Cakrawala News – 21 Oktober 2026 | Getafe masih belum merasakan kekalahan di kandang sendiri pada musim ini, dan catatan itu menjadi modal penting jelang dua laga berat yang menanti. Klub asal Madrid tersebut akan bertandang ke San Mames untuk menghadapi Athletic Club pada Minggu, 25 Oktober 2026, setelah sebelumnya menjamu Lugano di ajang Conference League pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Menurut laporan Marca, Getafe telah mengumpulkan seluruh sembilan poinnya di LaLiga musim ini dari pertandingan di Coliseum. Rinciannya, dua kemenangan di liga dan satu di Conference League, plus tiga hasil imbang. Namun, di luar kandang, pasukan asuhan Jose Bordalas baru mampu memetik angka saat bermain di Eropa melawan Universitatea Craiova.
Hasil imbang 1-1 melawan Rayo Vallecano, Senin lalu, menjadi gambaran karakter tim ini. Bermain lebih dari satu jam dengan sepuluh orang setelah Djené dikartu merah, Getafe yang sempat tertinggal mampu menyamakan kedudukan lewat gol Martin Satriano. Tambahan satu poin itu membuat mereka masih berada dua poin di atas zona degradasi.
Modal Kandang dan Ujian di San Mames
Rekor kandang yang solid itu akan diuji ketika Getafe bertamu ke markas Athletic Club. Berdasarkan data pratinjau pertandingan, Athletic Club yang dijuluki The Lions sedang menempati posisi dengan catatan dua kemenangan, tiga imbang, dan dua kekalahan. Sementara Getafe mengoleksi dua kemenangan, tiga imbang, dan empat kekalahan.
Dalam laga di San Mames tersebut, Athletic Club dipatok sebagai favorit dengan harga -132, sedangkan Getafe berpeluang menang di angka +110. Total gol pertandingan ditetapkan 3. Kiper Unai Simon dijadwalkan menjaga gawang tuan rumah, sementara David Soria berdiri di bawah mistar Getafe.
Statistik kedua tim menunjukkan tantangan yang berbeda. Athletic Club tercatat telah kebobolan enam gol dengan rata-rata 0,86 gol per 90 menit, mencatat empat clean sheet, serta mengumpulkan 15 kartu kuning dan satu kartu merah. Tim ini juga mencatat 22,4 expected goals dan selisih gol plus satu dari tujuh gol yang dicetak serta enam yang kemasukan.
Di kubu Getafe, produktivitas menjadi sorotan. Tim berjuluk The Deep Blues itu baru mencetak lima gol, meski expected goals mereka mencapai 21,3. Rata-rata kebobolan mereka 1,22 gol per 90 menit dengan 31 penyelamatan dan dua clean sheet. Getafe juga mengumpulkan 34 kartu kuning dan empat kartu merah, serta mencatat rata-rata satu poin per pertandingan dengan tiga assist.
Meski begitu, laporan yang sama menyebut Getafe berada di peringkat ketujuh untuk jumlah gol kebobolan dengan 11 gol, dengan selisih gol minus enam. Catatan ini menunjukkan lini belakang mereka relatif lebih rapi dibandingkan produktivitas serangan.
Kiper dan Tokoh Kunci
Duel di bawah mistar menjadi salah satu daya tarik. Unai Simon telah tampil dalam 271 pertandingan sebagai starter dengan catatan 106 kemenangan, 75 imbang, dan 90 kekalahan. Kiper timnas Spanyol itu mencatat 85 clean sheet, rata-rata kebobolan 1,10 gol per 90 menit, dan persentase penyelamatan 68,9 persen.
Sementara David Soria, penjaga gawang Getafe, memiliki rekornya sendiri. Dalam 346 pertandingan sebagai starter, ia mencatat 114 kemenangan, 100 imbang, dan 132 kekalahan, dengan 118 clean sheet serta persentase penyelamatan 70,7 persen. Rata-rata kebobolan Soria adalah 1,07 gol per 90 menit.
Di lini depan Athletic Club, Inaki Williams menjadi ancaman utama. Penyerang asal Ghana itu telah mencetak 113 gol dalam 37.803 menit bermain, dengan rata-rata 0,27 gol per 90 menit, serta mencatat 62 assist sepanjang kariernya.
Jadwal Padat dan Ambisi Eropa
Sebelum menghadapi Athletic Club, Getafe lebih dulu menjamu Lugano pada pertandingan kedua fase liga Conference League, Kamis, 22 Oktober 2026. Laga ini menjadi kesempatan bagi Bordalas dan anak-anak asuhnya untuk meraih tiga poin penuh, menambah koleksi menjadi empat angka, dan membuka peluang lolos ke fase berikutnya.
Musim ini memang istimewa bagi Getafe. Mereka kembali tampil di kompetisi Eropa setelah terakhir kali mentas pada musim 2019/20, ketika mencapai babak 16 besar Europa League sebelum tersingkir oleh Inter Milan. Kini, untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, Getafe tampil di Conference League.
Perjalanan mereka di fase liga tidak akan mudah. Selain Lugano, Getafe masih harus menghadapi Brighton, Iberia 1999, Inter Escaldes, dan Ajax. Karena itu, hasil positif atas Lugano dinilai penting untuk memperbaiki posisi di klasemen dan membangun momentum.
Saat ini Getafe berada di peringkat ke-15 klasemen Conference League, sementara Lugano menempati posisi kedelapan berkat kemenangan 3-2 atas Red Star Belgrade pada laga pembuka. Di sisi lain, Lugano sedang dalam performa impresif dengan lima kemenangan beruntun di semua kompetisi, termasuk kemenangan 4-0 atas Pully di Piala Nasional Swiss akhir pekan lalu.
Di LaLiga, posisi Getafe juga belum sepenuhnya aman. Mereka sempat disebut berada di peringkat ke-14 setelah imbang melawan Rayo Vallecano, dengan raihan poin yang seluruhnya berasal dari kandang. Kebutuhan untuk mulai mendulang angka di luar Coliseum menjadi pekerjaan rumah yang mendesak bagi Bordalas.
Dengan jadwal padat dan lawan-lawan tangguh, dua pertandingan berikutnya akan menjadi tolok ukur arah musim Getafe. Konsistensi di kandang telah menjadi fondasi, tetapi kemampuan meraih hasil di laga tandang, termasuk di San Mames, akan menentukan seberapa jauh langkah mereka di liga domestik maupun di pentas Eropa.












