Como Hancurkan Lens 9-1, Samai Rekor Kemenangan Terbesar Liga Champions

Como Hancurkan Lens 9-1, Samai Rekor Kemenangan Terbesar Liga Champions
Como Hancurkan Lens 9-1, Samai Rekor Kemenangan Terbesar Liga Champions

Cakrawala News – 06 November 2026 | Como menorehkan sejarah di Liga Champions 2026/2027 setelah membantai Lens dengan skor telak 9-1 pada matchday keempat fase liga di Stade Bollaert-Delelis, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini membuat klub asal Italia itu menyamai rekor selisih gol terbesar sepanjang sejarah kompetisi, yakni delapan gol, sekaligus menempatkan Como di peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin.

Hasil tersebut terasa istimewa karena Como merupakan tim debutan di kompetisi elite Eropa ini. Bermain sebagai tim tamu, anak asuh Cesc Fabregas tampil agresif sejak awal dan tidak memberi ruang bagi Lens untuk mengembangkan permainan.

Douvikas Jadi Bintang, Enam Pemain Lain Ikut Mencetak Gol

Penyerang asal Yunani, Anastasios Douvikas, menjadi bintang kemenangan Como lewat torehan hat-trick. Ia membuka keunggulan pada menit ketujuh, menggandakan skor pada menit ke-32, lalu melengkapi trigolnya pada menit ke-65.

Selain Douvikas, enam pemain lain turut menyumbang gol bagi tim tamu. Nico Paz mencetak gol pada menit ke-40, Lucas Da Cunha pada menit ke-47, Marc-Oliver Kempf pada menit ke-54, Mattia Liberali pada menit ke-62, serta Martin Baturina pada menit ke-69. Matteo Papaccioli menutup pesta gol Como pada menit ke-90+2.

Sementara itu, satu-satunya gol Lens dicetak Ruben Aguilar pada menit ke-65. Gol tersebut tidak mampu mengubah arah pertandingan yang sepenuhnya dikuasai tim tamu.

Menyamai Liverpool dan Real Madrid, Melampaui Bayern dalam Produktivitas

Dengan selisih delapan gol, Como menyamai catatan kemenangan terbesar di era Liga Champions modern yang sebelumnya ditorehkan Liverpool dan Real Madrid. Liverpool pernah menghajar Besiktas 8-0 pada 6 November 2007, sedangkan Real Madrid membantai Malmo FF dengan skor serupa pada 8 Desember 2015.

Meski demikian, Como menjadi tim yang mencetak gol lebih banyak dalam kemenangan tersebut. Skor 9-1 membuat mereka membukukan sembilan gol dalam satu pertandingan, melampaui produktivitas Liverpool dan Real Madrid pada kemenangan 8-0 mereka.

Menurut catatan UEFA, Como juga menjadi tim pertama yang mencatatkan kemenangan tandang dengan selisih delapan gol di Liga Champions. Mereka menjadi klub kedua setelah Bayern Munich yang mampu mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan kompetisi tersebut.

Bayern Munich memegang rekor jumlah gol terbanyak dalam satu laga Liga Champions lewat kemenangan 9-2 atas Dinamo Zagreb pada laga pembuka musim 2024/2025. Harry Kane mencetak empat gol dalam pertandingan itu, sedangkan Michael Olise menyumbang dua gol.

Sebelum era Liga Champions, rekor era Piala Champions Eropa juga mencatat skor yang lebih besar. Namun, catatan tersebut berada di luar cakupan kompetisi modern yang menggunakan nama UEFA Champions League sejak 1992.

Modal Berharga Menuju Laga Berikutnya

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Como yang tengah menjalani musim debutnya di Liga Champions. Sebelumnya, Como sempat menjamu Manchester United di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada matchday ketiga. Saat itu, pelatih Como, Cesc Fabregas, menegaskan pentingnya menghormati MU meski sang lawan sedang dalam kondisi kurang baik.

Fabregas menilai klub dengan sejarah dan pengalaman sebesar Manchester United selalu bisa menemukan kebangkitan kapan pun. Sikap respek itu rupanya sejalan dengan performa Como yang tetap tampil disiplin dan tajam di laga-laga berikutnya.

Bagi Lens, kekalahan ini menjadi pukulan berat di hadapan pendukung sendiri. Tim tuan rumah hanya mampu membalas satu gol dan harus menerima kenyataan bahwa gawang mereka kebobolan sembilan kali dalam satu pertandingan.

Kemenangan 9-1 ini menegaskan bahwa Como bukan sekadar pelengkap di fase liga Liga Champions. Dengan sembilan poin yang sudah dikumpulkan, tim asal Italia itu berada di posisi keempat dan berpeluang besar melanjutkan langkah ke babak berikutnya.

Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah konsistensi Como. Rekor besar memang telah tercipta, tetapi tantangan berikutnya adalah menjaga performa agar tidak terjebak euforia. Sejarah mencatat, kemenangan spektakuler tidak selalu berbanding lurus dengan hasil di laga-laga berikutnya.

Bagi publik sepak bola Indonesia, catatan ini menjadi pengingat bahwa kejutan di Liga Champions selalu mungkin terjadi, termasuk dari tim yang baru pertama kali tampil di kompetisi bergengsi tersebut.

Exit mobile version