Cakrawala News – 08 Oktober 2026 | Era Lionel Messi di Timnas Argentina berakhir, sosok ini bakal jadi pewaris nomor 10? Pertanyaan itu mencuat setelah La Pulga menutup perjalanan panjangnya bersama La Albiceleste dengan kemenangan 3-0 atas Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, pada Rabu (7/10/2026) pagi WIB. Dalam laga ke-208 sekaligus penampilan terakhirnya itu, pemain berusia 39 tahun tersebut mencetak satu gol dan menyumbangkan dua assist.
Pertandingan tersebut menjadi titik akhir sebuah era yang berlangsung lebih dari dua dekade, sejak Messi debut di level senior pada usia 18 tahun pada 2005. Selama membela Argentina, ia mengoleksi 208 penampilan dan 126 gol, jumlah terbanyak sepanjang sejarah tim nasional.
Perhatian kini beralih ke jersei nomor 10 yang selama bertahun-tahun identik dengan Messi. Nomor tersebut sebelumnya juga pernah menjadi milik legenda Diego Maradona. Regulasi FIFA membuat Argentina tidak bisa mengosongkan nomor itu, sehingga nomor keramat tersebut tetap harus tersedia bagi pemain dalam pertandingan resmi.
Warisan Tiga Trofi Bergengsi
Perjalanan Messi bersama Timnas Argentina tidak selalu mulus. Ia sempat mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional pada 2016 setelah kalah dari Chile di final Copa America. Namun, keputusan itu dibatalkan.
Pilihan tersebut terbukti tepat. Setelahnya, Messi membawa Argentina meraih tiga trofi bergengsi, yakni Copa America 2021, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024. Tiga gelar utama itu mengakhiri penantian panjang Argentina sekaligus menjadikan periode Messi sebagai salah satu era paling sukses dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Karena itu, pelatih Lionel Scaloni belum menentukan pemain yang akan mengenakan nomor 10. Scaloni memahami bahwa keputusan tersebut tidak sederhana mengingat nilai historis nomor itu bagi Argentina.
Nico Paz dan Franco Mastantuono Mencuat
Sejumlah nama mulai disebut sebagai kandidat penerus Messi. Salah satunya adalah Nico Paz. Gelandang serang Como 1907 berusia 22 tahun itu memiliki kualitas teknik, visi bermain, dan kemampuan menciptakan peluang yang membuatnya dianggap sebagai kandidat paling logis untuk meneruskan peran ikonik nomor 10 Argentina.
Paz sudah mencatatkan 13 caps dan tiga gol untuk Argentina. Penampilannya juga mendapat apresiasi dari sejumlah rekan setimnya. Menurut sejumlah pengamat, Paz kemungkinan tidak akan menjadi sosok dengan karakter yang sama seperti Messi, melainkan pusat kreativitas Argentina dengan gaya bermainnya sendiri.
Nama lain yang mencuat adalah Franco Mastantuono. Pemain berusia 19 tahun itu memiliki kemampuan membawa bola, kecepatan, dan gaya bermain yang lebih eksplosif dari area sayap. Jika keduanya berkembang sesuai harapan, Paz dan Mastantuono berpotensi menjadi duet kreatif baru Argentina, dengan Paz sebagai pengatur serangan dan Mastantuono memberikan kejutan melalui pergerakan dari area yang lebih lebar.
Selain dua nama muda itu, Enzo Fernandez juga disebut memiliki peluang. Gelandang 25 tahun tersebut memiliki pengalaman lebih banyak bersama Argentina dengan koleksi 50 caps. Selama ini ia identik dengan nomor 24, tetapi kepergian Messi membuka peluang baginya untuk mengenakan nomor 10.
Opsi Pemain Senior dan Masa Transisi
Argentina masih memiliki sosok yang sudah teruji, yakni Julian Alvarez. Penyerang Atletico Madrid tersebut tidak mungkin menggantikan pengaruh Messi secara langsung, tetapi mobilitas, etos kerja, dan naluri mencetak gol membuatnya berpeluang menjadi salah satu pemain senior yang memimpin lini depan Argentina dalam beberapa tahun mendatang.
Lautaro Martinez juga dapat menjadi jembatan penting dalam masa transisi. Namun, dengan usianya yang telah mencapai 29 tahun, penyerang tersebut kemungkinan tidak akan menjadi bagian utama dari proyek jangka panjang hingga 2030-an.
Tantangan terbesar bagi La Albiceleste bukan mencari pemain dengan karakter yang sama seperti Messi, melainkan membangun tim baru dengan membagi tanggung jawab kreatif kepada beberapa pemain. Era Lionel Messi di Timnas Argentina berakhir, sosok ini bakal jadi pewaris nomor 10? Jawabannya belum pasti, tetapi arah regenerasi Argentina mulai terlihat.
Messi Belum Sepenuhnya Pensiun
Meski sudah meninggalkan tim nasional, Messi belum sepenuhnya pensiun dari sepak bola. Ia masih terikat kontrak bersama Inter Miami hingga akhir musim 2028 dan telah mengambil kepemilikan klub divisi dua Spanyol, Eldense.
Nama Messi bahkan masuk dalam bursa kandidat pelatih Timnas Argentina. Rumah taruhan William Hill menempatkannya dengan peluang 4/1 untuk menjadi pelatih Argentina sebelum 2035. Nama dia muncul di tengah ketidakpastian masa depan Lionel Scaloni, yang kontraknya akan berakhir pada penghujung tahun ini.
Scaloni, yang menangani Argentina sejak 2018 dan membawa La Albiceleste menjuarai Piala Dunia 2022, mengaku masih terbuka untuk melanjutkan kerja sama. Namun, ia menyatakan ada sejumlah aspek yang perlu dibicarakan bersama Presiden Federasi Sepak Bola Argentina.
Messi juga ditempatkan dalam bursa calon pelatih Barcelona dengan peluang 10/1 sebelum 2035, klub yang memiliki hubungan panjang dengannya setelah ia menghabiskan 21 tahun di sana.
Yang jelas, kepergian Messi menandai babak baru bagi Timnas Argentina. Keputusan soal pemilik nomor 10 dan arah tim pasca-Messi akan menjadi sorotan utama dalam beberapa bulan ke depan, terutama menjelang kompetisi besar berikutnya.












