Cakrawala News – 16 September 2026 | Penampilan Edon Zhegrova menjadi salah satu sorotan utama dalam kekalahan dramatis Juventus 2-3 dari Sassuolo di Mapei Stadium, Senin (14/9/2026) dini hari WIB. Winger asal Kosovo itu masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua dan mencetak dua gol yang dua kali membawa Bianconeri menyamakan kedudukan, sebelum Vasilije Adzic memastikan kemenangan tuan rumah pada menit ke-90+4.
Brace tersebut menjadi jawaban paling tegas bagi Zhegrova atas situasi tidak menentu yang membelitnya sepanjang musim panas. Meski tampil impresif, posisinya di skuad Juventus belum sepenuhnya aman dan bursa transfer Januari kembali disebut-sebut sebagai momen penentu masa depannya.
Dua Gol yang Nyaris Menyelamatkan Juventus
Laga di Mapei Stadium berjalan sengit sejak awal. Sassuolo membuka keunggulan melalui Sebastiano Esposito pada menit ke-65. Zhegrova, yang baru masuk menggantikan Francisco Conceicao, menyamakan kedudukan pada menit ke-85.
Kieron Bowie membawa Sassuolo kembali unggul pada menit ke-89. Namun Zhegrova kembali membuat Juventus menyamakan skor menjadi 2-2 di masa injury time, tepatnya menit ke-90+1. Harapan Bianconeri bertahan hingga Adzic, gelandang Sassuolo yang dipinjam dari Juventus, mencetak gol penentu di menit ke-90+4.
Menurut laporan TuttoJuve.com, penampilan Zhegrova langsung mengubah wajah serangan Juventus. Kecepatan, dribel, dan efektivitasnya memberi tim sesuatu yang tidak dimiliki pemain ofensif lain pada laga itu. Dua golnya bahkan nyaris menuntaskan comeback di kandang Sassuolo.
Dicoret dari Daftar Skuad Eropa
Meski bersinar di Serie A, Zhegrova tidak masuk dalam daftar skuad Juventus untuk kompetisi Eropa. Pelatih Luciano Spalletti mencoretnya dari daftar UEFA, sehingga ia dipastikan absen saat Juventus menghadapi NEC Nijmegen pada laga pembuka, Kamis malam.
Keputusan itu berkaitan dengan situasi bursa transfer musim panas. Juventus sempat mempertimbangkan mencari solusi untuk melepas Zhegrova. Menurut penjelasan Fabrizio Romano di kanal YouTube-nya, Lazio tidak pernah menjadi opsi konkret, Atalanta sempat mempertimbangkannya tanpa membahas formula, sementara Al-Ittihad tidak menemukan titik temu dan memilih pemain lain.
Karena bursa transfer di sejumlah negara masih terbuka, Juventus berharap masih bisa menemukan destinasi baru bagi pemain kelahiran 1999 tersebut. Namun pada akhirnya tidak ada kesepakatan yang terwujud dan Zhegrova tetap bertahan di Turin.
Atalanta Kembali Memantau untuk Januari
Situasi itu membuat masa depan Zhegrova kembali menjadi pembicaraan menjelang jendela transfer musim dingin. Menurut laporan TuttoJuve.com, Atalanta terus memantau perkembangan pemain asal Kosovo tersebut dan sedang mempertimbangkan operasi peminjaman dengan hak tebus.
Namun, belum ada kontak resmi maupun tawaran yang diajukan kepada Juventus. Karena itu, jalur ini masih sangat awal dan akan bergantung pada posisi kedua klub di bursa transfer Januari nanti.
Musim panas lalu meninggalkan Zhegrova dalam posisi yang belum jelas. Kini lapangan telah memberi sinyal pertama melalui brace melawan Sassuolo, yang seolah mengembalikan pemain yang sempat tampak ditakdirkan pergi itu ke dalam proyek tim.
Juventus di Persimpangan
Dalam tim yang kesulitan mencetak gol, melepas pemain yang baru saja menemukan kembali ketajamannya tentu menjadi pertimbangan berat bagi Juventus. Di sisi lain, ketertarikan klub lain bisa menjadi peluang finansial yang sulit diabaikan.
Yang jelas, penampilan melawan Sassuolo memperlihatkan bahwa Zhegrova masih memiliki kualitas dan karakter untuk berkontribusi. Pertanyaannya kini apakah brace itu menjadi awal kisah baru bersama Juventus atau sekadar etalase menjelang Januari.
Sementara itu, hasil di Mapei Stadium membawa Sassuolo naik ke peringkat sembilan klasemen dengan koleksi tujuh poin, menyamai perolehan Juventus yang berada tepat di atas mereka. Laga tersebut juga diwarnai cedera bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, yang ditarik keluar pada menit ke-80 karena kelelahan.
Bagi Zhegrova, laga melawan NEC Nijmegen dan Atalanta dalam waktu dekat akan menjadi ujian berikutnya. Jika ia kembali dipercaya, peluang mempertahankan tempat di Turin bisa terbuka. Namun jika situasinya tidak berubah, bursa transfer Januari hampir pasti kembali menempatkan namanya di pusat perhatian.
