Cakrawala News – 19 September 2026 | Laga juventus vs nec berakhir dengan kemenangan telak 5-0 bagi tuan rumah Juventus pada matchday perdana fase liga Liga Europa 2026/2027 di Allianz Stadium, Jumat (18/9/2026) dini hari WIB. Kemenangan besar ini membawa Bianconeri langsung memuncaki klasemen sementara dengan tiga poin berkat keunggulan selisih gol, sekaligus mengakhiri tren negatif setelah gagal menang dalam dua laga terakhir Serie A.
Hasil tersebut juga menjadi kemenangan telak keenam Juventus dengan selisih minimal tiga gol sejak Luciano Spalletti mengambil alih tim pada Oktober 2025. Lima kemenangan telak lainnya diraih di Serie A 2025/2026 atas Sassuolo, Cremonese, Napoli, Parma, dan Pisa.
Jalannya Pertandingan
Juventus hanya membutuhkan sembilan menit untuk membuka keunggulan. Nicolas Gonzalez memanfaatkan kesalahan posisi kiper NEC, Nikolas Polster, yang keluar terlalu jauh dari sarangnya. Menerima umpan panjang dari kiper Kamil Grabara, Gonzalez dengan tenang mengarahkan bola ke gawang yang sudah kosong.
Tuan rumah menggandakan keunggulan pada menit ke-24 melalui Kerim Alajbegovic. Gol tersebut berawal dari serangan balik yang dibangun Pape Matar Sarr dan diteruskan Weston McKennie. Gelandang asal Amerika Serikat itu melakukan tusukan sebelum memberikan umpan pendek kepada Alajbegovic yang berdiri tanpa kawalan. Menerima bola di area berbahaya, winger asal Bosnia-Herzegovina itu langsung melepaskan tendangan keras ke pojok kanan atas gawang NEC.
Juventus semakin menjauh menjelang turun minum. Pada menit ke-35, Gonzalez dijatuhkan Almugera Kabar di kotak terlarang. Nick Woltemade maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan sempurna. Juventus unggul 3-0 hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Juventus tetap agresif. Zeki Celik menambah keunggulan pada menit ke-75 setelah menyambar umpan silang mendatar Randal Kolo Muani dari jarak dekat. Kolo Muani kemudian ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-82. Menerima umpan terobosan Jhon Lucumi, penyerang asal Prancis itu melewati Polster dalam situasi satu lawan satu sebelum menceploskan bola ke gawang kosong. Skor 5-0 bertahan hingga laga berakhir.
Alajbegovic Ukir Sejarah
Gol ke gawang NEC terasa spesial bagi Alajbegovic. Berdasarkan data Opta, pemuda berusia 18 tahun 361 hari itu menjadi pemain termuda kedua Juventus yang mampu mencetak gol di kompetisi Eropa. Rekor paling muda masih dipegang Gianfranco Zigoni yang mencetak gol pada usia 18 tahun 311 hari pada Oktober 1963.
Gol tersebut juga menjadi yang perdana bagi Alajbegovic sejak didatangkan Juventus pada bursa transfer musim panas 2026. Ia hanya membutuhkan empat penampilan untuk membuka keran golnya. Alajbegovic sebelumnya melakukan debut sebagai pemain pengganti saat melawan Parma, lalu dipercaya tampil sejak menit awal dalam tiga laga berikutnya.
“Saya sangat senang dengan penampilan saya dan penampilan tim. Kami mencetak banyak gol, yang juga bagus untuk kepercayaan diri kami. Dan ya, saya sangat senang mencetak gol pertama saya untuk Juventus. Saya ingin terus seperti ini dan membantu tim. Sekarang kami ingin fokus pada hari Minggu dan memenangkan pertandingan itu juga,” kata Alajbegovic, dikutip dari laman resmi Juventus.
Meski menang telak, Alajbegovic menilai NEC Nijmegen bermain sangat baik. Tim tamu dianggap memiliki pressing yang bagus selama pertandingan. “Saya pikir N.E.C. bermain sangat bagus dalam situasi satu lawan satu di seluruh lapangan, jadi Anda harus menemukan solusi. Anda perlu mengalahkan lawan Anda, baik dengan umpan atau dengan menggiring bola. Mereka melakukan pressing dengan sangat baik dan selalu berusaha mengikuti saya, tetapi saya pikir kami mengatasinya dengan baik dan menemukan solusi yang bagus,” jelasnya.
Respons Spalletti dan Debut Grabara
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, puas dengan performa dominan timnya. Ia menilai para pemain mampu tampil dengan kepercayaan diri tinggi dan mengubah keraguan menjadi keputusan tepat selama pertandingan berlangsung.
“Saya sangat puas. Mereka masuk ke lapangan dengan pikiran yang jernih, mengubah keraguan menjadi keputusan dan mengambil keputusan dengan baik. Mereka mampu memaksimalkan keinginan untuk melakukan sesuatu,” ujar Spalletti kepada Sky Sport Italia.
Dalam kemenangan tersebut, Kamil Grabara menjalani debut bersama Juventus dengan catatan clean sheet. Kiper asal Polandia itu berhasil menjaga gawangnya tetap aman sekaligus menunjukkan kemampuan distribusi bola yang membuat Spalletti terkesan. Umpan panjangnya bahkan menjadi awal terciptanya gol pembuka Gonzalez.
Konteks dan Dampak
Kemenangan atas NEC menjadi respons positif skuad Spalletti setelah sebelumnya mendapat tekanan usai kalah mengejutkan 2-3 dari Sassuolo di Serie A. Hasil ini pun menjadi modal penting bagi Bianconeri untuk kembali membangun konsistensi di kompetisi domestik dan Eropa.
Di sisi lain, NEC harus menerima kenyataan berada di dasar klasemen sementara setelah kebobolan lima gol. Sementara itu, pada laga lain di Reale Arena, Bournemouth mencatat sejarah dengan menundukkan Real Sociedad 2-1 dalam laga debut mereka di kompetisi utama UEFA. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan pertama Bournemouth di kompetisi utama Eropa.
Bagi Juventus, laga juventus vs nec ini menunjukkan kedalaman skuad yang dimiliki Spalletti, terutama dengan kontribusi pemain muda seperti Alajbegovic. Konsistensi menjadi pekerjaan rumah berikutnya, terlebih Bianconeri akan kembali berlaga pada akhir pekan. Jika mampu mempertahankan performa seperti saat mengalahkan NEC, Juventus berpeluang besar menjaga posisi di puncak klasemen fase liga Liga Europa sekaligus memperbaiki posisi mereka di Serie A.
