Cakrawala News – 20 September 2026 | Kekalahan Manchester United dari Brighton di Carabao Cup tengah pekan menjadi pemicu yang menarik perhatian jelang laga man utd vs brighton di Liga Inggris. Namun, yang terjadi pada Sabtu sore, 19 September 2026, justru Brighton and Hove Albion kembali menorehkan kejutan besar dengan mengalahkan Arsenal 3-0 di Amex Stadium. Hasil ini mengakhiri rekor sembilan kemenangan beruntun Arsenal di Premier League sekaligus membuat sang juara bertahan kehilangan posisi puncak klasemen.
Kemenangan tersebut melengkapi pekan gemilang bagi Brighton, yang sebelumnya menghancurkan Coventry 5-0 di liga dan bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menyingkirkan Manchester United 3-2 di Piala Liga Inggris. Kini, Brighton naik ke posisi ketiga klasemen, sementara Arsenal turun ke urutan kedua di bawah Manchester City karena selisih gol.
Jalannya Pertandingan
Brighton tampil agresif sejak menit awal. Ferdi Kadioglu nyaris membuka keunggulan pada menit ketiga setelah memanfaatkan sapuan buruk Riccardo Calafiori, tetapi tembakannya melewati mistar gawang. Charalampos Kostoulas juga memaksa kiper Arsenal, David Raya, melakukan penyelamatan penting dengan tembakan dari tepi kotak penalti.
Arsenal sempat mengancam lebih dulu. Bruno Guimaraes melepaskan tembakan first-time pada menit ke-18 yang hanya melenceng tipis dari tiang gawang. Namun, tekanan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-31. Pascal Gross mencetak gol pembuka dengan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang tidak mampu dijangkau Raya. Gol tersebut menjadi gol liga ketiga Gross musim ini.
Arsenal berpeluang menyamakan kedudukan sebelum turun minum. Bukayo Saka menerima bola di dalam kotak penalti setelah serangan balik cepat, tetapi tembakannya mengarah tepat ke pelukan kiper Brighton, Bart Verbruggen. Peluang itu terbuang, dan Brighton justru menggandakan keunggulan pada menit ke-45 melalui Kostoulas, yang mendapat ruang di luar kotak penalti dan melepaskan tembakan ke sudut bawah gawang. Itu menjadi gol kedua Kostoulas dalam sepekan.
Memasuki babak kedua, Brighton menambah gol ketiga pada menit ke-57. Gross mengirim umpan silang melengkung dari sepak pojok, dan Chema Andres menyambutnya dengan sundulan kuat di tiang jauh. Gol tersebut menjadi gol pertama Andres untuk Brighton sekaligus menutup perlawanan Arsenal.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, merespons dengan melakukan dua pergantian pada 30 menit terakhir. Mikel Merino dan Martin Zubimendi masuk menggantikan Jurrien Timber dan Bruno Guimaraes. Meski demikian, Arsenal tetap kesulitan menembus pertahanan Brighton. Calafiori dan Kai Havertz mendapat peluang di akhir laga, tetapi Verbruggen kembali melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan upaya Havertz.
Kritik Arteta dan Kebangkitan Brighton
Arteta mengakui penampilan timnya jauh dari standar. Ia menyebut kekalahan ini sebagai pelajaran besar bagi para pemainnya.
“Ada hal-hal dasar yang harus kami penuhi dalam sepak bola, terutama di Premier League, dan kami sangat jauh dari itu,” kata Arteta.
Pelatih asal Spanyol itu menyoroti banyaknya kesalahan teknis yang dilakukan Arsenal dan ketidakmampuan timnya keluar dari situasi man-to-man. Menurutnya, hal tersebut membuat Arsenal selalu berada dalam posisi tertekan sepanjang pertandingan.
Bagi manajer Brighton, Fabian Hurzeler, kemenangan ini terasa istimewa. Ia mengingat komentarnya musim lalu ketika Brighton kalah tipis di kandang Arsenal, di mana ia menyatakan hanya satu tim yang berusaha bermain sepak bola. Hurzeler kini menegaskan bahwa timnya harus memiliki keyakinan untuk bersaing dengan tim-tim terbaik di liga.
Arsenal memang sering kesulitan menghadapi Brighton. Klub pantai selatan Inggris itu menjadi tim terakhir yang mampu mengalahkan Arsenal dengan skor sebesar ini di semua kompetisi, yakni kemenangan 3-0 di Emirates Stadium pada Mei 2023.
Dampak dan Konteks
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Arsenal mempertahankan gelar. Sebelumnya, pasukan Arteta mencatat empat kemenangan beruntun di awal musim dan tampil dominan. Namun, tiga gol yang bersarang ke gawang Raya, terutama gol ketiga dari situasi sepak pojok yang biasanya menjadi kekuatan Arsenal, menggambarkan performa yang tidak biasa.
Dalam pertandingan lain, Newcastle United memberikan kekalahan pertama Hull City di liga musim ini dengan skor 2-1 di St James’ Park. Kemenangan itu memperpanjang rekor tak terkalahkan Newcastle di kandang menjadi enam pertandingan. Harvey Barnes menjadi kreator gol pembuka Newcastle melalui umpan kepada Joe Willock, yang kemudian melepaskan tembakan ke sudut dekat gawang.
Bagi Brighton, hasil ini menjadi modal kepercayaan diri yang besar. Mereka tidak hanya mengalahkan juara bertahan, tetapi juga menunjukkan konsistensi sebagai salah satu tim paling produktif di liga musim ini. Sementara itu, Arsenal harus segera bangkit karena posisi puncak klasemen kini direbut Manchester City, dan persaingan gelar diprediksi semakin ketat.
Laga man utd vs brighton di Piala Liga tengah pekan lalu menjadi awal mula kepercayaan diri Brighton. Kini, setelah menaklukkan Arsenal, Brighton membuktikan bahwa penampilan mereka bukan sekadar kebetulan. Perhatian berikutnya tertuju pada bagaimana Arsenal merespons kekalahan ini dan apakah Brighton mampu menjaga momentum saat menghadapi laga-laga berat selanjutnya.
