Zelda: Ocarina of Time Remake Sudah Berjalan di PC Lewat Emulator Sebelum Rilis

Zelda: Ocarina of Time Remake Sudah Berjalan di PC Lewat Emulator Sebelum Rilis
Zelda: Ocarina of Time Remake Sudah Berjalan di PC Lewat Emulator Sebelum Rilis

Cakrawala News – 08 November 2026 | Sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar, zelda ocarina of time remake emulator kini bukan lagi sekadar wacana. Remake The Legend of Zelda: Ocarina of Time dilaporkan sudah bisa dijalankan di PC melalui emulator Nintendo Switch 2, bahkan sebelum permainan tersebut resmi dirilis. Capaian ini menjadi sorotan karena menunjukkan laju emulasi konsol generasi baru Nintendo yang bergerak sangat cepat.

Informasi ini pertama kali mencuat melalui kanal YouTube Unreal Gaming PC, yang menampilkan rekaman gameplay remake Ocarina of Time berjalan di PC menggunakan emulator bernama Lichii. Emulator tersebut disebut sebagai proyek eksperimental dan open-source yang ditulis dengan bahasa C++, serta dibangun di atas fondasi proyek sebelumnya seperti Eglantine, Eden, yuzu, dan Sudachi.

Performa Masih Naik-Turun

Berdasarkan rekaman yang beredar, permainan dijalankan pada PC berperforma tinggi dengan prosesor AMD Ryzen 7 9800X3D, kartu grafis Nvidia GeForce RTX 4080, dan memori 64GB. Pada build awal, adegan pembuka dapat berjalan hingga 60 fps, tetapi performa anjlok ke kisaran 20 fps saat masuk ke bagian gameplay. Efek bloom yang berlebihan juga terlihat jelas di layar.

Meski belum sepenuhnya nyaman dimainkan, kemajuan ini tetap dianggap mengejutkan. Pasalnya, remake tersebut belum tersedia secara resmi saat rekaman dibuat. Sejumlah laporan menyebut beberapa pengecer telah mengirimkan salinan fisik lebih awal atau mengizinkan pembelian sebelum tanggal rilis, sehingga memicu kebocoran file permainan.

Perkembangan selanjutnya terjadi cukup pesat. Pada hari peluncuran resmi, 5 November, permainan dilaporkan berjalan di PC pada kisaran 15 hingga 30 fps dengan sejumlah kesalahan visual. Hanya dalam hitungan satu hari, emulator Lichii diklaim telah memperbaiki sebagian besar masalah, dengan adegan pembuka dan area Great Deku Tree berjalan pada 60 fps.

Salah satu pengguna bahkan mengaku melihat versi yang berjalan pada resolusi 4K dengan 60 fps, tanpa efek bloom, artefak, maupun efek gerak lambat, meski masih tersisa sedikit stutter. Sementara itu, pada emulator lain bernama Eglantine, versi yang dapat dimainkan tercatat masih memiliki glitch tekstur, kesalahan pencahayaan, dan audio yang tidak sinkron.

Perbaikan Teknis dan Campur Tangan DLSS

Repositori GitHub Eglantine menunjukkan aktivitas intens, dengan dua cabang khusus untuk Ocarina of Time yang didorong dalam satu hari. Cabang pertama, “fix/oot-blackscreen”, ditujukan untuk memperbaiki kilatan putih akibat reset penghitung oklusi oleh penjadwal Vulkan, sekaligus perbaikan shader untuk perangkat keras AMD dan rendering vegetasi. Cabang kedua, “oot-optimisation-fixes”, menghadirkan pipeline caching dan pemrosesan background-thread untuk meningkatkan performa.

Selain itu, YouTuber ElAnalistaDeBits memperlihatkan penyuntikan teknologi DLSS milik NVIDIA untuk menghilangkan efek shimmering yang muncul akibat implementasi FSR 1.0 dalam permainan. Menariknya, meskipun perangkat keras Switch 2 kompatibel dengan DLSS dan teknologi itu kerap digunakan pengembang pihak ketiga, sejumlah game Nintendo, termasuk Ocarina of Time, masih memakai FSR 1.0.

Kemajuan ini tidak lepas dari terbukanya akses terhadap sistem Switch 2. Beberapa waktu sebelumnya, sejumlah sumber melaporkan emulasi Switch 2 menjadi kenyataan hanya beberapa hari setelah ditemukannya eksploit webkit pada perangkat lunak sistem konsol, yang memungkinkan firmware di-dump. Eksploit seperti ns2jb juga disebut menyerang celah pada sistem berkas konsol, sehingga memungkinkan modifikasi judul generasi terbaru atau pembuatan dump permainan.

Judul-judul eksklusif seperti Mario Kart World, Donkey Kong Bananza, Splatoon Raiders, Pokemon Pokopia, dan Fire Emblem Fortune’s Weave dilaporkan sempat ditampilkan berjalan di PC dan Mac. Alat ekstraksi buatan modder Kurumuz disebut berperan dalam proses dump firmware tersebut, sementara peneliti lain berhasil mengekstraksi berkas permainan terdekripsi untuk Mario Kart World dan sejumlah judul lain.

Respons dan Sorotan Industri

Lichii sendiri memiliki akar langsung pada aplikasi generasi sebelumnya seperti yuzu, yang pernah menjadi mesin bagi maraknya pembajakan Switch. yuzu sebelumnya menghentikan pengembangan setelah mencapai penyelesaian sengketa hukum dengan Nintendo of America pada 2024. Hingga kini, Nintendo belum memberikan pernyataan resmi terkait beredarnya rekaman remake Ocarina of Time yang berjalan di PC.

Nintendo tampaknya telah mengambil langkah halus untuk membendung eksploit Switch 2. Diduga karena menjadi pintu masuk bagi eksploit ns2jb, perusahaan menghapus SmileBASIC 4 dari eShop. Belakangan, beredar rumor bahwa pengecer menarik kembali kartrid Civilization 7, judul Switch orisinal yang disebut memunculkan eksploit akses userland bernama CivSwitch.

Meski penjualan pre-order disebut mencetak rekor, situasi ini tetap menjadi momen krusial bagi Nintendo untuk mengamankan pendapatan. Di sisi lain, performa PC yang belum optimal membuat banyak pemain kemungkinan tetap setia pada perangkat genggam. Perkembangan zelda ocarina of time remake emulator ini pun menjadi pengingat bahwa upaya reverse engineering terhadap konsol baru bergerak lebih cepat dari yang diperkirakan banyak pihak.

Ke depan, yang perlu dicermati adalah sejauh mana tim pengembang emulator mampu menutup celah performa dan bug visual, sekaligus bagaimana Nintendo merespons gelombang emulasi yang datang bahkan sebelum permainan resmi dijual. Bagi penggemar, rekaman yang beredar saat ini lebih tepat dipandang sebagai demonstrasi teknis ketimbang pengalaman bermain yang sudah matang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *