Zheng Qinwen Rayakan Gelar China Open dengan Karaoke di Depan Publik Beijing

Zheng Qinwen Rayakan Gelar China Open dengan Karaoke di Depan Publik Beijing
Zheng Qinwen Rayakan Gelar China Open dengan Karaoke di Depan Publik Beijing

Cakrawala News – 12 Oktober 2026 | Petenis China, Zheng Qinwen, merayakan gelar juara China Open dengan cara yang tidak biasa: menyanyikan karaoke di hadapan ribuan penonton di Beijing. Momen tersebut terjadi tak lama setelah ia mengalahkan Mirra Andreeva pada final yang berlangsung Minggu, 11 Oktober 2026.

Zheng, yang tampil sebagai wildcard, menang 7-5, 6-4 atas unggulan keempat asal Rusia itu. Ia menjadi perempuan China pertama yang menjuarai turnamen WTA 1000 di Beijing, sekaligus meraih gelar pertamanya di level tersebut.

Selamatkan Tiga Set Point

Jalannya pertandingan tidak mudah bagi Zheng. Pada set pertama, ia sempat tertinggal dan harus menyelamatkan tiga set point sebelum akhirnya berbalik memenangi set tersebut dengan skor 7-5. Pola serupa terulang di set kedua, ketika Andreeva yang berusia 19 tahun kembali memimpin di fase awal sebelum dikejar oleh Zheng dan ditutup 6-4.

Duel berlangsung selama satu jam 43 menit. Zheng terjatuh ke lantai lapangan begitu mengunci match point, lalu menyapa penonton tuan rumah yang disebut sumber sebagai pendukung yang riuh.

BBC Sport melaporkan bahwa Zheng masuk turnamen ini sebagai wildcard dengan peringkat 54 dunia. Kemenangan tersebut membawanya naik 31 posisi di peringkat dunia, dan menurut laporan Tennis365, ia kini berada di peringkat ke-23 setelah sebelumnya sempat berada di luar 100 besar pada awal tahun ini.

Pidato Elegan dan Momen Karaoke

Usai pertandingan, Zheng menyampaikan pidato yang menyoroti lawannya. Ia mengucapkan selamat kepada Andreeva atas gelar Roland Garros yang diraih petenis muda itu, sesuatu yang menurutnya belum pernah ia sampaikan secara langsung.

“The feeling was incredible. To win here in Beijing in front of my home crowd is one of my dreams,” kata Zheng.

Ia juga mengakui telah melalui tahun yang berat. “I’ve been through a very, very tough year,” ujarnya, seperti dikutip BBC Sport.

Selepas pidato keduanya selesai, Zheng menerima mikrofon dan mulai bernyanyi untuk penonton yang memadati arena. Aksi karaoke itu menjadi penutup perayaan yang tak biasa dalam sebuah turnamen tenis profesional.

Momen tersebut bukan kali pertama Zheng menghibur penonton. Setelah mengalahkan Marie Bouzkova di babak ketiga, ia sempat melakukan pose ala superhero di hadapan para penggemar.

Akhiri Puasa Gelar Dua Tahun

Bagi Zheng, gelar ini mengakhiri puasa gelar selama dua tahun. Petenis berusia 24 tahun itu menjalani operasi siku pada tahun lalu dan sempat kesulitan menjaga performa serta kebugaran selama 12 bulan terakhir.

Sepanjang kariernya, ini menjadi gelar keenam bagi Zheng secara keseluruhan. Ia juga pernah mencapai final Australian Open, hasil yang menempatkannya sebagai salah satu nama yang diperhitungkan di papan atas tenis putri.

Di sisi lain, Andreeva datang sebagai unggulan keempat dan sempat mendominasi fase awal kedua set. Namun, ia gagal mempertahankan keunggulan dan harus puas menjadi runner-up.

Karaoke sebagai Fenomena Lintas Dunia

Momen karaoke Zheng menambah panjang daftar bagaimana aktivitas bernyanyi ini menembus berbagai lini kehidupan, mulai dari perayaan olahraga hingga bisnis hiburan.

Di Amerika Serikat, sebuah bar karaoke bernama Sips Karaoke Bar + Lounge direncanakan hadir di kawasan Factory 52, Norwood, Cincinnati. Tempat usaha yang digagas pasangan suami-istri Rieley dan Taylor Armour itu akan menempati ruang seluas 2.825 kaki persegi di 4590 Beech St. dan ditargetkan buka pada Januari 2027.

Berbeda dari bar karaoke kebanyakan yang mengandalkan panggung terbuka, Sips akan menyediakan enam pod bernyanyi privat berukuran untuk kelompok empat hingga 12 orang dan dapat dipesan per jam. Konsep itu menyasar perempuan berusia 21 hingga 35 tahun, dengan menu yang berpusat pada anggur manis serta makanan ringan seperti charcuterie dan dips. Jika beroperasi sesuai rencana, Sips akan menjadi tempat pertama di Factory 52 yang khusus diperuntukkan bagi pengunjung berusia 21 tahun ke atas.

Sementara itu, di Meksiko, Netflix dan merek eKids meluncurkan mikrofon karaoke Bluetooth yang terinspirasi film animasi KPop Demon Hunters. Perangkat bergaya grup fiktif HUNTR/X itu menyasar segmen anak-anak, dilengkapi fungsi pengubah suara, kontrol gema, dan lampu LED multicolor yang menyinkronkan diri dengan irama lagu. Produk ini dipasarkan di Amazon Meksiko dengan harga 623,91 peso.

Di Prancis, karaoke juga digunakan sebagai sarana membangun hubungan antargenerasi. Dalam rangkaian Semaine bleue, Centre communal d’action sociale di Lézignan-Corbières menggelar karaoke bersama antara anak-anak dan penghuni panti jompo La Capounada. Kegiatan itu dihadiri Corinne Armero, wakil wali kota yang bertanggung jawab atas urusan lanjut usia, dan delegasinya, Christine Foulquier.

Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya

Bagi Zheng, gelar China Open menjadi titik balik setelah periode sulit akibat cedera. Posisinya di peringkat 23 dunia memberi modal untuk menghadapi rangkaian turnamen berikutnya, meski tantangan menjaga konsistensi tetap besar.

Momen karaoke di lapangan juga memperlihatkan sisi lain dari seorang atlet yang tengah bangkit, sekaligus menegaskan bahwa karaoke tetap menjadi bahasa universal yang menyatukan penonton, penggemar, dan pelaku usaha di berbagai belahan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *