Polda Banten: Helm, Jeriken, dan 2 Life Jacket Temuan Bukan Milik Kapal Wartawan

Polda Banten: Helm, Jeriken, dan 2 Life Jacket Temuan Bukan Milik Kapal Wartawan
Polda Banten: Helm, Jeriken, dan 2 Life Jacket Temuan Bukan Milik Kapal Wartawan

Cakrawala News – 16 September 2026 | Polda Banten: Helm, jeriken, dan 2 life jacket temuan bukan milik kapal wartawan. Kepastian itu disampaikan setelah petugas memeriksa barang-barang yang ditemukan di perairan Selat Sunda sebelah timur Pulau Rakata dan mencocokkannya dengan perlengkapan KM Arupadhatu 1, kapal cepat yang membawa lima jurnalis dan tiga warga yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kepala Bidang Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan tiga jenis barang yang ditemukan terdiri atas helm plastik merah, jeriken plastik biru bertutup hitam, serta dua jaket pelampung berwarna oranye. Pemeriksaan dilakukan dengan membandingkan karakteristik barang temuan dengan perlengkapan yang tersedia di kapal.

Life jacket bertulisan MILLES.II tidak sesuai perlengkapan kapal

Menurut Maruli, dua life jacket berwarna oranye yang ditemukan memiliki tulisan MILLES.II. Setelah dikonfirmasi kepada pemilik KM Arupadhatu 1, jenis pelampung tersebut dinyatakan tidak sesuai dengan perlengkapan kapal.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal karena life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning, dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES.II,” kata Maruli dalam keterangan tertulis yang diterima di Tangerang, Minggu (13/9/2026).

Pemeriksaan serupa dilakukan terhadap jeriken berwarna biru yang ditemukan di lokasi pencarian. Hasil pengecekan menunjukkan adanya perbedaan karakteristik antara jeriken temuan dan wadah yang digunakan KM Arupadhatu 1, baik dari segi bentuk, ukuran, maupun isinya.

Maruli menjelaskan jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, memiliki tutup berwarna putih, dan polos tanpa penanda. Adapun jeriken yang ditemukan berwarna biru tua, berkapasitas 35 liter, berbentuk panjang, memiliki tutup berwarna hitam, serta terdapat tulisan pada bagian badan jeriken.

Selain bentuknya berbeda, isi jeriken temuan juga mengeluarkan aroma minyak sayur. Sementara itu, KM Arupadhatu 1 menggunakan bahan bakar Pertamax. Perbedaan ini memperkuat kesimpulan bahwa jeriken tersebut bukan bagian dari perlengkapan kapal yang membawa rombongan jurnalis.

Helm merah juga bukan perlengkapan kapal

Polda Banten juga memastikan helm plastik berwarna merah yang ditemukan bukan perlengkapan KM Arupadhatu 1. Kapal tersebut diketahui tidak memiliki maupun menyediakan helm dengan jenis itu.

Dengan temuan tersebut, kepolisian meminta masyarakat tidak terburu-buru mengaitkan setiap barang yang ditemukan dengan delapan orang yang masih hilang. Maruli mengimbau warga tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi,” ujarnya.

Kesimpulan itu juga mencakup temuan di hari keenam pencarian berupa tiga jaket pelampung, dua buah terpal, dan satu galon air. Menurut Maruli, hasil pendalaman dan pencocokan memastikan objek-objek tersebut tidak berkaitan dengan lima jurnalis dan tiga warga yang hilang kontak dari speed boat Arupadhatu 1.

Selain barang, Polda Banten memastikan sesosok mayat yang ditemukan sekitar muara Sungai Kali Terate, Kramatwatu, bukan salah satu dari delapan orang yang hilang. Kesimpulan itu diperoleh berdasarkan pencocokan data primer terhadap jenazah yang ditemukan.

“Dari hasil data primer dipastikan bahwa mayat tersebut bukan dari teman-teman yang hilang kontak dari kapal speed boat Arupadhatu 1,” ucap Maruli.

Pencarian diperluas ke enam sektor

Sementara itu, Tim SAR gabungan memperluas dan membagi area pencarian KM Arupadhatu 1 menjadi enam sektor dengan total luas 6.010 mil laut persegi. Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas, Rangga Aribowo, menyebut enam sektor tersebut terdiri atas lima sektor laut, yakni Sektor V, W, X, Y, dan Z, serta satu sektor udara.

“Untuk luas area pencarian 6.010 mil laut persegi, pencariannya cukup luas dan dibagi menjadi enam sektor, terdiri dari lima sektor laut dan satu udara,” kata Rangga.

Terkait penemuan sesosok mayat di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, Polda Banten masih menunggu hasil pencocokan DNA untuk memastikan identitasnya. Jenazah tersebut telah dievakuasi dari Pulau Enggano menggunakan pesawat menuju Polda Bengkulu dan pada Senin (14/9) telah menjalani proses otopsi.

Pihak kepolisian selanjutnya akan mencocokkan sampel DNA jenazah dengan DNA keluarga delapan warga yang telah diambil sebelumnya. Maruli meminta waktu untuk menjelaskan hasilnya setelah pemeriksaan DNA dari Polda Bengkulu rampung.

Kepastian bahwa helm, jeriken, dan dua life jacket temuan bukan milik kapal wartawan menjadi penanda penting bahwa proses pencarian masih membutuhkan verifikasi ketat. Publik diharapkan menunggu informasi resmi dari kepolisian dan tim SAR agar tidak menimbulkan spekulasi yang dapat mengganggu operasi pencarian delapan orang yang hingga kini belum ditemukan.

Exit mobile version