Cakrawala News – 01 November 2026 | Gubernur Bali I Wayan Koster mengaku salah, terbawa emosi marah ke petugas SPBU [titlebase] dalam insiden yang terekam dan viral di media sosial. Pengakuan itu disampaikan Koster di Denpasar, Jumat, 30 Oktober 2026, di sela Rapat Paripurna DPRD Bali. “Salahnya saya, pegawai itu marah. Saya ikut marah. Itu salah saya,” ujar Koster saat mengakui kesalahannya.
Insiden tersebut terjadi ketika Koster melakukan pemantauan terhadap kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali beberapa waktu sebelumnya. Video yang beredar memperlihatkan gubernur terlibat adu emosi dengan seorang petugas wanita di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Berawal dari SPBU yang Tak Beroperasi
Koster menjelaskan bahwa kedatangannya ke SPBU bertujuan memastikan penanganan kelangkaan BBM berjalan optimal. Salah satu hal yang ingin dipastikannya adalah kesiapan operasional layanan 24 jam. Namun, setibanya di lokasi, ia mendapati SPBU tidak beroperasi padahal antrean kendaraan masyarakat sudah mengular panjang.
Gubernur Bali kemudian berkoordinasi langsung dengan pimpinan SPBU untuk mengetahui penyebab terhentinya pelayanan. Pihak SPBU, menurut Koster, menjelaskan adanya kendala pada sistem komputasi yang menyebabkan operasional layanan terganggu.
Situasi kemudian memanas ketika seorang petugas perempuan mendadak menyela pembicaraan dan meluapkan emosinya kepada Koster. Peristiwa itu terekam dalam video yang lantas menyebar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Koster terlihat membalas perkataan petugas dengan nada tinggi hingga meminta yang bersangkutan diam.
Akui Terpancing Emosi
Koster mengakui dirinya tidak seharusnya terpancing emosi dalam menghadapi situasi tersebut. Menurutnya, sebagai gubernur ia semestinya mampu menjaga ketenangan dan memberikan respons yang lebih bijaksana.
Rasa penyesalan itu bahkan terbawa hingga ke rumah. Koster mengaku mendapat teguran dari sang istri terkait sikapnya ketika menghadapi insiden di lapangan. “Salahnya saya, pegawai itu marah. Saya ikut marah. Itu salah saya,” katanya menegaskan pengakuan tersebut.
Ia menilai dinamika di lapangan serta krisis kelangkaan BBM dan LPG 3 kilogram yang melanda Bali menjadi bahan pembelajaran penting untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah. Koster menegaskan bahwa penanganan krisis kebutuhan dasar masyarakat merupakan tanggung jawab bersama tanpa perlu saling menuding atau mencari kesalahan pihak mana pun.
Konteks Kelangkaan BBM dan LPG
Insiden di SPBU tersebut terjadi di tengah persoalan kelangkaan BBM dan LPG 3 kilogram yang dihadapi Bali. Kondisi itu membuat antrean panjang kendaraan kerap terjadi di sejumlah SPBU, sehingga pemantauan operasional layanan menjadi perhatian pemerintah daerah.
Melalui klarifikasinya, Gubernur Bali I Wayan Koster mengaku salah, terbawa emosi marah ke petugas SPBU [titlebase] dan berharap peristiwa itu menjadi pelajaran. Ia menekankan pentingnya mengedepankan sikap tenang serta penyelesaian masalah secara bersama-sama dalam menghadapi krisis kebutuhan dasar masyarakat.
Pengakuan terbuka tersebut sekaligus meluruskan narasi video viral yang sempat berkembang di media sosial. Dengan demikian, publik memperoleh penjelasan langsung dari gubernur mengenai kronologi dan alasan di balik insiden yang sempat menuai sorotan tersebut.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada upaya pemerintah daerah memastikan kelancaran distribusi BBM dan LPG 3 kilogram di Bali. Kesiapan operasional SPBU, termasuk layanan 24 jam, menjadi bagian penting yang perlu terus dipantau agar antrean panjang dan kelangkaan tidak kembali terjadi.
