Zverev Tantang Shelton di Final US Open, Tiafoe Tumbang di Semifinal

Cakrawala News – 13 September 2026 | Ben Shelton melaju ke final US Open 2026 setelah mengalahkan sesama petenis Amerika Serikat, Frances Tiafoe, dengan skor 4-6, 6-3, 6-3, 7-5 pada laga semifinal di Flushing Meadows, New York. Kemenangan atas Tiafoe membawa Shelton ke final Grand Slam pertamanya dan mempertemukannya dengan unggulan teratas asal Jerman, Alexander Zverev, pada partai puncak Minggu. Laga ini menjadi sorotan karena Shelton berpeluang mengakhiri paceklik gelar tunggal putra Amerika Serikat di turnamen mayor yang bertahan sejak Andy Roddick menang di US Open 2003.

Zverev memastikan tempat di final setelah menundukkan Karen Khachanov dalam dua set langsung. Petenis Jerman itu menang 6-3, 7-6, 7-6 dan harus melewati dua tiebreak ketat sebelum akhirnya menutup pertandingan. Hasil ini membawa Zverev ke final US Open keduanya sekaligus final Grand Slam ketiga secara beruntun pada musim ini.

Duel Kelima antara Zverev dan Shelton

Bagi Shelton, final ini menjadi ujian terberat. Ia belum pernah mengalahkan Zverev dalam lima pertemuan sebelumnya, dan 10 dari 11 set yang mereka mainkan dimenangkan oleh petenis peringkat dua dunia tersebut. Rekor pertemuan itu menjadi catatan penting menjelang partai puncak, meski Shelton menegaskan dirinya tidak terbebani.

“Bagi saya, seluruh turnamen ini sudah menjadi wilayah yang belum pernah saya jelajahi. Saya berada di posisi yang belum pernah saya alami sebelumnya. Saya sudah mengalahkan pemain-pemain yang belum pernah saya kalahkan,” kata Shelton, dikutip dari laporan Associated Press.

Ia menambahkan bahwa dirinya berusaha menikmati momen tersebut tanpa terlalu memikirkan besarnya tekanan. Menurut Shelton, ia tetap menjalani rutinitas bersama tim dan orang-orang terdekatnya di New York.

Sejarah yang Menanti Shelton

Jika menang, Shelton akan menjadi petenis Amerika Serikat pertama yang merebut gelar tunggal putra Grand Slam sejak Roddick pada 2003. Ia juga berpeluang menjadi pria kulit hitam Amerika pertama yang menjuarai turnamen terbesar negaranya sejak Arthur Ashe pada 1968.

Petenis berusia 23 tahun asal Georgia itu lahir pada Oktober 2002, sembilan bulan sebelum Roger Federer meraih gelar mayor pertamanya di Wimbledon. Sepanjang dua dekade berikutnya, dominasi Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic membuat peluang petenis Amerika Serikat di turnamen mayor menjadi langka.

Perjalanan Shelton di US Open kali ini memang tidak biasa. Ia menyingkirkan juara bertahan Carlos Alcaraz pada perempat final dalam laga yang berakhir pukul 03.33 dini hari, menjadi penyelesaian pertandingan paling larut dalam sejarah US Open. Setelah itu, ia melewati hadangan Tiafoe dalam duel sesama petenis Amerika yang berlangsung menghibur dan disaksikan penonton penuh di Flushing Meadows.

Zverev Incar Gelar Kedua Musim Ini

Di sisi lain, Zverev datang dengan modal kuat. Ia sudah mengoleksi gelar French Open musim ini, mencapai final Wimbledon, dan kini mencatat rekor 24-2 di Grand Slam sepanjang 2026. Final US Open ini juga menjadi kesempatan baginya untuk memperbaiki hasil runner-up pada 2020, ketika ia kalah dari Dominic Thiem setelah unggul dua set lebih dulu.

“Semoga saya tidak membuat mimpi Amerika menjadi kenyataan pada hari Minggu,” ujar Zverev, seperti dikutip dari laporan yang sama.

Petenis Jerman itu menyebut US Open sebagai salah satu turnamen favoritnya dan mengaku senang bisa kembali bersaing di tahap akhir turnamen. Ia menegaskan bahwa dirinya berada di posisi yang memang ia inginkan.

Dukungan Penonton dan Sorotan Publik

Laga final nanti diprediksi akan didominasi dukungan untuk Shelton. Penonton di Flushing Meadows sebelumnya terbelah saat Shelton dan Tiafoe bertemu di semifinal, tetapi situasi diperkirakan berubah ketika hanya ada satu wakil tuan rumah yang tersisa di final.

Mantan juara US Open, Andy Roddick, turut memberikan analisisnya. Dalam podcast Served with Andy Roddick, ia menilai fokus Shelton dalam dua pertandingan terakhirnya berbeda dan tampil lebih tajam. Roddick juga memprediksi final melawan Zverev akan menjadi laga yang menarik bagi para penggemar.

Shelton sendiri sempat mencuri perhatian dengan reaksinya terhadap penonton ternama di tribun. Ia mengaku terkejut melihat bintang New York Knicks, Jalen Brunson, hadir menyaksikan laga semifinalnya. Selain Brunson, aktor Matthew McConaughey juga termasuk di antara penonton yang hadir.

“Saya terus melihat ke layar dan berpikir, astaga, Jalen Brunson ada di sini,” kata Shelton usai pertandingan, seperti dilaporkan The Big Lead.

Nama Shelton semakin menjadi perbincangan publik, termasuk soal hubungannya dengan bintang NWSL, Trinity Rodman. Publik pun menantikan apakah Rodman bisa hadir di final, mengingat klubnya, Washington Spirit, juga memiliki jadwal pertandingan pada hari yang sama.

Final US Open antara Zverev dan Shelton akan menjadi pertemuan yang mempertemukan pengalaman melawan ambisi sejarah. Bagi Shelton, ini adalah kesempatan emas untuk mengubah catatan pertemuan dan mengakhiri penantian panjang Amerika Serikat. Bagi Zverev, ini adalah peluang menambah koleksi gelar mayor dan menutup luka final 2020. Hasil akhir laga ini akan menjadi penentu narasi besar tenis putra pada musim ini.

Exit mobile version