Cakrawala News – 13 Oktober 2026 | Apple kembali menjadi sorotan setelah menggelar acara bertajuk Welcome Home di New York, Selasa, 13 Oktober 2026. Acara ini bukan sekadar peluncuran produk biasa, melainkan langkah perusahaan asal Cupertino itu untuk memperluas ekosistemnya dari saku pengguna ke ruang tamu dan kamar tidur. Fokus utamanya adalah kecerdasan buatan yang terintegrasi di rumah serta layar pintar yang telah lama dinantikan.
Menurut informasi yang dihimpun dari pengumuman resmi perusahaan, acara dimulai pukul 15.00 waktu Spanyol atau 09.00 pagi waktu New York (EDT). Berbeda dari keynote besar yang biasanya digelar di Apple Park, Welcome Home dikemas sebagai presentasi berbasis produk dengan dukungan video, siaran pers, dan sesi tatap muka terbatas untuk media di New York. Karena bukan konferensi langsung dari markas besar, masyarakat tidak dapat menyaksikannya secara live. Liputan resmi hanya tersedia melalui kanal YouTube Apple dan situs web resmi apple.com.
Bukan Sekadar Peluncuran Perangkat
Langkah ini menandai pergeseran strategi Apple yang selama ini identik dengan iPhone. Perusahaan tampaknya ingin menjadikan rumah sebagai pusat ekosistem baru, tempat perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan AI saling terhubung. Pantauan dari berbagai pemberitaan teknologi menyebutkan bahwa perangkat yang paling dinantikan adalah layar pintar besutan Apple, yang digadang-gadang menjadi jembatan antara pengguna dan layanan rumah pintar.
Meski demikian, belum ada rincian resmi mengenai spesifikasi, harga, maupun ketersediaan perangkat tersebut di pasar Indonesia. Informasi yang beredar masih sebatas bocoran dan ekspektasi pengamat. Karena itu, publik disarankan menunggu pengumuman resmi dari Apple sebelum mengambil kesimpulan.
Konteks Ekosistem yang Semakin Tertutup
Di sisi lain, ekosistem Apple tengah menghadapi tekanan regulasi di berbagai negara. Uni Eropa melalui Digital Markets Act mendorong integrasi yang lebih terbuka, termasuk memungkinkan smartwatch pihak ketiga terhubung lebih dalam dengan iPhone. Namun, aturan serupa tidak berlaku untuk Apple Watch, sehingga jam pintar itu tetap hanya kompatibel penuh dengan iPhone.
Kondisi ini kemudian dimanfaatkan Huawei. Perusahaan asal China itu merilis pembaruan aplikasi HarmonyOS Interconnect yang memungkinkan Apple Watch terhubung ke ponsel Huawei berbasis HarmonyOS 7.0. Meski demikian, ada sejumlah keterbatasan. Aplikasi harus dipasang di kedua perangkat, dan Apple Watch tetap memerlukan iPhone untuk pengaturan awal. Setelah terhubung lewat Bluetooth, jam hanya bisa menampilkan notifikasi dan panggilan masuk. Data kesehatan serta fungsi kontrol lainnya tidak dapat disinkronkan tanpa iPhone. Bagi pengguna yang ingin beralih dari iPhone ke Huawei Pura X View, Mate 90, atau Mate XT 2, solusi ini setidaknya mempertahankan sebagian fungsi Apple Watch.
Kualitas Kamera dan Audio Jadi Perhatian
Di ranah perangkat mobile, pengujian terhadap iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max menyoroti sisi lain dari inovasi Apple. Kedua ponsel ini membawa peningkatan signifikan pada kamera utama 48 megapiksel dengan aperture variabel f/1.5 hingga f/4.0. Aplikasi kamera juga diperkaya dengan kontrol manual, termasuk pengaturan kecepatan rana. Namun, sebuah pengujian mendalam dari DPReview menunjukkan bahwa pengaturan kecepatan rana manual justru dapat menurunkan kualitas gambar. Ketika kontrol otomatis dimatikan, iPhone berhenti mengambil beberapa gambar secara berurutan dan menggabungkannya. Akibatnya, foto menjadi lebih gelap dan berbutir, terutama pada malam hari. Mode malam pun tidak dapat diaktifkan saat kecepatan rana diatur manual.
Sementara itu, untuk segmen audio, AirPods 5 yang baru dirilis mendapat ulasan positif. Perangkat ini dibanderol mulai Rs 14.900 di India dan disebut sebagai earbuds dengan suara terbaik di kelas harga di bawah Rs 15.000. Active Noise Cancellation (ANC) kini menjadi fitur standar, bahkan pada varian dasar. Meski tidak sekuat AirPods Pro 3 yang menggunakan desain in-ear dengan silikon, ANC pada AirPods 5 dinilai efektif meredam suara luar. Chip H2 yang sama dengan AirPods Pro 3 turut mendukung performa tersebut. Fitur lain seperti tahan air dan keringat, spatial audio dengan pelacakan kepala personal, conversation awareness, dan kompatibilitas dengan fitur AI seperti Live Translation via Siri AI juga tersedia. Yang tidak ada adalah sensor detak jantung.
Peringatan bagi Pengguna Langganan Aplikasi
Di tengah derasnya arus produk baru, Apple dan Google Play sama-sama mengingatkan pengguna soal langganan aplikasi. Keduanya menegaskan bahwa menghapus aplikasi tidak otomatis membatalkan langganan. Google Play menyebut langganan bersifat tanpa batas waktu dan akan terus ditagih pada awal setiap periode penagihan kecuali dibatalkan. Apple dalam panduan “Delete apps on your iPhone and iPad” juga menyatakan hal serupa. Pengguna disarankan membatalkan langganan yang tidak lagi digunakan melalui pengaturan akun masing-masing.
Dengan rangkaian pengumuman ini, Apple memperlihatkan ambisi besarnya untuk hadir lebih dalam di kehidupan sehari-hari pengguna, mulai dari pergelangan tangan hingga ruang keluarga. Namun, tantangan regulasi, persaingan lintas ekosistem, dan ekspektasi kualitas produk tetap menjadi pekerjaan rumah. Bagi konsumen, yang terpenting adalah mencermati detail resmi sebelum memutuskan membeli atau berlangganan. Perkembangan selanjutnya dari perangkat rumah pintar Apple akan menjadi indikator seberapa serius perusahaan ini menggarap pasar smart home.












