Cakrawala News – 26 Oktober 2026 | Viktoria Plzen kembali menelan hasil mengecewakan di Liga Ceko setelah tumbang 1:2 dari Pardubice di kandang sendiri pada laga pekan ke-12. Kekalahan ini membuat ambisi tim asuhan Radoslav Kováč untuk merangsek ke papan atas tabel terhenti, sekaligus menandai kekalahan kandang kedua beruntun bagi Viktoria Plzen dari lawan yang sama.
Dua gol Pardubice lahir di babak pertama. Victor Samuel membuka keunggulan pada menit ke-22 setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti, memantulkan bola yang sempat mengenai Prebsl sebelum akhirnya bersarang di tiang jauh. Striker asal Nigeria itu melanjutkan tren positifnya setelah sebelumnya juga mencetak gol pada pekan sebelumnya.
Pardubice menggandakan keunggulan lewat skema sepak pojok. Bek Dávid Krčík, yang dilepas Viktoria Plzen pada awal musim, membentuk blok di tiang depan bersama Icha, dan menurut keputusan wasit bola memantul dari situ ke dalam gawang. Gol itu menjadi yang kedua beruntun bagi pemain serba bisa asal Slovakia tersebut dalam dua pertandingan terakhir.
Viktoria sebenarnya sempat mengancam lebih dulu melalui sepak pojok Panoš, tetapi sundulan Dweh di tiang depan melewati mistar. Peluang emas Memič juga gagal dimaksimalkan, sementara Kabongo nyaris memperkecil kedudukan di akhir babak pertama, sayang bola sepakannya dari jarak dekat hanya membentur mistar gawang.
Reaksi Kováč: Paling Mengecewakan Selama di Plzeň
Pelatih Radoslav Kováč tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyebut kekalahan ini sebagai titik terendah sejak ia menangani klub, terutama karena ia menilai para pemainnya tampil tanpa semangat di babak pertama.
“Bagi saya ini adalah kekecewaan terbesar selama saya di Plzeň, sulit untuk saya terima. Terutama babak pertama yang tragis, terutama soal determinasi,” ujarnya usai laga.
Kováč, yang ditunjuk menggantikan Martin Hyský setelah awal musim yang buruk, menilai pergantian pelatih belum membawa perubahan signifikan. Ia mengkritik pemain yang dianggapnya hanya bermain dengan bola tanpa mau bekerja keras dan berlari untuk tim.
“Alih-alih pemain yang mendapat kesempatan memanfaatkannya dengan baik, kami justru tidur sepanjang babak pertama. Tidak bisa bermain hanya dengan bola, Anda harus bekerja, berlari. Ini pukulan besar bagi kami,” kata mantan pelatih Pardubice dan Liberec itu.
Ia juga menyoroti kondisi kebugaran Matěj Vydra yang baru beberapa hari menjalani operasi dan baru tiga kali berlatih. Menurut Kováč, hanya sedikit pemain yang menunjukkan karakter yang ia harapkan, dan itulah sebabnya timnya kini berada di posisi kesembilan.
Krisis Konsistensi dan Bayang-Bayang Mantan Pemain
Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Viktoria Plzen di kompetisi domestik. Sepanjang musim gugur, tim asal Bohemia Barat itu sudah tujuh kali kebobolan minimal dua gol dalam satu pertandingan. Dari 12 pekan, mereka baru meraih empat kemenangan dan kini menempati peringkat kesembilan klasemen.
Hasil ini juga menggenapi pekan yang buruk setelah pada Kamis sebelumnya Viktoria takluk 1:2 dari Levski Sofia di Liga Europa. Kováč mengakui kepercayaan diri skuadnya sedang rendah dan menegaskan tanggung jawab atas susunan pemain yang ia pilih.
Di sisi lain, laga ini menjadi momen manis bagi Krčík. Bek yang tersingkir dari skema Kováč itu mengaku sangat menikmati kemenangan atas klub lamanya dan menyebut pertandingan tersebut sebagai salah satu yang paling penting dalam kariernya.
“Saya sangat menantikan laga di Plzeň. Saya tidak boleh kalah atau pun seri di sini. Dan hasilnya sesuai harapan, saya senang,” ucapnya.
Kapten Viktoria, Hrošovský, mencatat penampilan ke-200 di liga Ceko pada laga ini, tetapi gagal merayakannya dengan poin. Peluang terakhir tuan rumah didapat lewat pemain pengganti Vydra pada menit ke-88, namun eksekusinya tidak menemui sasaran.
Bagi Pardubice, kemenangan ini menjadi pembalasan manis bagi pelatih Jan Trousil yang pernah menjadi asisten di Plzeň hingga September tahun lalu. Kini perhatian tertuju pada apakah Viktoria Plzen mampu bangkit dan menghentikan tren buruk yang mulai mengancam target mereka musim ini.
