelum Bruno Guimaraes mencetak gol pembuka dua menit berselang. Bukayo Saka memastikan kemenangan Arsenal lewat penalti di masa tambahan waktu.
Dalam penilaian pemain yang dirilis sejumlah media, Meunier mendapat nilai 6,0 dari 10 dalam pertandingan melawan Arsenal. Penilaian itu mencerminkan penampilan solid namun belum maksimal, sejalan dengan evaluasi kolektif Sunderland yang dianggap tampil gigih meski kalah.
Seorang pengamat Sunderland menyoroti bahwa kombinasi lini depan yang dihuni Brobbey, Angulo, dan Meunier dinilai kurang produktif dalam mencetak gol. Kritik tersebut muncul di tengah kekhawatiran bahwa Sunderland bisa kesulitan bersaing jika tidak mampu mempertajam penyelesaian akhir.
Konteks Persaingan Sunderland
Kekalahan dari Arsenal membuat Sunderland baru mengoleksi empat poin dari empat pertandingan awal Liga Premier 2026/27. Arsenal sendiri menjaga rekor 100 persen kemenangan dan memuncaki klasemen dengan 12 poin dari empat laga.
Pelatih Sunderland, Régis Le Bris, menyebut laga melawan Arsenal sebagai pertandingan yang menyisakan rasa campur aduk. Menurutnya, timnya tampil luar biasa dan layak mendapatkan hasil lebih baik, tetapi gagal memanfaatkan peluang yang ada.
“Saya bangga sekaligus kecewa,” ujar Le Bris dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, menggambarkan perasaan setelah timnya kalah meski mampu menekan juara bertahan Liga Premier tersebut.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai performa Sunderland melawan Arsenal menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Setelah penampilan meyakinkan di markas Brentford, tim asuhan Le Bris dianggap mulai menemukan ritme permainan seperti musim lalu.
Agenda berikutnya, Sunderland akan menghadapi laga tandang melawan Manchester City. Pertandingan itu menjadi ujian berat bagi skuad Le Bris, termasuk bagi Meunier yang diharapkan memberi kontribusi lebih besar di lini serang maupun pertahanan.
Bagi Meunier, kepindahan ke Sunderland menjadi babak baru dalam kariernya setelah pengalaman panjang di klub-klub elite Eropa. Pendekatan personal Le Bris dalam proses transfer menjadi salah satu alasan utama ia memilih bergabung, sekaligus menandai gaya kepemimpinan pelatih asal Prancis itu.
Ke depan, publik Sunderland akan menantikan apakah kepercayaan yang diberikan Le Bris kepada Meunier mampu berbuah kontribusi nyata di lapangan. Laga-laga berat yang menanti menjadi momen pembuktian bagi bek berpengalaman tersebut.








