Dirut Jakpro Bantah Diusir Teddy di LRT, Sebut Hanya Diminta Pindah Gerbong

Dirut Jakpro Bantah Diusir Teddy di LRT, Sebut Hanya Diminta Pindah Gerbong
Dirut Jakpro Bantah Diusir Teddy di LRT, Sebut Hanya Diminta Pindah Gerbong

Cakrawala News – 20 September 2026 | Viral Teddy disebut usir petinggi KAI saat Prabowo coba LRT, dirut Jakpro beri klarifikasi menjadi sorotan publik setelah video Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Teddy terlihat meminta sejumlah pejabat LRT berpindah posisi di dalam gerbong saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, membantah dirinya diusir dan menegaskan ia hanya diminta pindah ke gerbong belakang karena gerbong presiden sudah penuh.

“Saya tidak diusir Pak Seskab Teddy, hanya diminta pindah ke gerbong belakang, supaya gak kepenuhan di gerbong presiden,” kata Iwan Takwin kepada IDN Times, Kamis (17/9/2026).

Peristiwa itu terjadi saat Prabowo menjajal LRT Jakarta koridor baru Kelapa Gading-Manggarai pada Rabu (16/9/2026), sebelum moda transportasi tersebut diresmikan. Dalam perjalanan itu, Prabowo didampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung serta diikuti sejumlah siswa sekolah dan kelompok disabilitas.

Kronologi dan Konteks Video

Video yang beredar memperlihatkan Teddy meminta beberapa pejabat LRT berpindah posisi ketika Prabowo berada di dalam gerbong. Momen tersebut kemudian memunculkan anggapan bahwa Teddy mengusir Direktur Utama LRT dan sejumlah pejabat lainnya dari gerbong yang ditumpangi Presiden.

Namun, akun Instagram @catatanseskab menyatakan narasi pengusiran tidak sesuai kejadian sebenarnya. Menurut akun tersebut, Teddy mengatur area di dalam gerbong agar pengguna kursi roda berada lebih dekat dengan Presiden dan dapat ikut berbincang langsung.

Dalam perjalanan tersebut, Prabowo tampak berbincang dengan Pramono Anung. Sesekali Prabowo mengangguk mendengarkan penjelasan Gubernur DKI Jakarta itu. Setelah tiba di Stasiun Manggarai, Prabowo meresmikan operasional LRT Kelapa Gading-Manggarai.

Penjelasan Pengamat

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai anggapan bahwa Teddy mengusir pejabat LRT tidak tepat. Menurut Dedi, tindakan Teddy lebih merupakan pengaturan situasi di dalam gerbong agar tersedia ruang bagi Presiden Prabowo dan penumpang penyandang disabilitas.

“Memindahkan posisi agar ada ruang bagi Pak Prabowo dan juga salah satu penumpang yang disabilitas itu, Prof. Itu kan tindakan-tindakan momentum, bukan tindakan formal, bukan disposisi,” kata Dedi, Kamis (18/9).

Dedi mengatakan video yang beredar hanya memperlihatkan sebagian kecil dari situasi yang terjadi sehingga mudah menimbulkan penafsiran berbeda. Ia menilai langkah Teddy merupakan inisiatif personal karena berada bersama Presiden, bukan penggunaan kewenangan formal Sekretaris Kabinet.

“Publik hanya akan melihat apa yang tampak di permukaan secara langsung. Dan kita harus maklum kalau kemudian itu mendapatkan penafsiran yang berbeda dan menimbulkan kesalahpahaman yang tinggi,” ujarnya.

Menurut Dedi, konteks kegiatan tersebut membuat dugaan pengusiran sulit diterima. Posisi pejabat LRT hanya dipindahkan agar tersedia ruang bagi Prabowo dan penumpang penyandang disabilitas.

Peresmian dan Nilai Investasi

Peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai menandai beroperasinya lintasan sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun. Proyek ini memiliki nilai investasi Rp12,1 triliun. Peresmian ditandai dengan Prabowo menarik ruas miniatur LRT Kelapa Gading-Manggarai.

Turut hadir dalam peresmian itu Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro Iwan Takwin, serta Direktur Operasi dan Pengembangan LRT Jakarta Arie Rinaldi.

Sebelumnya, saat baru tiba di Stasiun Kelapa Gading, Prabowo disambut sejumlah siswa sekolah dan menyalami mereka. Pramono juga menyapa sejumlah pegawai LRT Jakarta di dalam stasiun. Di dalam LRT, sejumlah siswa dan kelompok disabilitas ikut menjajal moda transportasi tersebut bersama Presiden.

Klarifikasi terbaru menyebut pengaturan ruang tersebut merupakan respons situasional selama perjalanan dengan LRT. Isu Viral Teddy disebut usir petinggi KAI saat Prabowo coba LRT, dirut Jakpro beri klarifikasi ini menjadi perhatian karena menyangkut protokol kunjungan presiden dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di ruang publik.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak Istana maupun Jakpro terkait perkembangan isu ini. Publik diimbau menunggu informasi lengkap sebelum menarik kesimpulan dari potongan video yang beredar.

Exit mobile version