Cakrawala News – 18 September 2026 | Laga botafogo vs grêmio pada pekan tunda Campeonato Brasileiro 2026 meninggalkan polemik panjang setelah gol Carlos Vinícius pada masa tambahan waktu dianulir karena offside hanya sekitar satu sentimeter. Botafogo menang 3-2 di Estádio Nilton Santos, tetapi keputusan wasit berbasis teknologi impedimen semiautomático itu memicu protes keras kubu Grêmio dan mendorong CBF meminta perubahan cara penyajian gambar kepada penyedia teknologi.
Gol yang seharusnya menyamakan kedudukan menjadi 3-3 itu terjadi ketika Carlos Vinícius menerima bola di dalam kotak penalti dan menyelesaikan peluang pada menit-menit akhir. Para pemain Grêmio sempat bersiap memulai kembali pertandingan dari tengah lapangan sebelum wasit menganulir gol setelah peninjauan. Keputusan itu membuat Grêmio gagal membawa pulang poin meski sempat tertinggal 1-3 hingga menit ke-42 babak kedua.
Penjelasan CBF dan Sorotan Gambar Garis
Informasi soal selisih satu sentimeter itu pertama kali diungkap jurnalis André Rizek di program Seleção SporTV. Menurut Rizek, CBF menjelaskan bahwa Carlos Vinícius berada hanya 1 cm di depan Arthur Chaves pada saat umpan dilepaskan. CBF pun berencana menghubungi perusahaan penyedia teknologi impedimen semiautomático agar tidak lagi menampilkan gambar garis biru dan merah layaknya sistem manual.
Rizek menjelaskan ada dua jenis gambar dalam teknologi tersebut. Pertama, gambar yang disebut “paredão”, yaitu bidang imajiner yang menunjukkan bagian tubuh pemain yang berada dalam posisi offside. Kedua, gambar garis yang ditayangkan saat pertandingan dan dinilai justru menimbulkan kebingungan.
“A CBF vai entrar em contato com a empresa que presta esse serviço para dizer que as imagens das linhas não ajudam. Já que você tem o impedimento semiautomático, você não tem que trazer a imagem que você usa para traçar a linha manual, isso causa uma confusão,” kata Rizek, seperti dikutip dari pemberitaan.
Menurut Rizek, gambar “paredão” dianggap lebih tepat untuk menjelaskan keputusan karena seluruh proses dijalankan komputer, bukan penarikan garis manual. Ia juga menyoroti sulitnya memvisualisasikan selisih 1 cm kepada penonton, karena jarak sekecil itu nyaris tidak mungkin dibaca secara kasatmata di lapangan.
Protes Grêmio dan Pernyataan Rafael Lima
Kekecewaan Grêmio disampaikan langsung oleh Wakil Presiden Sepak Bola Rafael Lima dalam konferensi pers setelah pertandingan. Ia menyebut timnya kembali dirugikan di Campeonato Brasileiro dan menilai keputusan tersebut sebagai bagian dari rangkaian kesalahan yang sistematis.
“São erros sistemáticos contra a equipe do Grêmio. Não adianta nada a CBF vir reconhecer depois que o lance do gol estava em posição legal. Não adianta dizer que teve um pênalti também. Os pênaltis não voltam,” ujar Rafael Lima.
Akun resmi Grêmio di media sosial juga mengunggah pertanyaan bernada sindiran mengenai kejelasan gambar offside yang dipublikasikan CBF. Klub gaúcho mempertanyakan apakah gambar tersebut sudah cukup jelas atau akan kembali disusul permintaan maaf dalam bentuk surat resmi.
Di sisi lain, Rizek menilai keluhan Grêmio tidak berdasar karena teknologi impedimen semiautomático bekerja otomatis dan telah digunakan pada berbagai ajang, termasuk Piala Dunia, dengan kasus serupa yang hanya berselisih ujung sepatu atau bagian tubuh sangat kecil. Menurut dia, mempertebal garis bukan solusi tuntas karena akan tetap ada kasus offside milimeter.
“Ainda que a gente decida engrossar as linhas… ainda assim, vai continuar existindo impedimento milimétrico, porque se você tiver a 1cm desta nova linha, continuará sendo uma discussão,” kata Rizek.
Dampak pada Klasemen dan Laga Berikutnya
Kemenangan pada botafogo vs grêmio mengakhiri rangkaian enam pertandingan tanpa kemenangan Botafogo. Hasil tersebut juga membuat Grêmio tetap tanpa kemenangan sebagai tim tamu di Campeonato Brasileiro. Grêmio mengoleksi 28 poin dan berada di posisi ke-16, hanya satu tingkat di atas zona degradasi, unggul selisih gol atas Vasco meski telah memainkan satu pertandingan lebih banyak.
Bagi Botafogo, laga itu menjadi penampilan pertama Tite di kursi pelatih. Menurut laporan kanal Arena Alvinegra yang dikutip FogãoNET, Tite menyaksikan pertandingan dari kabin dan tidak menyukai posisi Álvaro Montoro pada babak pertama ketika pemain Argentina itu bermain melebar di sisi kiri. Pada babak kedua, Montoro diberi kebebasan lebih dan bermain lebih dekat ke kotak penalti, mencetak gol keduanya bagi Botafogo di Campeonato Brasileiro serta memberi assist untuk dua gol Danilo.
Setelah laga ini, Botafogo dijadwalkan menghadapi Mirassol pada Sabtu, 19 September 2026, di Estádio Maião, dalam laga pekan ke-28. Mirassol datang dengan modal hasil imbang 2-2 melawan Vitória setelah sempat tertinggal dua gol, sementara Botafogo berusaha menjaga momentum usai kemenangan dramatis atas Grêmio.
Polemik impedimen semiautomático pada botafogo vs grêmio menyisakan pertanyaan soal transparansi teknologi di sepak bola Brasil. Keputusan CBF untuk mengubah tampilan gambar akan menjadi ujian apakah sistem yang serba otomatis bisa lebih diterima publik, terutama ketika selisihnya hanya satu sentimeter. Perkembangan berikutnya akan terlihat pada laga-laga selanjutnya, termasuk bagaimana penyedia teknologi merespons permintaan CBF dan apakah protes Grêmio berlanjut ke jalur resmi.
