Cakrawala News – 05 November 2026 | Como 1907 menorehkan sejarah baru di Liga Champions 2026/2027 setelah menghancurkan tuan rumah RC Lens dengan skor telak 9-1 pada matchday keempat fase liga di Stadion Bollaert-Delelis, Prancis, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB. Kemenangan dengan selisih delapan gol itu menjadi salah satu hasil paling spektakuler sepanjang era Liga Champions modern dan menempatkan tim debutan asal Italia tersebut di peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin.
Penyerang asal Yunani, Anastasios Douvikas, menjadi bintang utama kemenangan ini. Ia mencetak hattrick, sementara enam gol lainnya disumbangkan Nico Paz, Lucas Da Cunha, Marc-Oliver Kempf, Mattia Liberali, Martin Baturina, dan Matteo Papaccioli. Lens hanya mampu membalas satu gol melalui Ruben Aguilar pada babak kedua.
Dominasi Sejak Menit Awal
Tim asuhan Cesc Fabregas langsung menunjukkan permainan menyerang meski tampil di kandang lawan. Como membuka keunggulan pada menit ketujuh melalui Douvikas, yang membelokkan sundulan Maximo Perrone mengarah ke tiang jauh setelah situasi sepak pojok. Gol cepat itu membuat anak-anak asuh Fabregas semakin percaya diri mengendalikan pertandingan.
Douvikas menggandakan keunggulan pada menit ke-32 setelah menyelesaikan serangan yang dibangun melalui rangkaian operan dari lini belakang. Delapan menit berselang, giliran Paz yang memperbesar keunggulan menjadi 3-0 usai memaksimalkan umpan Douvikas. Como menutup paruh pertama dengan keunggulan tiga gol tanpa balasan.
Memasuki babak kedua, Como tidak mengendurkan serangan. Lucas Da Cunha mencetak gol keempat pada menit ke-47 setelah melakukan kombinasi umpan satu-dua dengan Paz. Enam menit kemudian, bek Marc-Oliver Kempf menambah gol melalui sundulan. Mattia Liberali lalu mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-62, sebelum Lens sempat memperkecil ketertinggalan lewat Aguilar pada menit ke-65.
Namun, gol tersebut tak mengubah dominasi tim tamu. Douvikas melengkapi hattrick pada menit ke-57, Martin Baturina menambah gol pada menit ke-69, dan pesta gol ditutup Matteo Papaccioli pada menit 90+2. Skor 9-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Rekor yang Menempatkan Como Sejajar Klub Raksasa
Hasil luar biasa ini mengantarkan Como 1907 mencatatkan sejarah di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Menurut catatan Opta, Como menjadi tim kedua sepanjang sejarah yang mampu mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan tandang Liga Champions. Pencapaian serupa sebelumnya ditorehkan Feyenoord ketika menghancurkan Olympiakos Nicosia pada September 1971.
Como juga menjadi tim Italia pertama yang mampu mencetak setidaknya tujuh gol dalam pertandingan tandang Liga Champions. Selain itu, mereka menjadi tim kedua dalam 10 tahun terakhir yang membukukan delapan gol atau lebih dalam satu laga kompetisi elite Eropa tersebut, menyamai pencapaian Bayern Munich yang membantai Barcelona 8-2 pada 2020 dan melumat Dinamo Zagreb 9-2 pada 2024. Bedanya, kemenangan besar Como kali ini diraih saat bermain di kandang lawan, sesuatu yang tidak dilakukan Bayern pada dua laga tersebut.
Skor 9-1 juga tercatat sebagai salah satu kemenangan terbesar sepanjang era Liga Champions modern, sejak kompetisi itu menggunakan format dan nama UEFA Champions League pada 1992.
Perjalanan Debutan yang Mengejutkan
Prestasi Como semakin mengesankan jika melihat perjalanan klub tersebut. Wakil Italia ini merupakan pendatang baru di Liga Champions dan baru saja kembali promosi ke Serie A pada 2024. Kini, di musim debutnya, Como 1907 telah mengoleksi sembilan poin dan menempati peringkat keempat klasemen sementara fase liga.
Bagi Douvikas, tiga gol ke gawang Lens membuatnya semakin menonjol dalam persaingan pencetak gol Liga Champions musim ini. Ia disebut telah mengoleksi enam gol dan memimpin daftar pencetak gol sementara.
Kemenangan ini menjadi sinyal bahwa Como bukan sekadar pelengkap di kompetisi elite Eropa. Dengan permainan menyerang yang agresif dan efektif, tim asuhan Cesc Fabregas membuktikan mampu bersaing di level tertinggi. Pertandingan berikutnya di fase liga akan menjadi ujian lanjutan bagi Como untuk mempertahankan konsistensi dan posisi di empat besar klasemen sementara.
