Cakrawala News – 04 Oktober 2026 | Alessandro Bastoni bungkam publik Paris dan buktikan ketangguhan Italia setelah mencetak gol penyeimbang dalam laga krusial UEFA Nations League A 2026/2027 melawan Prancis di Stade de France, Saint-Denis, Sabtu (3/10/2026) dini hari WIB. Gol bek tengah Inter Milan itu membalas tendangan bebas Michael Olise dan memaksa pertandingan berakhir imbang 1-1, sekaligus menggagalkan rencana tuan rumah merayakan kemenangan di hadapan pendukung sendiri.
Hasil ini menjadi sinyal positif bagi perjalanan Gli Azzurri di kompetisi tersebut. Italia sempat tertinggal lebih dulu sebelum Bastoni muncul sebagai penyelamat setelah memanfaatkan kesalahan pemain tuan rumah. Laga di Paris itu juga menandai kembalinya sang bek ke skuad Azzurri setelah sempat absen lama akibat kartu merah fatal pada laga play-off terdahulu.
Gol Kedua Beruntun dan Kepercayaan Diri yang Kembali
Gol ke gawang Prancis melanjutkan catatan apik Bastoni bersama tim nasional Italia dalam dua pertandingan terakhir. Sebelumnya, pemain berusia 25 tahun itu juga mencetak gol saat Italia menghancurkan Turki dengan skor 4-1. Ia pun kini menjelma menjadi salah satu pencetak gol tersubur dalam era kepelatihan Roberto Mancini.
Kepada RAI Sport, Bastoni mengaku tidak menyangka bisa mencetak dua gol, namun menegaskan dirinya tidak pernah kehilangan kepercayaan diri. Ia menyebut momen-momen sulit yang sempat menerpanya, termasuk badai kritik dan spekulasi transfer mengenai masa depannya di Serie A, tidak sampai merusak karier profesionalnya yang kini telah melampaui 300 pertandingan.
“Saya tidak menyangka bisa mencetak dua gol, namun saya tidak pernah kehilangan kepercayaan diri,” tutur bek bertubuh jangkung tersebut saat merefleksikan kebangkitannya.
Bastoni juga mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada pihak keluarga karena selalu memberikan dukungan moral pada masa-masa sulit. Dukungan itu, menurutnya, menjadi salah satu faktor yang membantunya bangkit dan kembali berkontribusi bagi tim nasional.
Ujian Berat di Stade de France
Tim asuhan Roberto Mancini datang ke Stade de France dengan tekad besar untuk merusak rencana perayaan kemenangan kubu tuan rumah. Bastoni mengungkapkan bahwa seluruh anggota skuad berjuang ekstra keras dan menderita bersama demi mempertahankan kedisiplinan taktik sepanjang pertandingan.
“Pertandingan ini sangat sulit dan kami sudah mengetahuinya, tetapi saya sangat senang dengan performa tim keseluruhan,” ujar Bastoni kepada RAI Sport.
Ia menambahkan bahwa fokus utamanya setelah mencetak gol adalah memastikan lini pertahanan Italia tidak kebobolan lagi oleh gempuran pemain bintang Prancis. Bastoni menilai penampilan Italia di Paris membuktikan bahwa timnya mampu bersaing menghadapi lawan dengan kualitas tinggi, meski berada dalam tekanan pada sejumlah momen.
Menurut Bastoni, rekan-rekannya mampu menjaga semangat untuk mendapatkan hasil positif. Ia menyebut timnya sejak awal sudah memahami bahwa mereka harus bekerja keras jika ingin membawa pulang poin dari Paris.
“Kami sangat memercayai peluang kemenangan sejak awal pertandingan dimulai,” ucap Bastoni menutup sesi wawancaranya dengan optimistis.
Sejarah dan Peluang yang Hampir Tercuri
Sejarah mencatat bahwa tim nasional Prancis selalu kesulitan menjaga kesucian gawang mereka dari serangan Italia sejak pertemuan terakhir pada September 2007 silam. Tren tersebut berlanjut di laga kali ini, ketika Italia mampu menyamakan kedudukan dan nyaris mencuri kemenangan penuh.
Keunggulan jumlah pemain setelah Dayot Upamecano menerima kartu merah pada menit-menit akhir bahkan hampir membuat tim tamu membawa pulang tiga poin. Situasi itu memperlihatkan bahwa Italia tidak hanya bertahan, tetapi juga berupaya memanfaatkan setiap celah untuk menyerang.
Bagi Bastoni, hasil imbang di Paris ini menjadi modal berharga bagi skuad Azzurri untuk menghadapi rangkaian pertandingan UEFA Nations League berikutnya. Ia berharap hasil tersebut menjadi tambahan kepercayaan diri sebelum menghadapi pertandingan selanjutnya.
Kendati demikian, hasil imbang ini juga menyisakan catatan bagi Italia. Kemampuan menahan gempuran Prancis di kandang sendiri menunjukkan ketangguhan lini pertahanan, namun efektivitas serangan masih perlu ditingkatkan agar peluang kemenangan dapat dikonversi menjadi poin penuh pada laga-laga berikutnya.
Dengan tambahan kepercayaan diri dari laga di Paris, Alessandro Bastoni bungkam publik Paris dan buktikan ketangguhan Italia sekaligus menegaskan bahwa skuad Azzurri siap menghadapi siapa pun di kompetisi ini. Perjalanan Italia di UEFA Nations League A 2026/2027 akan menjadi ujian berikutnya untuk membuktikan bahwa hasil di Stade de France bukan sekadar kebetulan.
