Cakrawala News – 20 Oktober 2026 | Drama Lisandro Martinez merembet ke internal klub, MU batalkan agenda makan malam tim. Bek asal Argentina itu menjadi pusat polemik setelah mengkritik kebijakan perekrutan Manchester United, dan dampaknya kini terasa hingga ke ruang ganti serta agenda kebersamaan skuad. Pergantian Martinez pada awal babak kedua saat Setan Merah ditahan imbang Leeds United 1-1 di Elland Road, Minggu (18/10/2026), menambah lapisan baru dalam kisruh yang sedang berlangsung.
Dalam laga lanjutan Premier League 2026/2027 itu, Martinez tampil sebagai starter dan membantu MU menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 lewat gol Bryan Mbeumo. Namun ia tidak melanjutkan permainan seusai turun minum dan posisinya ditempati Noussair Mazraoui. Tanpa Martinez di lini belakang, gawang Manchester United akhirnya kebobolan dan pertandingan berakhir tanpa pemenang.
Alasan Pergantian: Masalah pada Paha
Manajer Manchester United, Michael Carrick, menegaskan bahwa pergantian Martinez bukan disebabkan persoalan di luar lapangan, melainkan kondisi fisik sang pemain. Menurut Carrick, Martinez merasakan sedikit masalah pada bagian pahanya.
Sepanjang babak pertama, Martinez memang tampak berjalan terpincang-pincang. Tim pelatih kemudian menariknya saat jeda untuk mengantisipasi masalah yang berpotensi lebih serius. Kondisi tersebut membuat bek berusia 28 tahun itu diragukan tampil ketika Manchester United menghadapi Como dalam lanjutan Liga Champions, Rabu (21/10/2026).
Meski demikian, perubahan komposisi di lini belakang itu tetap disorot karena terjadi beberapa hari setelah Martinez melontarkan kritik keras terhadap jajaran manajemen klub. Pergantian tersebut menjadi salah satu momen kunci pada laga yang berakhir imbang itu.
Kronologi Kritik Martinez ke Manajemen
Polemik bermula dari kekalahan 0-2 Manchester United dari Atletico Madrid di Liga Champions. Usai laga tersebut, Martinez mengungkapkan kekecewaan atas kebijakan perekrutan pemain dan secara khusus menyoroti direktur teknik Manchester United, Jason Wilcox.
Martinez menilai klub perlu mendatangkan lebih banyak pemain berkualitas dan semua pihak harus meningkatkan kontribusi. Ia menegaskan pentingnya membangun skuad yang kuat untuk menghadapi pertandingan-pertandingan besar.
Dua hari setelah kekalahan dari Atletico, tepatnya Kamis (15/10/2026), Martinez menggelar pembicaraan dengan pelatih Michael Carrick dan sejumlah pejabat senior klub. Setelah pertemuan itu, ia menyampaikan permintaan maaf melalui unggahan Instagram Story.
“Semua orang tahu bahwa saya adalah pribadi yang penuh gairah dan menjalani sepak bola dengan intensitas tinggi. Rasa frustrasi akibat kekalahan membuat saya mengungkapkan perasaan pada waktu dan tempat yang mungkin tidak tepat. Untuk itu, saya ingin meminta maaf,” kata Martinez dalam pernyataannya.
Martinez mengakui pernyataannya tidak mencerminkan semangat persatuan yang dibutuhkan Manchester United. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen klub memiliki tujuan yang sama untuk mengembalikan kesuksesan tim.
Gary Neville Ikut Menyorot Para Pemain
Legenda Manchester United, Gary Neville, mengecam aksi Martinez. Namun ia juga menyebut bahwa perkataan Martinez seharusnya berlaku bagi seluruh pemain Setan Merah. Menurut Neville, kritik itu sesungguhnya merupakan kritik langsung terhadap rekan-rekan setim Martinez.
Neville menilai Martinez seolah mengatakan bahwa para pemain tidak cukup bagus karena klub seharusnya mendatangkan lebih banyak pemain. Ia pun membayangkan reaksi para pemain senior seperti Bruno Fernandes dan Harry Maguire yang menurutnya berhak merasa marah atas pernyataan tersebut.
Di sisi lain, sejumlah laporan menyebutkan bahwa sebagian besar pemain Manchester United justru setuju dengan Martinez. Mereka menyoroti kurangnya ambisi klub dalam memperkuat skuad. Perbedaan sikap inilah yang membuat Drama Lisandro Martinez merembet ke internal klub, MU batalkan agenda makan malam tim, dan memunculkan pertanyaan tentang soliditas ruang ganti.
Dampak pada Performa dan Agenda Tim
Kritik Martinez muncul di tengah tren buruk Manchester United. MU tercatat dua kali imbang dan tiga kali kalah di lima laga terakhir di seluruh kompetisi. Hasil imbang melawan Leeds United menambah tekanan bagi Carrick dan skuadnya.
Pembatalan agenda makan malam tim menjadi sinyal bahwa ketegangan di internal klub belum sepenuhnya mereda, meski Martinez telah menyampaikan permintaan maaf. Situasi ini menjadi perhatian menjelang laga penting melawan Como di Liga Champions, di mana kondisi fisik Martinez masih diragukan.
Drama Lisandro Martinez merembet ke internal klub, MU batalkan agenda makan malam tim, sekaligus menunjukkan bahwa persoalan di Manchester United bukan sekadar soal hasil di lapangan. Kombinasi cedera, kritik terbuka terhadap manajemen, dan perbedaan sikap di ruang ganti menjadi ujian bagi Carrick dalam menjaga keseimbangan tim.
Ke depan, yang perlu dicermati adalah perkembangan kondisi paha Martinez jelang laga melawan Como serta bagaimana manajemen klub merespons tuntutan investasi pemain yang disuarakan sang bek. Penyelesaian persoalan internal ini akan menentukan arah Manchester United pada sisa musim.












