Villarreal vs Betis: Kekalahan Telak di La Ceramica, Posisi Iñigo Perez Terancam

Villarreal vs Betis: Kekalahan Telak di La Ceramica, Posisi Iñigo Perez Terancam
Villarreal vs Betis: Kekalahan Telak di La Ceramica, Posisi Iñigo Perez Terancam

Cakrawala News – 16 September 2026 | Duel Villarreal vs Betis di Estadio de la Ceramica berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk tim tamu Real Betis, sekaligus menandai salah satu penampilan terburuk Villarreal di kandang dalam beberapa tahun terakhir. Gol Cucho Hernandez dan Natan membawa Betis naik ke posisi kedua klasemen LaLiga dengan 12 poin, setara dengan Real Madrid, sementara Barcelona memimpin dengan 15 poin.

Kekalahan ini memperpanjang puasa kemenangan Villarreal pada awal musim. Klub berjuluk Kapal Selam Kuning itu belum meraih kemenangan sama sekali dan kini terpuruk di posisi ketiga dari bawah dengan koleksi dua poin dari lima pertandingan.

Bagi Betis, hasil di laga Villarreal vs Betis menjadi kelanjutan start impresif mereka. Kemenangan tersebut datang 10 hari setelah Betis mengalahkan Real Madrid 1-0 di LaLiga, dan kurang dari sepekan setelah mengatasi Lille 3-2 pada laga pertama fase grup Liga Champions, penampilan pertama mereka di kompetisi itu sejak 2005.

Gulacsi Selamatkan Villarreal dari Kekalahan Lebih Besar

Meski kalah, Villarreal sebenarnya selamat dari kekalahan yang jauh lebih memalukan berkat penampilan luar biasa kiper Peter Gulacsi. Betis melepaskan 12 tembakan tepat ke gawang, jumlah yang menurut catatan media Spanyol belum pernah terjadi selama bertahun-tahun di La Ceramica.

Angka itu bahkan setara dengan total tembakan tepat sasaran yang diterima Villarreal dari empat lawan liga sebelumnya musim ini. Racing de Santander hanya melepaskan tiga tembakan tepat, Atletico Madrid empat, Deportivo Alaves dua, dan Deportivo La Coruna tiga.

Secara keseluruhan, Betis mencatatkan 26 tembakan dalam pertandingan ini. Dalam satu dekade terakhir, hanya Real Madrid dan SD Huesca yang mampu membuat 26 tembakan atau lebih melawan Villarreal. Real Madrid melakukannya pada musim 2017-2018 di Santiago Bernabeu, sedangkan Huesca mencatatkan 27 tembakan pada musim 2018-2019.

Tekanan Mengarah ke Iñigo Perez

Buruknya performa Villarreal membuat sorotan tertuju kepada pelatih Iñigo Perez. Menurut laporan media Spanyol, manajemen klub masih memberikan kepercayaan kepada pelatih asal Navarra tersebut, tetapi kesabaran itu tidak tak terbatas.

Perez sendiri mengakui beratnya situasi setelah laga Villarreal vs Betis. Ia menyebut citra permainan timnya merusak kepercayaan diri skuad dan mengakui bahwa tanggung jawab ada di pundaknya sebagai pelatih. Pernyataan itu dinilai sebagai bentuk kejujuran yang jarang ditemui, meski sebagian kalangan menilainya mencerminkan kondisi tim yang sedang terpuruk.

Keputusan Villarreal mengganti pelatih sukses Marcelino dengan Perez pada awal musim memang mengandung risiko. Namun, menurut laporan tersebut, sedikit pihak yang membayangkan tim akan berada dalam situasi sesulit ini pada tahap awal kompetisi.

Villarreal dijadwalkan menghadapi dua laga penting melawan Malaga dan Levante dalam rentang hanya tiga hari. Klub dikabarkan tidak berbicara soal ultimatum, tetapi penampilan buruk serupa di Malaga berpotensi membuat posisi Perez goyah, terutama dengan adanya jeda dua pekan setelahnya.

Abde Tetap Dukung Ceuta di Tengah Kritik

Pertandingan Villarreal vs Betis juga diwarnai sorotan terhadap pemain sayap Real Betis, Ez Abde. Pemain internasional Maroko berusia 24 tahun itu menjadi sasaran gelombang komentar negatif di media sosial setelah mengenakan kaus bertuliskan dukungan untuk warga Ceuta sebelum pertandingan di Estadio de la Ceramica.

Sebelum kick-off, pemain dari kedua tim mengenakan kaus bertuliskan slogan “Todos somos caballas” yang berarti “Kita semua orang Ceuta”. Caballas merupakan julukan bagi warga Ceuta, wilayah Spanyol di Afrika Utara. Dukungan tersebut muncul setelah lebih dari 70.000 orang melakukan penyeberangan tidak teratur ke Ceuta dari Maroko pada Juli.

Abde menegaskan tidak akan meminta maaf atas sikapnya. Dalam pernyataan yang dipublikasikan di media sosial, ia menegaskan bahwa kaus tersebut tidak dimaksudkan untuk tujuan politik atau sebagai bentuk tidak hormat kepada rakyat Maroko, melainkan murni sebagai dukungan sosial kepada sebuah komunitas.

Ia juga menyatakan bahwa pernyataannya bukan permintaan maaf kepada siapa pun, dan siapa pun yang ingin mempertanyakan kecintaannya kepada negaranya dipersilakan. Abde bertekad tetap menjalani hidup dengan kepala tegak.

LaLiga dan Real Betis sama-sama menyampaikan pesan dukungan kepada Abde setelah pernyataannya. Lahir di Beni Mellal, Maroko, Abde pindah ke Spanyol bersama keluarganya pada usia tujuh tahun. Ia memilih membela Maroko meski memenuhi syarat untuk memperkuat Spanyol, dan telah mencatatkan debut internasional senior pada September 2022 serta mengoleksi 37 penampilan bersama tim nasional.

Hasil di laga Villarreal vs Betis meninggalkan dua gambaran kontras: Betis yang terus melaju di papan atas, dan Villarreal yang masih mencari bentuk permainan terbaiknya. Dalam beberapa pekan ke depan, tekanan terhadap Perez dan performa tuan rumah akan menjadi hal yang paling layak dinantikan.

Exit mobile version