Cakrawala News – 25 Oktober 2026 | Pebasket sayap Charlotte Hornets, Brandon Miller, tampil sebagai bintang dalam kemenangan 115-110 atas Miami Heat di Spectrum Center, Charlotte, North Carolina, Sabtu (24/10/2026) waktu setempat. Miller mencetak 34 poin dalam laga yang menjadi pembalasan setelah Hornets menelan salah satu kekalahan terburuk dalam sejarah klub sehari sebelumnya.
Dalam pertandingan tersebut, Brandon Miller mencatat 34 poin dengan tembakan 10 dari 29 percobaan lapangan, 3 dari 10 dari garis tiga angka, dan 11 dari 12 dari garis lempar bebas. Ia juga menambahkan tujuh rebound, empat assist, dan satu blok dalam 36 menit bermain.
Kemenangan ini mengangkat rekor Hornets menjadi 2-1, sementara Heat masih tanpa kemenangan dengan rekor 0-3. Bagi Charlotte, hasil ini menjadi jawaban atas kekalahan 128-81 dari Atlanta Hawks pada laga kandang pertama Jumat malam, yang merupakan kekalahan terbesar kelima dalam sejarah franchise.
Bangkit dari Penampilan Buruk
Penampilan Brandon Miller pada laga melawan Heat menjadi kebangkitan setelah ia hanya mencetak enam poin dengan tembakan 2 dari 14 percobaan lapangan dan 1 dari 11 dari garis tiga angka saat melawan Atlanta. Laga buruk itu terjadi empat hari setelah ia menandatangani perpanjangan kontrak lima tahun senilai 209 juta dolar AS.
Meski catatan tembakannya masih belum optimal, performa melawan Heat dinilai sebagai langkah ke arah yang benar. Sepanjang tiga pertandingan pertama musim ini, Miller disebut masih kesulitan memasukkan bola meski mendapatkan banyak peluang tembakan yang baik.
Selain Miller, Hornets mendapat kontribusi dari beberapa pemain lain. Dennis Schroder menambahkan 25 poin, Naz Reid menyumbang 23 poin, dan Grayson Allen mencetak 20 poin. Dari sisi Heat, Giannis Antetokounmpo dibatasi hanya 14 poin, jauh di bawah rata-rata 35,5 poin per pertandingan pada dua laga pertamanya setelah pindah dari Milwaukee Bucks dalam salah satu transaksi terbesar pada bursa musim panas NBA.
Perubahan Tempo di Kuarter Ketiga
Hornets yang pada laga sebelumnya hanya memasukkan 11 dari 51 percobaan tiga angka, kali ini sukses mencatat 16 dari 43 tembakan tiga angka. Lima tembakan tiga angka menjadi pemicu laju 24-7 pada kuarter ketiga yang membawa Charlotte mengendalikan pertandingan di hadapan 19.611 penonton yang memenuhi arena.
Unggul 68-63 dengan sisa waktu sekitar 10,5 menit di kuarter ketiga, gelombang serangan Hornets membuat mereka memimpin 92-70 ketika kuarter tersebut menyisakan 2 menit 55 detik. Namun, dengan Antetokounmpo dalam masalah pelanggaran hingga akhirnya keluar lapangan karena foul pada sisa 1 menit 57 detik, pelatih Miami Erik Spoelstra menurunkan formasi berisi Davion Mitchell, Bam Adebayo, serta pemain cadangan Pelie Larsson, Tim Hardaway Jr., dan Bobby Portis Jr. Formasi itu memicu kebangkitan Heat yang menyamakan kedudukan pada 100-100, 102-102, dan 104-104.
Setelah kedudukan terakhir imbang pada sisa 3 menit 46 detik, Allen mengembalikan momentum ke pihak Charlotte lewat tembakan tiga angka akrobatik dari sayap kiri sambil dilanggar Hardaway tepat saat waktu tembakan 24 detik hampir habis. Lemparan bebas Allen melengkapi four-point play dan membawa Hornets memimpin 108-104. Miami tidak mampu mendekat lebih dari tiga angka hingga pertandingan berakhir.
Yang Perlu Diperhatikan
Bagi Brandon Miller, laga melawan Heat menjadi sinyal penting bahwa ia mampu merespons tekanan setelah kontrak besar dan penampilan buruk. Konsistensi tembakan masih menjadi pekerjaan rumah, tetapi kontribusinya di papan rebound dan assist menunjukkan peran yang lebih luas dalam skema permainan Hornets.
Charlotte akan berusaha menjaga momentum kemenangan ini, sementara Miami masih mencari kemenangan pertama musim ini. Efektivitas Antetokounmpo dan cara Spoelstra mengatur rotasi akan menjadi sorotan pada laga-laga berikutnya.
