Asisten Pelatih Flamengo Dipecat Usai Tonjok Pedro di Liga Brasil

Asisten Pelatih Flamengo Dipecat Usai Tonjok Pedro di Liga Brasil
Asisten Pelatih Flamengo Dipecat Usai Tonjok Pedro di Liga Brasil

Cakrawala News – 05 November 2026 | Insiden kekerasan di ruang ganti mewarnai kompetisi liga brazil pekan ke-17. Asisten pelatih Flamengo, Pablo Fernandez, dipecat usai menghajar pemainnya sendiri, Pedro, menyusul kemenangan 2-1 atas Atletico Mineiro pada Minggu (30/7/2023) pagi WIB. Tak hanya kehilangan pekerjaan, Fernandez juga dilaporkan ke kepolisian setempat.

Peristiwa itu terjadi di ruang ganti setelah pertandingan. Kemenangan tersebut sejatinya membawa Flamengo naik ke urutan dua klasemen sementara dengan 31 poin. Namun, di balik hasil positif itu tersimpan kekecewaan dari Pedro, penyerang yang ikut dibawa Timnas Brasil ke Piala Dunia 2022.

Pedro tidak dimainkan dalam laga tersebut dan hanya duduk di bangku cadangan. Sikap kecewanya itu disebut memicu reaksi Fernandez, yang kemudian menghampiri dan meninju mulut sang pemain.

Namun, laporan yang dilayangkan Pedro ke kepolisian Minas Gerais menyebutkan kronologi yang berbeda. Dalam laporan tersebut, Pedro mengklaim dirinya ditampar tiga kali lebih dulu sebelum akhirnya menerima pukulan. Perbedaan keterangan ini menjadi bagian dari perkara yang kini ditangani pihak berwenang.

Flamengo Pertahankan Sampaoli

Fernandez merupakan asisten Jorge Sampaoli di Flamengo sekaligus menjabat sebagai pelatih fisik. Setelah insiden tersebut, manajemen klub memutuskan membebastugaskan Fernandez, sementara Sampaoli tetap dipertahankan. Keputusan itu diambil usai rapat direksi pada Minggu.

Langkah tegas klub menunjukkan bahwa kekerasan fisik tidak ditoleransi, terlepas dari posisi seseorang di dalam tim. Keputusan tersebut juga menjadi sinyal bahwa Flamengo berupaya menjaga stabilitas internal di tengah persaingan ketat liga brazil.

Pedro sendiri angkat bicara soal peristiwa yang menimpanya. Ia menyebut serangan fisik yang dialaminya terjadi setelah serangan psikologis yang ia rasakan dalam beberapa pekan terakhir.

“Serangan fisik hadir setelah serangan psikologis yang saya alami dalam beberapa pekan terakhir. Semoga Tuhan mengampuni orang yang di zaman sekarang masih percaya kekerasan fisik akan mampu menyelesaikan masalah apapun,” ujar Pedro.

Pernyataan itu memberi gambaran bahwa ketegangan antara Pedro dan staf pelatih bukan hal yang muncul tiba-tiba. Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan resmi lebih lanjut mengenai bentuk tekanan psikologis yang dimaksud sang pemain.

Fernandez Minta Maaf

Di sisi lain, Fernandez telah menyampaikan permintaan maaf kepada Pedro dan seluruh pihak di Flamengo melalui media sosial. Ia mengakui tidak mampu mengontrol emosi dan stres, lalu melampiaskannya dengan cara yang salah.

Pengakuan tersebut menegaskan bahwa insiden ini bermula dari persoalan pengendalian diri. Meski begitu, permintaan maaf tidak menghapus proses hukum yang sudah berjalan setelah laporan diterima kepolisian.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan klub besar di liga brazil yang tengah bersaing di papan atas klasemen. Flamengo berada di posisi kedua dengan 31 poin, sehingga setiap gangguan di dalam tim berpotensi memengaruhi performa mereka di sisa musim.

Bagi Pedro, insiden ini menambah catatan pahit di tengah kariernya bersama klub maupun tim nasional. Sebagai pemain yang sempat memperkuat Brasil di Piala Dunia 2022, posisinya di skuad utama tentu menjadi perhatian, terutama setelah ia hanya menjadi cadangan dalam laga kontra Atletico Mineiro.

Dari sisi manajemen, keputusan mempertahankan Sampaoli sambil memecat asistennya akan menjadi ujian. Publik akan mencermati bagaimana Flamengo menjaga suasana ruang ganti agar insiden serupa tidak terulang, sekaligus memastikan Pedro mendapat perlindungan yang layak sebagai pemain.

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai perkembangan lanjutan dari laporan kepolisian maupun langkah hukum lain yang mungkin ditempuh kedua pihak. Yang jelas, peristiwa di ruang ganti itu telah mencoreng sorotan terhadap liga brazil pekan ini dan menimbulkan pertanyaan soal batas disiplin serta cara penyelesaian konflik di lingkungan klub profesional.

Exit mobile version