Cakrawala News – 05 November 2026 | Selama 2 tahun jabat sekretaris presiden, harta Ariyo Windutomo bertambah Rp 1,7 miliar jadi Rp 9,2 miliar. Letnan Jenderal TNI Ariyo Windutomo kini menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan pada Rabu, 4 November 2026, menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang diberhentikan dari jabatan tersebut.
Penunjukan itu diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta. Menurut Prasetyo, Presiden telah menandatangani Keppres pemberhentian Listyo Sigit sebagai Kepala KSP dan menunjuk Ariyo Windutomo sebagai pelaksana tugas untuk sementara.
Pemberhentian Listyo Sigit berkaitan dengan statusnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap sejumlah pejabat, termasuk Presiden Prabowo. Ariyo sendiri saat ini masih menjabat sebagai Kepala Sekretariat Presiden di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara.
Harta Kekayaan Bertambah dalam Dua Tahun
Seiring penugasannya di lingkungan Istana, rincian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara milik jenderal bintang tiga TNI Angkatan Darat itu mulai banyak diburu masyarakat. Berdasarkan LHKPN yang disampaikan pada 31 Maret 2026, Ariyo melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp9.295.820.000 setelah dikurangi utang, atau sekitar Rp9,29 miliar.
Adapun total hartanya sebelum dikurangi kewajiban mencapai Rp10.315.820.000. Dengan demikian, dalam kurun 2 tahun jabat sekretaris presiden, harta Ariyo Windutomo bertambah Rp 1,7 miliar jadi Rp 9,2 miliar, sebagaimana tergambar dari data LHKPN terbaru yang tercatat atas namanya.
Penopang terbesar kekayaan Ariyo berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan serta kas dan setara kas yang tersimpan di lembaga perbankan. Berikut rincian harta kekayaan Ariyo berdasarkan laporan LHKPN tersebut:
- Tanah dan bangunan: Rp4.878.320.000
- Alat transportasi dan mesin: Rp1.230.000.000
- Harta bergerak lainnya, surat berharga, kas dan setara kas, serta harta lainnya melengkapi total kekayaan bersih Rp9.295.820.000
Koleksi Kendaraan Senilai Rp1,23 Miliar
Di sektor alat transportasi dan mesin, Ariyo memiliki koleksi kendaraan dengan total nilai mencapai Rp1,23 miliar. Seluruh kendaraan tersebut dilaporkan sebagai hasil sendiri. Uniknya, koleksinya mengombinasikan kendaraan berteknologi ramah lingkungan dengan SUV bernilai koleksi tinggi.
Rincian tiga kendaraan dalam LHKPN Ariyo adalah sebagai berikut:
- Hyundai Ioniq 5 keluaran 2023, mobil listrik senilai Rp450 juta
- Mercedes-Benz G-280 CDI RHD 2.8L AT tahun 2009 senilai Rp600 juta, menjadi aset kendaraan dengan nilai tertinggi
- Land Rover Defender tahun 1987 senilai Rp180 juta
Rekam Jejak Karier di Militer dan Pemerintahan
Di balik penugasannya di Istana, Ariyo memiliki perjalanan karier panjang di lingkungan militer dan pemerintahan. Ia merupakan lulusan Akademi Militer angkatan 1996 dan satu angkatan dengan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Deddy Suryadi.
Sebelum bertugas di lingkungan Istana, Ariyo cukup lama mengemban sejumlah posisi di Kementerian Pertahanan. Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain Analis Madya Biro Kepegawaian dan Kepala Bagian Kepegawaian Kemhan.
Kariernya di kementerian tersebut berlanjut ketika ia dipercaya menjadi Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemhan pada 2022. Ketika menjabat posisi itu, Ariyo memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal TNI atau jenderal bintang satu. Ia dikenal memiliki pengalaman di bidang administrasi dan birokrasi pemerintahan.
Penunjukan Ariyo sebagai Plt KSP menandai babak baru dalam kariernya di lingkungan Istana. Publik kini menantikan bagaimana ia menjalankan tugas sementara di kantor yang menopang kerja Presiden tersebut, sekaligus mencermati transparansi laporan hartanya sebagai pejabat negara.
Dengan latar belakang birokrasi pertahanan dan pengalaman di Sekretariat Presiden, Ariyo dihadapkan pada tugas menjaga kesinambungan kerja KSP di tengah dinamika politik yang menyertai pemberhentian pendahulunya. Perkembangan selanjutnya, termasuk apakah posisi Plt akan diisi secara definitif, masih perlu diperhatikan.
