Cakrawala News – 07 Oktober 2026 | Harga emas Antam dan buyback hari ini (6/10) kompak turun Rp 10.000, cek rinciannya. Berdasarkan pantauan di laman Logam Mulia pada Selasa (6/10/2026) pukul 09.02 WIB di Jakarta, harga emas batangan Antam turun ke angka Rp 2.570.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.580.000 per gram. Penurunan ini sekaligus menandai koreksi lanjutan pada perdagangan awal pekan, seiring pergerakan harga logam mulia yang masih fluktuatif.
Tak hanya harga jual, harga beli kembali atau buyback juga ikut turun. Buyback emas Antam hari ini berada di level Rp 2.376.000 per gram, turun Rp 10.000 dari posisi sebelumnya. Angka ini menjadi acuan bagi investor yang ingin menjual kembali emas batangan yang mereka miliki.
Meski demikian, masyarakat perlu memahami bahwa harga emas batangan Antam sewaktu-waktu dapat berubah. Pergerakan harga mengikuti kondisi pasar, sehingga angka yang tertera pada pagi hari bisa berbeda ketika transaksi dilakukan pada siang atau sore hari.
Pajak pada Transaksi Buyback dan Pembelian
Dalam setiap transaksi buyback, terdapat ketentuan perpajakan yang perlu diperhatikan. Setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. PPh Pasal 22 tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback.
Sementara itu, untuk harga beli emas Antam dikenakan pajak PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tertera di laman resmi. Dengan demikian, baik pembelian maupun penjualan kembali emas batangan memiliki konsekuensi pajak yang sebaiknya dihitung oleh investor sebelum bertransaksi.
Bagi investor jangka panjang, penurunan harga seperti ini kerap menjadi momen untuk menambah porsi kepemilikan emas. Namun, keputusan tetap perlu disesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko masing-masing.
Pergerakan Emas di Tengah Dinamika Pasar
Penurunan harga emas hari ini terjadi di tengah dinamika pasar keuangan yang masih bergejolak. Pada perdagangan saham sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 1,36 persen ke level 6.118 dan masih didominasi oleh volume pembelian.
Meski begitu, sejumlah analis menilai IHSG masih berpotensi kembali melemah. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave c dari wave (y). Ia menyarankan investor mencermati area koreksi yang diperkirakan berada di rentang 5.850 hingga 5.911.
Adapun level support IHSG berada di 5.949 dan 5.872, sedangkan level resistance berada di 6.187 dan 6.297. Proyeksi ini menunjukkan bahwa pasar saham belum sepenuhnya lepas dari tekanan, sehingga emas masih menjadi alternatif aset yang dilirik sebagian investor.
Di sisi lain, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai IHSG berpotensi koreksi kembali jika tidak break di atas resistance 6.150. Level support IHSG berada di 6.000 hingga 6.070, sementara resistance di level 6.150 hingga 6.200.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup naik 1,36 persen, namun disertai dengan net sell asing sekitar Rp 123 miliar. Sejumlah saham yang paling banyak dijual investor asing adalah GOTO, BBRI, ASII, UNTR, dan TLKM.
Rekomendasi Saham Seiring Koreksi Pasar
Sejalan dengan proyeksi tersebut, MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini. ADRO direkomendasikan trading buy pada area beli 2.490 hingga 2.540 dengan target harga 2.610 hingga 2.650 dan cut loss di bawah 2.470.
Selanjutnya, INCO juga direkomendasikan trading buy pada area beli 4.070 hingga 4.170 dengan target harga 4.420 hingga 4.660 dan cut loss di bawah 3.960. Sementara MEDC direkomendasikan buy on weakness pada area beli 1.325 hingga 1.375 dengan target harga 1.450 hingga 1.485 dan cut loss di bawah 1.315.
Dari BNI Sekuritas, terdapat rekomendasi untuk CUAN dengan spec buy pada area beli 845 hingga 850, target harga 865 hingga 875, dan cut loss di bawah 835. KPIG juga direkomendasikan spec buy pada area beli 41 hingga 43 dengan target harga 46 hingga 49 dan cut loss di bawah 39.
Terakhir, DOOH direkomendasikan spec buy pada area beli 342 hingga 352 dengan target harga 366 hingga 376 dan cut loss di bawah 340. Rekomendasi ini bersifat sebagai bahan pertimbangan, bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Yang Perlu Dicermati Investor
Kombinasi antara penurunan harga emas dan potensi koreksi pasar saham menunjukkan bahwa investor perlu lebih cermat dalam mengatur portofolio. Emas sebagai aset safe haven cenderung menjadi pilihan ketika pasar saham bergejolak, meski harganya juga tidak lepas dari fluktuasi.
Bagi masyarakat yang berencana membeli emas Antam, penting untuk memantau harga secara berkala melalui laman resmi Logam Mulia agar mendapatkan harga terbaik. Sementara bagi yang ingin melakukan buyback, perhitungan pajak PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk transaksi di atas Rp 10.000.000 perlu diperhitungkan sejak awal.
Dengan memahami rincian harga, pajak, dan konteks pasar, keputusan investasi dapat diambil secara lebih rasional. Perkembangan harga emas Antam dan buyback hari ini (6/10) kompak turun Rp 10.000, cek rinciannya menjadi pengingat bahwa pasar terus bergerak dinamis dan informasi terkini menjadi kunci.












