Shayne Pattynama Ungkap Pola Makan Daging Sapi demi Pemulihan Otot

Shayne Pattynama Ungkap Pola Makan Daging Sapi demi Pemulihan Otot
Shayne Pattynama Ungkap Pola Makan Daging Sapi demi Pemulihan Otot

Cakrawala News – 06 November 2026 | Pesepak bola Timnas Indonesia yang kini memperkuat Persija Jakarta, Shayne Pattynama, mengungkap kebiasaan makannya yang cukup mengejutkan. Pattynama mengaku rutin mengonsumsi daging sapi lima hingga enam kali dalam seminggu untuk menjaga kebugaran tubuh dan mendukung pemulihan otot. Bahkan, dalam sehari, ia bisa menyantap daging sapi hingga dua kali.

Pengakuan itu disampaikan Pattynama dalam acara bertajuk “Got Beef? Let’s Go” yang digelar Meat & Livestock Australia (MLA) bersama The Gourmet by Ranch Market melalui kemitraan dengan ASEAN United FC di Jakarta pada Kamis, 5 November 2026.

Menurut Pattynama, tingginya intensitas latihan dan pertandingan membuat seorang pesepak bola membutuhkan asupan nutrisi yang memadai, terutama protein. Ia menilai daging sapi menjadi salah satu sumber protein yang berpengaruh besar terhadap kondisi tubuhnya.

“Pengaruhnya besar karena daging mengandung protein. Kita membutuhkan banyak protein dari daging sapi,” ujar Shayne dalam acara tersebut.

Meski sering mengonsumsi daging sapi, Pattynama tidak hanya bergantung pada satu sumber protein. Ia juga memvariasikan menu hariannya dengan ikan, seperti barramundi dan salmon, agar asupan gizinya tetap seimbang.

Menu Harian yang Diatur Koki dan Ahli Gizi

Dalam menjaga pola makan, Pattynama tidak mengandalkan preferensi pribadi semata. Ia mengaku dibantu seorang koki dan ahli gizi yang bertugas menyusun menu harian sesuai kebutuhan tubuhnya.

Setiap menu, mulai dari sarapan, makan siang, hingga makan malam, diperhitungkan berdasarkan kebutuhan kalori dan aktivitas yang dijalani. Dengan begitu, asupan nutrisi dapat disesuaikan dengan intensitas latihan setiap harinya.

Untuk sarapan, Pattynama biasanya menyantap telur, roti sourdough, buah-buahan, dan yoghurt. Saat makan siang, ia terkadang memilih ikan barramundi. Sementara untuk makan malam, menunya bisa berupa daging sapi atau ayam.

Penyesuaian menu juga dilakukan berdasarkan jenis latihan. Kebutuhan nutrisi ketika berlatih di pusat kebugaran tentu berbeda dengan saat menjalani latihan di lapangan yang melibatkan banyak gerakan lari.

Selain protein, karbohidrat juga menjadi perhatian Pattynama, terutama menjelang pertandingan. Ia mengaku menyukai berbagai hidangan pasta, seperti lasagna dan spaghetti bolognese.

Kampanye Sepak Bola dan Kuliner

Acara “Got Beef? Let’s Go” sendiri merupakan kampanye regional Aussie Beef melalui MLA yang digelar di The Gourmet by Ranch Market, ASHTA District 8, Jakarta. Kampanye ini dikemas melalui sesi demo masak yang diperagakan langsung oleh Chef Owner Silk Bistro & Silk Thai, Freddie Salim, bersama Pattynama selaku Aussie Got Beef Let’s Go Indonesia Football Talent.

Menurut keterangan penyelenggara, kampanye ini menggabungkan dua hal yang disukai masyarakat, yakni sepak bola dan makanan. Alasannya, masyarakat di kawasan tersebut meski berasal dari berbagai budaya dan kuliner berbeda, memiliki kecintaan yang sama terhadap sepak bola dan makan.

“Makanan lezat membawa orang-orang berkumpul bersama, begitu pula sepak bola yang menyatukan orang-orang untuk menonton. Jadi kami pikir, mari gabungkan kedua hal ini,” kata Andrew saat diwawancarai usai acara.

Nasib Pattynama di Persija Masih Jadi Tanda Tanya

Di sisi lain, pengakuan soal pola makan ini muncul di tengah situasi yang kurang menguntungkan bagi Pattynama di level klub. Bek kiri berusia 28 tahun itu belum mendapatkan menit bermain di Super League 2026/2027 bersama Persija Jakarta.

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, sempat menjelaskan alasan belum memberi kesempatan bermain kepada Pattynama. Ia menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan kebutuhan taktikal tim serta persaingan dengan pemain lain di posisi yang sama.

Pattynama memang menghadapi persaingan ketat di sektor bek kiri, salah satunya dengan Dony Tri Pamungkas. Meski demikian, ia tetap mendapat panggilan ke Timnas Indonesia dan sempat tampil hingga empat kali di ASEAN Championship.

Situasi ini memicu perdebatan di kalangan pendukung Persija, Jakmania. Sejumlah komentar mempertanyakan mengapa Pattynama belum mendapat peluang, sementara pemain lain dinilai lebih sering memperoleh kepercayaan dari tim pelatih.

Kritik tersebut semakin ramai setelah Persija menghadapi PSMS Medan pada laga perdana I League Cup, Selasa, 3 November 2026. Meski turnamen itu mayoritas diisi pemain lapis kedua, Pattynama masih belum dipercaya untuk turun bermain.

Perbincangan mengenai nasibnya di Persija pun mencuat di media sosial, dengan sebagian suporter menyinggung soal pemilihan pemain hingga istilah anak emas pelatih. Terlepas dari polemik itu, disiplin pola makan yang dijalani Pattynama menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kondisi fisik sebagai pesepak bola profesional.

Ke depan, perhatian akan tertuju pada apakah kerja kerasnya di luar lapangan, termasuk pengaturan nutrisi yang ketat, akan berbanding lurus dengan kesempatan bermain yang ia dapatkan bersama Persija maupun Timnas Indonesia.

Exit mobile version