Cakrawala News – 16 Oktober 2026 | FIFA matchday – Satu tim mundur dari turnamen, calon lawan timnas Indonesia sibuk cari pengganti [titlebase] menjadi situasi yang kini dihadapi PSSI. Timnas Indonesia berpotensi menghadapi lawan dari luar kawasan Timur Tengah pada FIFA Matchday November 2026 jika kondisi keamanan di wilayah tersebut dinilai tidak memungkinkan untuk menggelar pertandingan. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, membuka opsi tersebut di tengah situasi Timur Tengah yang sedang tidak kondusif, dengan keselamatan pemain dan pelatih menjadi pertimbangan utama.
Salah satu laga yang sudah disepakati adalah pertemuan Timnas Indonesia melawan Yordania. Duel itu direncanakan berlangsung di Amman International Stadium, Amman, Yordania, pada Jumat, 13 November 2026. Namun, PSSI belum memberikan kepastian final karena masih akan memastikan kondisi keamanan sebelum mengambil langkah berikutnya.
“Dalam satu hingga dua hari ke depan, kami akan menghubungi negara-negara yang sebelumnya sudah menyepakati pertandingan untuk mengetahui bagaimana kondisi keamanan di sana,” kata Erick Thohir di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Dua Laga Tandang dan Eskalasi Keamanan
Pada agenda November 2026, Timnas Indonesia dijadwalkan melakoni dua laga tandang. Setelah menghadapi Yordania pada 13 November, empat hari berselang Jay Idzes dan kawan-kawan direncanakan bertandang ke salah satu negara Timur Tengah lain, yakni Kuwait atau Uni Emirat Arab. Uji coba ini disiapkan sebagai bagian dari pemantapan menuju Piala Asia 2027 yang digelar di Arab Saudi.
Namun, kurang dari sebulan sebelum duel melawan Yordania, eskalasi keamanan meningkat. Akhir pekan lalu, bandara utama Arab Saudi di Riyadh disebut terkena serangan rudal dari milisi Houthi yang menewaskan 12 orang. Kondisi itu membuat PSSI menyiapkan skenario terburuk, termasuk membatalkan uji coba di Timur Tengah dan mencari lawan pengganti di negara lain.
“FIFA Matchday memang sebenarnya kita sudah punya kesepakatan dengan beberapa negara Timur Tengah untuk menghadapi Piala Asia 2027 di Januari nanti. Tapi memang kondisi Timur Tengah hari ini cukup memprihatinkan,” ujar Erick Thohir kepada wartawan di kantor Kemenpora, Selasa (13/10/2026).
Menurut Erick, keamanan menjadi acuan utama. Ia menyatakan PSSI akan menghubungi negara-negara yang sebelumnya telah menyepakati pertandingan untuk mengetahui apakah mereka dapat menjamin keselamatan tim. Jika tidak, PSSI akan mencari lawan tanding lain di luar kawasan Timur Tengah.
“Kalau mereka sendiri merasa tidak bisa menggaransi dan saya dengar beberapa negara seperti Australia, Korea Selatan yang sudah punya jadwal yang mirip mereka juga sedang mempertimbangkan. Memang 1-2 hari kita tunggu kalau memang ternyata kondisinya tidak kondusif terpaksa kita harus cari lawan tanding lain di negara lain,” papar Erick.
Kuwait Muncul sebagai Calon Lawan Kedua
Di tengah ketidakpastian itu, muncul informasi mengenai calon lawan kedua Timnas Indonesia. Jurnalis olahraga Kuwait, Mutlaq Nassar Al-Sharifi, melalui akun media sosial X @naifmez pada Selasa (13/10/2026), menyebut timnas Kuwait dijadwalkan melakoni laga persahabatan melawan Suriah pada 12 November dan Indonesia pada 17 November 2026.
Kabar tersebut belum menjadi kepastian resmi. Namun, laga uji coba pada jendela internasional November mendatang dinilai menjadi kesempatan penting bagi pelatih John Herdman untuk melakukan eksperimen skuad usai membawa Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Uji coba melawan tim-tim Timur Tengah disebut krusial bagi skuad Garuda. Berdasarkan hasil undian fase grup Piala Asia 2027, Indonesia tergabung di grup yang sama dengan Jepang, Thailand, serta wakil Timur Tengah, Qatar. Sementara itu, Kuwait yang berada di peringkat 134 dunia ranking FIFA juga memanfaatkan laga ini sebagai sarana pembenahan jelang Piala Asia 2027, di mana mereka tergabung di Grup A bersama tuan rumah Arab Saudi, Oman, dan Palestina.
Bagi Kuwait, pertandingan ini juga menjadi ajang kebangkitan setelah menelan tiga kekalahan beruntun dari Arab Saudi (0-1), Irak (2-3), dan Oman (1-3) dalam ajang Piala Teluk 2026.
Alasan Timnas Indonesia Tetap Bertandang
PSSI menegaskan Timnas Indonesia tetap dijadwalkan bermain tandang pada FIFA Matchday November 2026. Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, menginginkan laga tandang sebagai bagian dari persiapan menyeluruh menghadapi Piala Asia 2027.
“Coach John ingin tim mulai merasakan atmosfer, udara, dan lain-lainlah, termasuk logistik, perjalanan, kan itu mesti dicoba semua,” kata Erick Thohir.
Karena itu, opsi mengganti lawan tidak berarti mengubah status laga menjadi kandang. PSSI tetap membuka kemungkinan mencari negara lain di luar Timur Tengah yang memiliki jadwal serupa, seperti Australia atau Korea Selatan, jika kondisi keamanan di kawasan tersebut tidak memungkinkan.
Keputusan final terkait laga uji coba di Timur Tengah disebut akan diambil dalam beberapa hari ke depan. PSSI terus memantau perkembangan situasi keamanan sambil berkoordinasi dengan negara-negara yang telah menyepakati pertandingan.
Bagi publik sepak bola nasional, perkembangan ini menjadi hal yang perlu dicermati. Selain menyangkut keselamatan tim, kepastian lawan dan lokasi pertandingan akan memengaruhi kesiapan skuad Garuda menuju Piala Asia 2027. Jika rencana awal batal, PSSI harus bergerak cepat mencari pengganti agar jadwal persiapan John Herdman dan para pemainnya tidak terganggu.
Hingga kini, belum ada kepastian resmi mengenai lawan pengganti maupun lokasi pertandingan. Yang jelas, keselamatan pemain dan pelatih tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang akan diambil PSSI.












