Deretan Insiden Mobil BYD M6 di Jakarta: Kecelakaan Maut Hingga Nyemplung Kolam Bundaran HI

Deretan Insiden Mobil BYD M6 di Jakarta: Kecelakaan Maut Hingga Nyemplung Kolam Bundaran HI
Deretan Insiden Mobil BYD M6 di Jakarta: Kecelakaan Maut Hingga Nyemplung Kolam Bundaran HI

Cakrawala News – 09 September 2026 | Jakarta – Deretan insiden mobil BYD M6 di Jakarta, dari kecelakaan hingga nyemplung kolam Bundaran HI, menjadi sorotan publik dalam sepekan terakhir. Perhatian utama tertuju pada kecelakaan maut di Kembangan, Jakarta Barat, yang menewaskan satu keluarga. Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu, 5 September 2026, sekitar pukul 15.30 WIB di turunan Jembatan Kembang Kerep.

Kecelakaan beruntun ini melibatkan sebuah mobil listrik BYD M6 bernomor polisi B 2703 BNA yang dikemudikan oleh Karsono. Mobil tersebut melaju dari arah selatan menuju utara, diduga hilang kendali di jalan menurun, lalu menabrak bagian belakang Toyota Kijang Innova yang dikemudikan Hadi Wibawa. Benturan keras mendorong Innova ke depan hingga menghantam Toyota Fortuner yang dikemudikan Eben Ezer S. Fortuner kemudian oleng ke kanan dan sisi kirinya menghantam sepeda motor Honda Vario yang dikendarai Andi Prasetyo, yang membonceng istri dan anaknya.

Akibat kejadian ini, tiga orang dalam satu keluarga, yaitu Andi Prasetyo, Yeni Sumarti, dan anak mereka Zeline Zakeisha, tewas di tempat. Empat orang lainnya, termasuk pengemudi dan penumpang mobil yang terlibat, mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit hingga Selasa, 8 September 2026.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, Komisaris Polisi Reza Hafiz Gumilang, menyatakan bahwa dugaan awal penyebab kecelakaan adalah human error atau kehilangan kendali. Namun, polisi masih mendalami penyebab pasti. “Dugaan awal, human error, out of control. Namun masih perlu didalami kembali,” ujarnya. Proses penyelidikan belum dapat dilakukan maksimal karena para korban dan pengemudi masih dirawat. Polisi akan memeriksa mereka setelah dinyatakan sehat oleh dokter.

Menanggapi kejadian ini, BYD Indonesia melalui Head of PR & Government Relation, Luther Pandjaitan, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. “Sepertinya itu masih harus digali lebih dalam lagi (terkait penyebab kecelakaan). Menurut informasi saat ini, masih dalam proses di kepolisian setempat. Sebaiknya untuk menghormati proses, kita tunggu bersama hasilnya dulu,” katanya.

Kecelakaan maut ini menambah daftar insiden yang melibatkan mobil BYD M6 di Jakarta. Sebelumnya, pada Minggu, 6 September 2026, sebuah mobil BYD M6 dilaporkan nyemplung ke kolam air mancur di Bundaran HI. Namun, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun BYD mengenai insiden tersebut. Dalam sepekan terakhir, deretan insiden BYD M6 ini memicu diskusi publik mengenai keselamatan kendaraan listrik, khususnya model M6 yang cukup populer di Indonesia.

Meski demikian, perlu dicatat bahwa penyebab kecelakaan di Kembangan belum dapat dipastikan. Beberapa saksi menyebutkan adanya kemungkinan kegagalan fungsi rem, tetapi hal itu belum terkonfirmasi. Polisi masih melakukan penyelidikan dan menunggu keterangan dari para pihak yang terlibat. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M. Adiel Aristo, menegaskan bahwa dugaan sementara penyebab kecelakaan masih dalam proses lidik.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara, terutama di jalan menurun yang rawan. Pengemudi diimbau untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan, termasuk sistem pengereman, sebelum bepergian. Bagi pengguna kendaraan listrik, perawatan baterai dan komponen elektronik juga perlu diperhatikan secara berkala.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tersangka dalam kasus kecelakaan maut di Kembangan. Polisi masih menunggu kondisi para korban dan pengemudi membaik untuk menjalani pemeriksaan intensif. Masyarakat diharapkan tetap menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak berspekulasi.

Exit mobile version