Calvin Verdonk Raih Trofi Man of the Match Liga Champions, Responsnya Bikin Tersenyum

Calvin Verdonk Raih Trofi Man of the Match Liga Champions, Responsnya Bikin Tersenyum
Calvin Verdonk Raih Trofi Man of the Match Liga Champions, Responsnya Bikin Tersenyum

Cakrawala News – 05 November 2026 | Bek Timnas Indonesia yang memperkuat Lille, Calvin Verdonk, menjadi sorotan setelah dinobatkan sebagai Man of the Match pada laga Liga Champions 2026/2027 kontra Bodo/Glimt. Momen ketika Calvin Verdonk raih trofi man of the match Liga Champions, responsnya bikin tersenyum, lantaran ia mengaku akan menaruh trofi tersebut di ruang tamu rumahnya, tepat di samping televisi.

Penghargaan itu didapat setelah Lille bermain imbang 0-0 melawan wakil Norwegia tersebut di Stadion Aspmyra, Bodo, pada Rabu, 4 November 2026 dini hari WIB. Laga tersebut merupakan matchday keempat fase liga Liga Champions musim ini.

Verdonk tampil sebagai starter dan bermain penuh selama 90 menit di posisi fullback kiri, posisi terbaiknya. Pelatih Lille, Davide Ancelotti, mempercayakan sektor kiri pertahanan kepadanya, dan pemain berusia 29 tahun itu tampil lepas dalam mengawal pertahanan sekaligus membantu membangun serangan.

Trofi untuk Dipajang di Samping TV

Kegembiraan Verdonk terlihat jelas dalam wawancara seusai pertandingan. Ia menyebut Liga Champions sebagai panggung terbesar dalam sepak bola sehingga penghargaan ini terasa sangat istimewa bagi kariernya.

“Sangat senang. Ini adalah Liga Champions, panggung terbesar dalam sepakbola, jadi saya benar-benar bahagia mendapatkan ini,” kata Verdonk, dikutip dari akun X @TimnasXtra.

Bek kelahiran 29 tahun lalu itu bahkan sudah menyiapkan tempat khusus untuk trofi penghargaan tersebut. Ia ingin melihatnya setiap saat sebagai pengingat atas pencapaian di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.

“Saya rasa trofi ini akan saya letakkan di ruang tamu, tepat di samping televisi, agar saya bisa melihatnya setiap saat,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi salah satu alasan mengapa Calvin Verdonk raih trofi man of the match Liga Champions, responsnya bikin tersenyum. Di tengah rasa bangga, ia tetap menunjukkan sikap rendah hati dan tidak berlebihan.

Penampilan Solid di Aspmyra

Penghargaan Man of the Match bukan tanpa alasan. Verdonk tampil impresif dalam laga yang berakhir tanpa gol tersebut. Berdasarkan catatan Whoscored, ia mencatatkan lima tekel sukses dan memenangkan satu duel udara, dengan nilai 7,4.

Catatan FotMob bahkan memberinya rating 7,8, salah satu nilai tertinggi di antara pemain Lille. Sepanjang pertandingan, ia mencatatkan 77 sentuhan bola dengan 50 operan akurat atau tingkat akurasi umpan mencapai 83 persen.

Ia juga menghasilkan tiga umpan kunci, delapan operan yang menembus lini lawan, serta tiga umpan panjang akurat. Kontribusinya dalam aspek pertahanan pun tak kalah penting, dengan empat tekel, tiga sapuan, satu intersepsi, dan tiga kali memulihkan penguasaan bola.

Verdonk juga memenangi empat dari enam duel udara dan lima dari tujuh duel secara keseluruhan. Kemampuannya menjaga keseimbangan permainan membuat Lille mampu meredam tekanan Bodo/Glimt dan mempertahankan gawangnya dari kebobolan sepanjang pertandingan.

Pencapaian Bersejarah bagi Sepak Bola Indonesia

Penghargaan ini menorehkan sejarah baru. Verdonk menjadi pesepak bola Indonesia dan Asia Tenggara pertama yang meraih penghargaan pemain terbaik dalam satu pertandingan Liga Champions. Ia pun tercatat sebagai WNI pertama yang mendapatkan penghargaan serupa di kompetisi tersebut.

Laga kontra Bodo/Glimt juga menandai penampilan penuh keduanya secara berturut-turut di panggung Liga Champions. Bagi pemain yang sebelumnya memperkuat NEC Nijmegen itu, bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa menjadi pembuktian kemampuan pemain Indonesia.

Bangga, tetapi Belum Puas

Meski meraih penghargaan individu, Verdonk mengaku belum sepenuhnya puas. Lille datang ke markas Bodo/Glimt dengan target kemenangan untuk mengakhiri rentetan hasil buruk di kompetisi tersebut, tetapi hanya mampu membawa pulang satu poin.

“Kami membutuhkan tiga poin, tetapi sayangnya kami meraih hasil imbang. Jadi, saya tidak puas, tetapi setidaknya kami berhasil mendapatkan satu poin,” kata Verdonk, dikutip dari akun Instagram resmi @losclive.

Ia menegaskan tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan Man of the Match. Verdonk hanya berusaha memberikan penampilan terbaik demi membantu Lille meraih hasil maksimal, bukan mengejar pencapaian pribadi.

Hasil imbang itu menjadi poin perdana Lille di fase liga Liga Champions musim ini. Tambahan satu angka membawa klub asal Prancis tersebut ke peringkat ke-34 klasemen sementara dengan koleksi satu poin dari empat pertandingan. Sementara itu, Bodo/Glimt menempati posisi ke-23 dengan empat poin.

Bagi publik sepak bola Indonesia, momen ketika Calvin Verdonk raih trofi man of the match Liga Champions, responsnya bikin tersenyum menjadi pengingat bahwa pemain Tanah Air mampu bersaing di level tertinggi. Penampilan Verdonk akan menjadi perhatian pada laga-laga berikutnya Lille di fase liga, sekaligus ujian konsistensi bagi bek yang kini menjadi andalan di sektor kiri pertahanan klub maupun Timnas Indonesia.

Exit mobile version