Cakrawala News – 09 November 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi tinggi gelombang laut yang mencapai 2,5 hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia. Peringatan yang berlaku pada periode 5-8 November 2026 ini terutama ditujukan bagi nelayan, operator kapal, serta masyarakat pengguna transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan.
Prakirawan cuaca BMKG, Adelia, dalam siaran informasi cuaca pada Sabtu, 7 November 2026, menyampaikan bahwa ketinggian gelombang 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur. Wilayah tersebut menjadi salah satu titik paling berisiko selama periode peringatan berlangsung.
Penyebab Meningkatnya Tinggi Gelombang
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala, menjelaskan bahwa potensi gelombang tinggi ini dipicu oleh pergerakan angin di wilayah Indonesia bagian selatan yang bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan mencapai 8 hingga 28 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di sejumlah wilayah, termasuk Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, serta Laut Natuna Utara.
Selain itu, BMKG melaporkan angin di wilayah utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 4-13 knot. Sementara itu, angin di wilayah selatan ekuator bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8-21 knot. Kondisi angin tersebut turut memengaruhi potensi peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan Indonesia.
Daftar Wilayah Berpotensi Gelombang 1,25-2,5 Meter
Selain perairan selatan Jawa Timur yang berpotensi mengalami gelombang hingga 4 meter, BMKG mencatat sejumlah wilayah lain yang berpeluang dilanda gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter. Wilayah tersebut meliputi:
- Samudra Hindia barat Aceh
- Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
- Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Samudra Hindia barat Lampung
- Samudra Hindia selatan Banten
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
- Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
- Samudra Hindia selatan Bali
- Samudra Hindia selatan NTB
- Samudra Hindia selatan NTT
- Laut Sulawesi bagian barat, tengah, dan timur
- Laut Maluku
- Samudra Pasifik utara Maluku
- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua
BMKG juga menyebut Laut Natuna Utara dan Laut Bali sebagai bagian dari perairan yang perlu diperhatikan pada periode yang sama.
Peringatan Khusus Laut Selatan Jawa Tengah
Peringatan serupa dikeluarkan Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap melalui informasi tinggi gelombang bernomor B/ME.01.02/PDGT/06/CLP/XI/2026. Prakirawan Nurfaijin menyatakan bahwa tinggi gelombang laut di perairan selatan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo berkisar antara 1,25 meter hingga 2,5 meter dengan kategori sedang.
Peringatan tersebut berlaku mulai Sabtu, 7 November 2026 pukul 07.00 WIB hingga Selasa, 10 November 2026 pukul 07.00 WIB. Berdasarkan kondisi sinoptik, cuaca di perairan selatan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo serta Samudra Hindia selatan Jawa Tengah berpotensi hujan ringan hingga sedang, dengan angin umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan pada kecepatan 4 hingga 15 knot.
Risiko bagi Pelayaran dan Imbauan Keselamatan
BMKG menegaskan bahwa kondisi tinggi gelombang ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal berukuran kecil. Dalam catatan keselamatan pelayaran yang disampaikan BMKG, perahu nelayan berisiko terhadap keselamatan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang berisiko apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Karena itu, BMKG mengimbau nelayan dan pelaku pelayaran untuk memperhatikan kecepatan angin serta tinggi gelombang sebelum memutuskan beraktivitas di laut. Imbauan serupa ditujukan bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir sekitar daerah yang berpotensi terdampak agar senantiasa waspada serta mengutamakan faktor keselamatan.
Peringatan gelombang tinggi ini menjadi pengingat bahwa kondisi laut di sejumlah perairan Indonesia masih berpotensi berbahaya dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat, khususnya yang menggantungkan hidup dari sektor kelautan, disarankan terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG sebelum melaut agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
