Alumni AAL 2002 Kolonel Fuad Hasan Jadi Calon Komandan Kapal Induk KRI Sriwijaya

Alumni AAL 2002 Kolonel Fuad Hasan Jadi Calon Komandan Kapal Induk KRI Sriwijaya
Alumni AAL 2002 Kolonel Fuad Hasan Jadi Calon Komandan Kapal Induk KRI Sriwijaya

Cakrawala News – 20 September 2026 | Alumni AAL 2002 Kolonel Fuad Hasan jadi calon komandan kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya. Penunjukan perwira lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 2002 itu diumumkan Markas Besar TNI Angkatan Laut menjelang serah terima kapal induk ringan dari Italia kepada Indonesia pada 24 September 2026.

Fuad mengaku sangat terhormat mendapatkan kepercayaan memimpin kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia. Ia menyebut posisi ini sebagai tonggak sejarah yang tidak pernah terbayangkan ketika dirinya masih berpangkat letnan dua.

“Tidak terbayang pada saat itu (lulus AAL) saya Letda, Angkatan Laut punya kapal induk. Dulu belum terbayang juga saya sampai ke step komandan dan hari ini ataupun pada saat ini, kita mengalami milestone ini,” kata Fuad saat diwawancarai awak media di depan kapal induk Giuseppe Garibaldi di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat.

Mantan Komandan KRI Raden Edy Martadinata-331 itu menjelaskan, dirinya bersama 100 personel TNI AL lain terpilih melalui seleksi yang cukup ketat. Setelah lolos, mereka menjalani pelatihan khusus di Komando Armada II Surabaya selama kurang lebih satu bulan, lalu melanjutkan familiarisasi di Pangkalan Angkatan Laut Italia di Taranto selama sekitar satu bulan.

400 Personel Disiapkan Awaki KRI Sriwijaya

TNI Angkatan Laut menyiapkan 400 personel untuk mengawaki KRI Sriwijaya setelah kapal induk Giuseppe Garibaldi resmi diserahterimakan dari Italia kepada Indonesia pada 24 September 2026. Jumlah itu terdiri atas 100 personel yang telah berada di kapal dan 300 personel tambahan yang telah menjalani pelatihan.

“Ada 300 orang personel TNI AL ini akan bergabung setelah peresmian,” kata Fuad di depan kapal induk Giuseppe Garibaldi yang bersandar di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok.

Sebanyak 300 personel tersebut sebelumnya mengikuti pelatihan secara bertahap di Komando Latihan Koarmada I, Jakarta. Materi yang diterima mencakup teori pengoperasian kapal induk hingga tata cara dan prosedur selama bertugas di kapal. Setelah proses serah terima, mereka akan bergabung dengan 100 personel TNI AL yang lebih dahulu berada di Giuseppe Garibaldi dan mengikuti pendidikan pengoperasian kapal.

“Jadi, kru total kami adalah 400 orang dan di dalamnya kami nanti ada prajurit wanita, ada Kowal juga,” ujar Fuad.

Sebanyak 100 personel TNI AL tersebut sebelumnya bersama sekitar 300 personel Angkatan Laut Italia mengawaki Giuseppe Garibaldi dalam pelayaran dari Italia menuju Indonesia. Pelantikan komandan KRI Sriwijaya rencananya dipimpin Presiden RI di lokasi yang sama pada Kamis, 24 September 2026.

Berlayar dengan Skema Joint Crew

Pelayaran ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia ke Indonesia menjadi pengalaman bersejarah karena untuk pertama kalinya kapal tersebut diawaki bersama oleh personel TNI AL dan Angkatan Laut Italia melalui skema joint crew. Kapal berangkat dari Italia pada 24 Agustus 2026.

Menurut Fuad, personel Indonesia tidak hanya menjalani proses pembelajaran dan familiarisasi, tetapi juga langsung mengawaki kapal, mulai dari penjagaan, memasak, hingga menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing.

“Joint crew itu gabungan kru Indonesia dan Italia, pada dasarnya kami ingin belajar bersama atau kami melaksanakan familiarisasi kepada kru Italia langsung, jadi sambil kami belajar, kami sambil mengawaki,” kata Fuad.

Ia menambahkan, selama proses pengawakan kapal, keterbatasan bahasa saat berkoordinasi dengan prajurit AL Italia dan penyesuaian teknologi sempat menjadi kendala. Namun, hal itu justru semakin mempererat hubungan antara prajurit TNI AL dan AL Italia.

“Jadi, kita ini berlayar bersama itu sudah seperti keluarga. Sudah bukan beda negara, ya memang kita angkatan laut berbeda, kita respect dengan aturan dan tradisi masing-masing,” ujarnya.

Melewati Laut Merah dengan Pengawalan Kapal Perang Eropa

Dalam perjalanan menuju Indonesia, Giuseppe Garibaldi melewati sejumlah perairan yang menjadi perhatian dari sisi keamanan maritim, yakni Laut Merah, Selat Bab el-Mandeb, hingga Teluk Aden. Fuad menyebut tiga perairan tersebut sebagai kawasan yang menjadi concern di bidang security maritime.

Karena melintasi kawasan berisiko keamanan, kapal induk Giuseppe Garibaldi mendapat pengawalan kapal perang negara-negara Eropa yang tergabung dalam EUNAVFOR ASPIDES. Operasi keamanan maritim Uni Eropa itu salah satu kegiatannya memberikan pengawalan kepada kapal-kapal niaga ketika melintasi kawasan Laut Merah.

“Jadi Aspides operation itu melaksanakan pengawalan kapal-kapal merchant ship yang dimiliki oleh negara-negara Eropa pada saat melewati ketiga perairan tersebut,” kata Fuad.

Dua kapal perang yang mengawal Giuseppe Garibaldi selama pelayaran tersebut adalah Italian Ship (ITS) Carlo Bergamini dan ITS Tonnerre. Pengalaman melintasi kawasan tersebut menambah dimensi tersendiri bagi pelayaran bersejarah kapal induk yang akan memperkuat armada TNI AL itu.

Penunjukan Alumni AAL 2002 Kolonel Fuad Hasan jadi calon komandan kapal induk Giuseppe Garibaldi menandai babak baru bagi TNI Angkatan Laut, yang untuk pertama kalinya akan mengoperasikan kapal induk. Keberadaan KRI Sriwijaya diharapkan memperluas kemampuan operasi laut Indonesia, termasuk dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan dan penanganan bencana seperti kebakaran hutan dan lahan.

Setelah pelantikan pada 24 September 2026, perhatian berikutnya tertuju pada kesiapan 400 personel kru, integrasi teknologi kapal, serta bagaimana kapal induk pertama Indonesia itu akan ditempatkan dalam struktur operasi TNI AL ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *