Cakrawala News – 22 Oktober 2026 | Kevon Looney menjalani debut resmi bersama Los Angeles Lakers pada laga pembuka musim reguler 2026 melawan Golden State Warriors di Crypto.com Arena, Rabu malam waktu setempat. Center berusia 30 tahun itu datang ke Lakers setelah melalui musim yang ia sebut “aneh” di New Orleans, dan kini kembali ke Southern California untuk memikul peran sebagai pemimpin veteran di tim barunya.
Looney menandatangani kontrak satu tahun senilai 3,9 juta dolar AS dengan Lakers. Kedatangannya diharapkan memberi Los Angeles tambahan pengalaman, kemampuan rebounding di area dalam, serta ketangguhan bertahan. Laga melawan Warriors menjadi momen penuh makna karena ia berhadapan langsung dengan franchise yang membesarkannya selama satu dekade pertama karier NBA.
Kembali ke Los Angeles dan Rivalitas Bay-LA
Bagi Looney, kepindahan ini terasa seperti lingkaran yang menutup. Ia pernah menghabiskan satu musim kuliah di UCLA sebelum dipilih Golden State Warriors pada urutan ke-30 draft NBA 2015. Selama bertahun-tahun, ia juga sering menghabiskan waktu libur musim di sekitar Los Angeles. Istrinya, Mariah Simone Winston, seorang model kebugaran dan pengusaha, berasal dari Los Angeles, dan keduanya menikah pada musim panas lalu.
Menurut Looney, keluarganya dari pihak istri sempat berkali-kali menanyakan kemungkinan dirinya bermain untuk Lakers. Kini kemungkinan itu menjadi kenyataan. Ia mengaku antusias bisa berada di sisi lain rivalitas antara wilayah Teluk dan Los Angeles, pertandingan yang menurutnya selalu besar dan menghibur.
“Saya tahu, berada di sisi lain rivalitas Bay-LA selalu soal seberapa besar pertandingan itu, seberapa menghibur pertandingan itu,” kata Looney kepada The California Post. “Jadi saya bersemangat berada di sisi lain dan menjadi bagian dari perjalanan itu.”
Peran Baru di Rotasi Lakers
Dalam debutnya, Looney masuk sebagai center cadangan utama di belakang Walker Kessler. Ia bermain sekitar 10 menit dan mencatat 4 poin serta 3 rebound. Lakers sendiri menutup laga dengan kemenangan dominan 127-105 atas Golden State.
Meski menit bermainnya terbatas, kehadiran Looney dinilai penting oleh pelatih kepala JJ Redick. Redick memuji rekam jejak juara dan proses adaptasi Looney yang mulus ke dalam sistem tim. Dengan pengalaman tiga gelar NBA bersama Warriors, Looney diharapkan menjadi penyeimbang bagi skuad Lakers yang tampil dengan wajah baru musim ini.
Lakers memang merombak besar-besaran komposisi tim pada bursa transfer. Sejumlah kontributor kunci seperti LeBron James, Rui Hachimura, Marcus Smart, Jaxson Hayes, dan Luke Kennard meninggalkan klub melalui agen bebas. Los Angeles kemudian mendatangkan Sandro Mamukelashvili, Colin Sexton, Quentin Grimes, Matisse Thybulle, Ziaire Williams, dan Looney, serta merekrut Cameron Carr dari Baylor.
Lakers juga melakukan sign-and-trade untuk mendatangkan center Walker Kessler guna memperkokoh pertahanan area dalam. Tim kini dipimpin duet backcourt Austin Reaves dan Luka Doncic. Doncic tercatat rata-rata 33,5 poin, 8,3 assist, dan 7,7 rebound per laga pada musim reguler lalu, sementara Reaves mencatat 23,3 poin, 4,7 rebound, dan 5,5 assist per pertandingan.
Ujian bagi Rotasi Tanpa Kessler
Laga melawan Warriors menjadi ujian awal bagi Redick dalam mengelola menit bermain saat Kessler beristirahat. Kessler diperkirakan bermain sekitar 30-34 menit, menyisakan 14-18 menit bagi Lakers untuk menjaga area dalam tanpa dirinya. Looney dan Mamukelashvili menjadi opsi utama di posisi center selama periode tersebut.
Kekhawatiran utama terletak pada kemampuan mencegah lawan mencetak angka di bawah ring. Golden State dikenal sebagai tim yang banyak bergantung pada tembakan tiga angka. Pada musim lalu, 49,7 persen tembakan Warriors diambil dari luar garis tiga poin, angka tertinggi di liga. Jika Lakers gagal menjaga pertahanan area dalam saat Kessler tidak berada di lapangan, hal itu bisa menjadi sinyal masalah nyata bagi Los Angeles sepanjang musim.
Di sisi lain, kehadiran Looney memberi Redick opsi tambahan berupa pemain yang dikenal memiliki pemahaman tinggi dalam melakukan screen dan konsisten bekerja keras. Kombinasi pengalaman dan kedisiplinan itu menjadi alasan Lakers rela mendatangkannya meski dengan kontrak jangka pendek.
Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya
Setelah laga pembuka, Looney masih akan menghadapi mantan timnya beberapa kali lagi pada musim reguler. Bagi pemain bertinggi 6 kaki 9 inci itu, pertemuan-pertemuan tersebut akan menjadi barometer sejauh mana ia bisa beradaptasi dengan identitas baru sebagai pemain Lakers.
Yang tak kalah penting adalah bagaimana Looney mengisi menit-menit ketika Kessler beristirahat. Jika ia mampu menjaga stabilitas pertahanan dan rebound, perannya bisa berkembang melebihi ekspektasi awal. Sebaliknya, jika Lakers kesulitan mengontrol area dalam tanpa Kessler, hal itu akan menjadi pekerjaan rumah bagi Redick dan staf pelatih.
Dengan musim yang masih panjang, pengalaman Kevon Looney akan menjadi salah satu faktor penentu apakah Lakers mampu menjaga konsistensi dalam perburuan tiket postseason.
