Kanada Vs Peru: Shaffelburg Borong Dua Gol, Marsch Sebut Bikin Peru Tampil Buruk

Kanada Vs Peru: Shaffelburg Borong Dua Gol, Marsch Sebut Bikin Peru Tampil Buruk
Kanada Vs Peru: Shaffelburg Borong Dua Gol, Marsch Sebut Bikin Peru Tampil Buruk

Cakrawala News – 04 Oktober 2026 | Duel kanada vs peru di Saputo Stadium, Montreal, berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk tuan rumah pada laga amistoso internasional FIFA Matchday, Sabtu 3 Oktober 2026. Dua gol Kanada lahir dari kaki Jacob Shaffelburg pada menit ke-19 dan ke-35, sementara Peru harus pulang dengan tangan kosong pada laga ketiga rangkaian tur Amerika Utara mereka.

Hasil ini menambah catatan buruk bagi tim asuhan Mano Menezes. Sebelumnya, Peru kalah telak 4-1 dari Amerika Serikat, lalu sempat menahan imbang Meksiko 1-1. Kini kekalahan dari Kanada membuat rapor Menezes bersama tim nasional Peru menjadi satu kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan dari lima pertandingan yang sudah dijalani.

Dua Gol Berawal dari Kesalahan Pertahanan Peru

Kanada tampil agresif sejak menit awal. Nathan Saliba memenangkan duel udara melawan Miguel Araujo dan Oliver Sonne, lalu menyundul bola ke arah Shaffelburg. Sang winger menyelesaikan peluang dengan tendangan kaki kiri yang melewati kiper Diego Romero pada menit ke-19.

Gol kedua lahir dari pola serupa. Liam Millar menembus sisi kanan pertahanan Peru dengan minim perlawanan dari Marcos Lopez. Umpan silangnya melewati Romero dan Sonne, sehingga Shaffelburg berdiri bebas di tiang jauh dan menuntaskan bola menjadi gol keduanya malam itu.

Kedua gol tersebut memperlihatkan lemahnya penjagaan Peru di area sayap. Sebaliknya, pelatih Kanada Jesse Marsch menilai gol-gol itu lahir karena tekanan yang dibangun timnya, bukan semata-mata kesalahan lawan.

Pernyataan Tajam Jesse Marsch

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Marsch melontarkan pernyataan yang cukup menohok. Ia menyebut performa timnya membuat Peru tampil seperti tim yang lemah.

“Berkat penampilan kami, kami membuat mereka terlihat seperti tim yang buruk,” ujar Marsch.

Meski begitu, pelatih asal Amerika Serikat itu juga memberi kredit kepada Peru. Ia mengingatkan bahwa tim asuhan Menezes pernah memberi perlawanan kepada Meksiko dan Spanyol pada laga-laga sebelumnya.

“Identitas, kejelasan, dan talenta di lapangan berada di level tinggi, sehingga kami bisa mengendalikan pertandingan dan membuat tim lawan tampak tidak punya peluang. Ini adalah kredit untuk tim dan apa yang sedang kami bangun di sini, karena Peru adalah tim yang memberi perlawanan kepada Meksiko. Bahkan jika kita ingat pertandingan musim panas lalu, mereka memberi perlawanan kepada Spanyol,” jelasnya.

Marsch tetap menyoroti satu kekurangan timnya, yakni kegagalan menambah gol. Menurutnya, Kanada seharusnya bisa mencetak lebih banyak angka dalam laga kanada vs peru tersebut.

“Saya pikir sejak awal kami menentukan tempo dan jalannya pertandingan. Kami merasa bisa mendapatkan lebih banyak lagi,” katanya.

Lima Pergantian Menezes Tak Mampu Mengubah Arah

Memasuki babak kedua, Menezes melakukan lima pergantian sekaligus. Andre Carrillo, Gianluca Lapadula, Renzo Garces, Johnny Vidales, dan Piero Magallanes masuk untuk mencari reaksi.

Peru memang tampil lebih baik di beberapa momen paruh kedua dan sempat mendapat ruang untuk melakukan serangan balik. Namun penyelesaian akhir yang buruk membuat peluang itu tidak berbuah gol.

Peluang paling jelas datang pada menit ke-56. Lapadula berada dalam posisi bebas dan bergerak menuju gawang lawan, tetapi memilih menembak di atas mistar Owen Goodman, padahal Carrillo dan Magallanes ikut mendampingi. Peluang lain hadir lewat tendangan bebas Jairo Concha pada menit ke-80, yang juga melambung di atas mistar.

Di sisi lain, Kanada tampil dengan susunan yang lebih segar. Mereka hanya memainkan satu laga pada jeda internasional ini, yakni kemenangan 1-0 atas Chile, sehingga kondisi pemain lebih prima dibanding Peru yang sudah melakoni dua pertandingan berat.

Catatan Buruk Berlanjut untuk Peru

Kekalahan ini menegaskan persoalan Peru dalam membangun serangan, menjaga struktur pertahanan, dan menyelesaikan peluang. Mereka menutup laga tanpa gol dan kembali mendapat sorotan tajam atas performa tim maupun sang pelatih.

Bagi Kanada, kemenangan ini menjadi modal penting sebelum menghadapi Amerika Serikat pada laga berikutnya. Marsch menyebut duel tersebut sebagai tantangan besar, tetapi ia yakin timnya bisa bersaing jika mampu mengendalikan tempo pertandingan seperti yang mereka lakukan melawan Peru.

Sejumlah nama yang sempat disorot setelah laga ini menunjukkan bahwa evaluasi di kubu Peru akan berlangsung ketat. Mano Menezes sendiri mengakui timnya tidak tampil baik dan masih memiliki banyak pekerjaan rumah sebelum laga-laga berikutnya.

Peru akan menutup tur Amerika Utara dengan menghadapi Kolombia pada Selasa pukul 18.45 waktu setempat. Laga itu menjadi kesempatan terakhir bagi Menezes untuk memperbaiki wajah tim sebelum kompetisi resmi bergulir, sekaligus menjawab keraguan yang semakin menguat setelah hasil kanada vs peru kali ini.

Exit mobile version