Zinédine Zidane Panggil 5 Pemain Baru dalam Debutnya sebagai Pelatih Timnas Prancis

Zinédine Zidane Panggil 5 Pemain Baru dalam Debutnya sebagai Pelatih Timnas Prancis
Zinédine Zidane Panggil 5 Pemain Baru dalam Debutnya sebagai Pelatih Timnas Prancis

Cakrawala News – 20 September 2026 | Zinédine Zidane resmi memulai babak baru dalam karier kepelatihannya dengan menangani tim nasional Prancis. Pada Jumat, 18 September 2026, ia mengumumkan daftar 23 pemain pertamanya untuk persiapan Ligue des Nations, menggantikan posisi yang sebelumnya diisi Didier Deschamps. Pengumuman tersebut disampaikan melalui konferensi pers di mana Zidane tampil tenang namun tegas menegaskan bahwa dirinya siap bertanggung jawab penuh atas setiap pilihan yang diambil.

Daftar pertama ini langsung menjadi sorotan karena memuat sejumlah nama baru yang belum pernah merasakan atmosfer tim senior Prancis. Lima pemain tercatat sebagai debutan, yakni kiper Toulouse Guillaume Restes, bek Inter Milan Andy Diouf, bek Liverpool Jérémy Jacquet, gelandang Lucas Da Cunha dari Como, serta penyerang Rennes Estéban Lepaul yang merupakan top skor Ligue 1 musim lalu.

Dari 23 pemain yang dipanggil, 15 di antaranya masih merupakan bagian dari skuad yang tampil di Piala Dunia terakhir di Amerika Serikat. Sisanya adalah wajah-wajah segar yang sebelumnya jarang atau bahkan belum pernah mendapat kesempatan di level internasional senior.

Alasan di Balik Pemanggilan Pemain Baru

Zidane menegaskan bahwa keputusannya bukan semata-mata untuk meremajakan skuad. Menurutnya, pemanggilan tersebut lebih didasarkan pada keinginannya melihat langsung kualitas pemain-pemain yang selama ini ia pantau di berbagai kompetisi Eropa.

“Ini bukan semata-mata pilihan untuk meremajakan tim, ini hanya soal saya ingin melihat pemain-pemain tertentu di tim nasional Prancis,” ujar Zidane dalam wawancara khusus dengan TF1 yang dikutip dari Saber Desfarges dan dijadwalkan tayang penuh pada Minggu dalam program Téléfoot.

Ia menambahkan bahwa dirinya sadar keputusan tersebut akan menuai perhatian besar, namun ia memilih untuk tetap teguh pada pendiriannya. “Saya membuat pilihan dan pilihan itu sepenuhnya saya pertanggungjawabkan,” tegasnya.

Di sisi lain, para penggemar yang ditemui di jalan memberikan tanggapan beragam. Sebagian menilai keputusan Zidane sebagai langkah berani untuk mencari talenta baru di liga-liga Eropa, sementara sebagian lain masih menanti apakah para pemain muda tersebut mampu bersaing di level tertinggi.

Mbappé Tetap Kapten, Sejumlah Nama Besar Absen

Di tengah banyaknya perubahan, sejumlah pilar utama tim tetap dipertahankan. Ousmane Dembélé, Michael Olise, dan Kylian Mbappé masih menjadi bagian dari skuad. Bahkan, Zidane memastikan bahwa Mbappé akan terus mengenakan ban kapten.

“Dia pemain penting, pemain yang kita kenal, pemain terbaik di dunia. Dia kapten dan saya ingin melanjutkan bersamanya sebagai kapten,” kata Zidane.

Namun, beberapa nama yang sebelumnya langganan dipanggil justru absen. Aurélien Tchouaméni, Brice Samba, Malo Gusto, Marcus Thuram, Maghnes Akliouche, dan Lucas Digne tidak masuk dalam daftar kali ini. Absennya Samba, yang tampil reguler bersama Stade Rennais, menjadi salah satu topik yang cukup banyak dibahas karena posisinya digantikan oleh Guillaume Restes dari Toulouse.

Zidane sendiri tidak memberikan penjelasan rinci terkait absennya sejumlah pemain tersebut, namun ia menegaskan bahwa semua keputusan diambil berdasarkan pertimbangan teknis dan kebutuhan tim.

Perubahan Tradisi di Clairefontaine

Selain komposisi pemain, Zidane juga mengubah sejumlah kebiasaan yang melekat pada era Deschamps. Salah satunya adalah tradisi penyambutan pemain di Clairefontaine yang biasanya diwarnai sesi foto dan liputan media secara besar-besaran.

Mulai sekarang, kedatangan para pemain tidak lagi terbuka untuk publik dan media secara bebas. Zidane beralasan bahwa ia ingin mengembalikan Clairefontaine sebagai tempat yang sakral dan fokus pada persiapan pertandingan.

“Saya tidak memberikan pesan kesederhanaan apa pun. Setiap orang akan datang sesuai keinginannya. Clairefontaine adalah Clairefontaine. Tidak perlu berlebihan. Setelah itu, kami akan bersama-sama di dalam. Memang benar, gambar akan sedikit lebih kami kontrol,” jelasnya.

Meski demikian, rekaman kedatangan pemain tetap akan tersedia bagi media melalui dokumentasi resmi yang dilakukan oleh Federasi Sepak Bola Prancis (FFF). Sebagian penggemar menyambut positif langkah ini karena dinilai mengembalikan marwah Clairefontaine, namun ada pula yang menilai perubahan tersebut tidak akan berdampak signifikan karena gambar tetap bisa diakses melalui kanal resmi.

Netralitas Politik dan Fokus pada Tugas

Selain urusan teknis, Zidane juga menyita perhatian publik dengan sikapnya terkait isu politik. Ia memilih untuk tidak mengikuti jejak sejumlah atlet ternama seperti Kylian Mbappé dan judoka Teddy Riner yang aktif menyuarakan pandangan sosial dan politik.

Menurut laporan franceinfo, Zidane menegaskan bahwa dirinya memiliki keyakinan pribadi sebagai warga negara, namun memilih untuk tidak membagikannya secara terbuka. Ia ingin fokus sepenuhnya pada tugasnya sebagai pelatih tim nasional Prancis.

“Saya akan mengabdikan diri pada tugas saya, yaitu pelatih tim nasional Prancis A. Saya punya keyakinan, seperti semua orang, saya warga negara, saya memikirkan banyak hal. Tapi untuk membagikannya, masing-masing orang bebas. Saya tidak punya komentar. Saya akan mencoba fokus pada tugas ini,” ujarnya.

Sikap ini berbeda dengan Mbappé yang menyatakan solidaritas terhadap para migran di Ceuta, maupun Riner yang lewat unggahan di platform X menyoroti kekhawatirannya terhadap situasi sosial di Prancis. Perbedaan pendekatan tersebut pun menjadi bahan diskusi di berbagai program televisi, termasuk di CNews yang menilai langkah Zidane sebagai penanda berakhirnya euforia perdebatan politik di dunia olahraga.

Agenda Pertandingan Menanti

Para pemain akan berkumpul di Clairefontaine pada Senin, 21 September 2026. Setelah itu, mereka akan melakoni laga pertama di Turki pada Jumat, 25 September, sebelum melanjutkan rangkaian pertandingan di Brussels dan Saint-Denis, termasuk menghadapi Italia serta dua pertemuan melawan Belgia.

“Saya tidak sabar untuk bisa bersama para pemain dan mempersiapkan segalanya agar kami bisa kompetitif dan tampil baik sejak awal,” pungkas Zinédine Zidane.

Dengan daftar pertama yang sarat kejutan, publik sepak bola Prancis kini menanti bagaimana racikan Zidane bekerja di lapangan. Kombinasi antara pemain senior berpengalaman dan wajah-wajah baru akan menjadi ujian awal bagi sang legenda hidup sepak bola Prancis dalam membangun fondasi tim menuju kompetisi besar berikutnya.

Exit mobile version