Kapal Induk Garibaldi Tiba di Tanjung Priok, Dikawal 2 KRI dan Pesud TNI AL

Kapal Induk Garibaldi Tiba di Tanjung Priok, Dikawal 2 KRI dan Pesud TNI AL
Kapal Induk Garibaldi Tiba di Tanjung Priok, Dikawal 2 KRI dan Pesud TNI AL

Cakrawala News – 19 September 2026 | Penampakan perdana kapal induk Garibaldi di perairan RI, dikawal 2 KRI dan pesud TNI AL menjadi momen bersejarah bagi Indonesia. Kapal induk Giuseppe Garibaldi yang sebelumnya milik Angkatan Laut Italia itu akhirnya tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat, 18 September 2026, setelah menempuh pelayaran panjang dari Italia. Kedatangan kapal induk pertama Indonesia ini disambut pengawalan dua kapal perang serta dua pesawat udara TNI Angkatan Laut.

Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, pengawalan dilakukan saat kapal memasuki Perairan ALKI I pada Kamis, 17 September 2026. Dua fregat kelas Brawijaya, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, dikerahkan untuk mengawal kapal induk tersebut. Selain dua KRI, TNI AL juga mengerahkan pesawat udara CN-235 dan NC-212.

Kapal induk itu akhirnya merapat di Dermaga 107 Tanjung Priok pada Jumat pagi. Penyambutan dan pengawalan kapal induk AL Italia, ITS Giuseppe Garibaldi-551, yang dihibahkan kepada TNI AL, dilakukan saat kapal memasuki Alur Tekuk Jakarta. Momen penampakan perdana kapal induk Garibaldi di perairan RI, dikawal 2 KRI dan pesud TNI AL ini menjadi penanda masuknya Indonesia ke jajaran negara pemilik kapal induk.

Perjalanan Panjang dari Italia hingga Jakarta

Sebelum tiba di Jakarta, Giuseppe Garibaldi menempuh perjalanan jauh dari Italia. Dalam perjalanan tersebut, kapal sempat melintasi Laut Merah dengan dikawal dua kapal fregat Italia hingga mendekati Colombo, Sri Lanka. Di Colombo, kapal melakukan pengisian ulang bahan bakar sebelum melanjutkan pelayaran menuju Indonesia.

Setelah memasuki kawasan Selat Malaka, pengawalan berganti. Kapal perang Italia tersebut dikawal KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi dalam perjalanan menuju Jakarta. “Kemudian melewati Selat Malaka, dikawal oleh KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi setelah lepas dari Selat Malaka menuju Jakarta,” kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100 pada 24 September

Kapal induk Giuseppe Garibaldi segera meninggalkan identitasnya sebagai kapal perang Italia. Pada Kamis, 24 September 2026, kapal tersebut dijadwalkan resmi menjadi bagian dari TNI Angkatan Laut dengan nama KRI Sriwijaya-100. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyaksikan langsung seremoni serah terima sekaligus perubahan identitas kapal induk tersebut.

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan bahwa Giuseppe Garibaldi saat ini masih berstatus sebagai kapal Angkatan Laut Italia. Statusnya akan berubah setelah proses serah terima kepada Pemerintah Indonesia. “Kapal ini masih merupakan kapal Angkatan Laut Italia saat ini, dan nantinya kemungkinan akan diserahkan dan menjadi kapal TNI Angkatan Laut atau menjadi Kapal Republik Indonesia atau KRI pada tanggal 24,” ujarnya.

Perubahan identitas itu nantinya ditandai dengan pergantian bendera Italia menjadi bendera Indonesia. Nama KRI Sriwijaya-100 juga sekaligus mengakhiri spekulasi sebelumnya yang menyebut kapal tersebut akan menggunakan nama KRI Gadjah Mada atau KRI Panglima Soedirman. “Namanya menjadi KRI Sriwijaya,” tutur dia.

Peran untuk Operasi Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana

Kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi ke Tanah Air dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan penguatan kemampuan TNI AL. Menurut Tunggul, kapal induk ini akan memperkuat Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan. Hal itu disebut telah menjadi prioritas.

Sesuai keterangan Presiden Prabowo Subianto, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan bahwa kapal induk yang rencananya diberi nama KRI Gadjah Mada atau KRI Sriwijaya itu akan digunakan untuk pangkalan helikopter dan drone. Termasuk dalam operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI, Kapolri, dan para kepala staf dijadwalkan hadir secara langsung saat kedatangan kapal tersebut. Kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara itu menunjukkan besarnya perhatian pemerintah terhadap penguatan alutsista matra laut.

Dengan pengawalan dua KRI dan dua pesud TNI AL, penampakan perdana kapal induk Garibaldi di perairan RI, dikawal 2 KRI dan pesud TNI AL menjadi bukti kesiapan TNI AL dalam mengawal aset strategis negara. Proses serah terima pada 24 September 2026 akan menjadi tonggak resmi bagi Indonesia yang memiliki kapal induk pertama. Setelah resmi menjadi KRI Sriwijaya-100, kapal ini diharapkan memperkuat kemampuan operasi kemanusiaan, penanggulangan bencana, serta pengawasan wilayah perairan Indonesia.

Exit mobile version