Tragis! Putra Sikka Tewas Ditembak Saat Distribusi Bantuan Pangan di Papua

Cakrawala News – 12 September 2026 | Tragis! Putra Sikka tewas ditembak saat distribusi bantuan pangan di Papua. Alfonsius Albinus Mehan, dokter hewan berusia 35 tahun asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu dari tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tewas dalam serangan kelompok bersenjata di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, pada Rabu, 9 September 2026. Rombongan pegawai tersebut tengah dalam perjalanan untuk menyalurkan bantuan ternak dan bantuan pangan kepada masyarakat ketika diserang.

Selain Alfonsius, dua korban lain yang meninggal dunia adalah Aprida Rapi dan Wili Mbuik. Ketiganya merupakan pegawai di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Kepolisian menyebut rombongan sedang menuju wilayah Kimbim ketika serangan terjadi. Hingga saat ini, aparat masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku penembakan.

Profil Korban

Aprida Rapi merupakan pejabat di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Perempuan berusia 49 tahun itu menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan. Ia disebut lahir di Makale, Kabupaten Tana Toraja, dan tinggal di Wamena untuk menjalankan tugas pemerintahan di bidang peternakan. Saat kejadian, Aprida bersama rombongan sedang menjalankan tugas menyalurkan bantuan ternak kepada masyarakat.

Korban berikutnya adalah Alfonsius Albinus Mehan, dokter hewan berusia 35 tahun yang bekerja di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Alfonsius berasal dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Ia ikut bertugas bersama rombongan dalam kegiatan penyaluran bantuan pangan dan bibit ternak kepada masyarakat. Alfonsius meninggal dunia setelah terkena tembakan dalam penyerangan di Distrik Muliama.

Korban ketiga, Wili Mbuik, juga merupakan salah satu dari tiga CPNS Dinas Pertanian di Kabupaten Jayawijaya yang menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Jenazah Wili Mbuik tiba di Bandara El Tari Kupang, Provinsi NTT, pada Jumat, 11 September 2026. Salah satu kerabat tampak menangis di depan peti jenazah saat kedatangan tersebut.

Kepolisian menyatakan jenazah Alfonsius bersama jenazah Aprida masih berada di Wamena dalam proses penanganan setelah kejadian. Sementara itu, jenazah Wili Mbuik telah dipulangkan ke NTT.

Kronologi dan Penyelidikan

Peristiwa bermula ketika rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menjalankan tugas menyalurkan bantuan ternak kepada masyarakat. Mereka disebut sedang menuju wilayah Kimbim ketika diserang di Distrik Muliama. Serangan tersebut mengakibatkan tiga pegawai meninggal dunia.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan memburu pelaku. Hingga informasi ini dihimpun, belum ada keterangan resmi mengenai identitas maupun motif pelaku. Aparat kepolisian masih mendalami peristiwa tersebut.

Penembakan ini menambah daftar insiden kekerasan yang menimpa aparatur sipil negara dan warga sipil di wilayah Papua Pegunungan. Kasus ini juga mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mengutuk keras penembakan oleh KKB terhadap dua warga NTT.

Dampak dan Perhatian

Ketiga korban merupakan pegawai yang tengah menjalankan tugas negara untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Alfonsius, sebagai dokter hewan, bertugas mendukung program peternakan di Kabupaten Jayawijaya. Sementara Aprida menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan yang mengoordinasikan kegiatan di bidangnya.

Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban, rekan kerja, serta masyarakat di Kabupaten Sikka dan Nusa Tenggara Timur. Jenazah Wili Mbuik yang tiba di Kupang disambut oleh kerabat yang tenggelam dalam kesedihan.

Hingga kini, proses penanganan jenazah dua korban lainnya masih berlangsung di Wamena. Penyelidikan kepolisian terhadap pelaku penembakan juga terus berjalan. Masyarakat diharapkan menunggu informasi resmi dari aparat keamanan terkait perkembangan kasus ini.

Kasus tragis ini kembali menyoroti risiko yang dihadapi para pegawai pemerintah dan pekerja kemanusiaan saat menjalankan tugas di wilayah rawan konflik. Dukungan terhadap kelancaran distribusi bantuan bagi masyarakat di Papua Pegunungan menjadi perhatian penting ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *