Cakrawala News – 18 Oktober 2026 | Valentino Rossi harus menelan kekecewaan pada seri pembuka MotoGP 2020 di Sirkuit Jerez, Spanyol. Pebalap Monster Energy Yamaha itu gagal menyelesaikan balapan setelah mengalami masalah teknis ketika Grand Prix Spanyol menyisakan tujuh putaran, Minggu, 19 Juli 2020. Pasca lomba, Valentino Rossi mengungkapkan sejumlah kendala yang membuatnya tak mampu bersaing dengan para rival di trek yang panas tersebut.
Rossi memulai balapan dari posisi kesembilan. Namun, pebalap berjuluk The Doctor itu langsung kehilangan posisinya setelah melewati tikungan pertama. Ia kemudian terlihat berada di posisi ke-10 dan tak mampu menandingi kecepatan para pebalap di depannya sebelum akhirnya menepikan motornya karena persoalan teknis.
Menurut keterangan Rossi seperti dilansir laman resmi tim, akhir pekan di Jerez berjalan berat karena timnya kewalahan menghadapi karakter ban belakang pada suhu yang tinggi. Ia menyebut dirinya tidak memiliki ritme balapan seperti para pebalap yang bertarung memperebutkan podium.
“Ini akhir pekan yang berat, karena kami kewalahan dengan ban belakang di suhu yang tinggi,” kata Rossi.
Pilihan Ban yang Berbeda
Salah satu faktor yang disorot adalah kombinasi ban yang dipakai. Rossi dan rekan setimnya, Maverick Vinales, menjadi satu-satunya pebalap yang menggunakan ban depan soft dan ban belakang soft. Sementara itu, pebalap lain memilih ban depan hard dan ban belakang soft di trek Jerez yang kondisi aspalnya cukup panas.
Pilihan tersebut ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Rossi mengaku tidak mampu membuat ban bekerja dengan baik sejak awal balapan. Setelah beberapa lap, ia mulai kehilangan daya cengkeram dan performa ban belakang, yang membuat lajunya semakin tertinggal.
Selain persoalan ban, Rossi juga mengalami masalah pada motornya. Ia menuturkan, saat melaju di lintasan lurus, muncul alarm merah pada motor yang membuatnya harus menghentikan balapan. Situasi itu dinilainya sangat aneh, terutama karena MotoGP Spanyol digelar dua kali secara beruntun di sirkuit yang sama.
“Setelah beberapa lap saya mengalami masalah dengan ban belakang, karena kehilangan banyak daya cengkeram dan performa. Setelah itu, sayangnya, saya memiliki masalah dengan motor. Di lintasan lurus saya mendapati alarm merah, dan saya harus berhenti,” ujar Valentino Rossi.
Meski Rossi gagal finis, tim Yamaha tetap memperoleh hasil positif melalui Vinales. Rekan setim Rossi itu finis sebagai runner-up dan mempersembahkan poin pertama bagi tim, di belakang juara lomba Fabio Quartararo dari tim satelit Petronas Yamaha.
Jerez Jadi Ujian Berat
Hasil di Jerez menjadi catatan penting bagi Rossi dan timnya. Sirkuit yang panas menuntut pengelolaan ban yang tepat, sementara kombinasi ban yang dipilih tidak memberikan performa yang diharapkan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena Jerez menjadi tuan rumah dua seri beruntun pada musim 2020.
Kegagalan finis di seri pembuka tentu merugikan Rossi dari sisi perolehan poin. Namun, pernyataannya menunjukkan bahwa persoalan utama bukan sekadar kecepatan, melainkan kombinasi antara pengelolaan ban, suhu trek, dan kendala teknis pada motor. Tim punya waktu terbatas untuk mengevaluasi sebelum kembali turun di sirkuit yang sama.
Bagi Rossi, balapan di Jerez menjadi pengingat bahwa detail teknis, termasuk pemilihan ban dan keandalan motor, sangat menentukan hasil. Perhatian publik kini tertuju pada langkah perbaikan Yamaha dan respons Rossi pada seri berikutnya, yang masih digelar di Sirkuit Jerez.
