Jawa  

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali dalam Tiga Jam, Awan Panas Meluncur hingga 4,5 Kilometer

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali dalam Tiga Jam, Awan Panas Meluncur hingga 4,5 Kilometer
Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali dalam Tiga Jam, Awan Panas Meluncur hingga 4,5 Kilometer

Cakrawala News – 06 November 2026 | Peristiwa Gunung Semeru erupsi, awan panas guguran meluncur sejauh 3 kilometer | KOMPAS SIANG [titlebase] menjadi sorotan pada Kamis, 5 November 2026, ketika gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Dalam rentang kurang dari tiga jam, Semeru tercatat tiga kali erupsi beruntun yang disertai luncuran awan panas guguran, dengan jarak luncur terjauh mencapai 4,5 kilometer dari puncak.

Rentetan letusan terjadi mulai pukul 06.33 WIB, berlanjut pukul 08.43 WIB, dan berakhir pada 09.24 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menyatakan seluruh erupsi terekam di seismograf dengan parameter yang berbeda-beda pada setiap kejadian.

Awan panas guguran pada ketiga erupsi terpantau mengarah ke sisi tenggara, tepatnya menuju kawasan Besuk Kobokan. Sementara sebaran abu vulkanik bergerak ke arah selatan dan barat daya.

Kronologi Tiga Erupsi

Erupsi pertama pada pukul 06.33 WIB menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncak. Abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati mengarah ke selatan dan barat daya. Sigit menyebut aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 224 detik, disertai awan panas guguran sejauh sekitar 3 kilometer dari puncak.

Erupsi kedua terjadi pada pukul 08.43 WIB. Kali ini awan panas guguran meluncur sejauh 3,5 kilometer ke arah tenggara menuju Besuk Kobokan. Kolom abu kembali teramati sekitar 700 meter di atas puncak dengan warna kelabu dan intensitas tebal ke arah selatan serta barat daya. Kejadian ini tercatat dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 251 detik.

Belum berselang satu jam, pada pukul 09.24 WIB, Semeru kembali erupsi dengan luncuran awan panas guguran paling jauh, yakni 4,5 kilometer dari puncak. Tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 mdpl. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah selatan dan barat daya. Aktivitas ini terekam dengan amplitudo maksimum 31 mm dan durasi 447 detik.

Pernyataan Petugas dan BPBD

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, membenarkan rangkaian erupsi tersebut. Ia menjelaskan bahwa awan panas guguran mengarah ke tenggara atau kawasan Besuk Kobokan, sedangkan sebaran abu menyebar ke berbagai penjuru, mulai dari tenggara, barat daya, hingga selatan.

“Jadi, memang sejak tadi pagi terjadi beberapa kali erupsi dengan disertai awan panas guguran yang dikeluarkan Gunung Semeru,” ujar Yudhi di Lumajang, Kamis (5/11/2026).

Hingga laporan terakhir, belum ada laporan dampak kerusakan akibat erupsi yang disertai awan panas guguran tersebut. Meski demikian, petugas tetap meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas susulan.

Status Siaga dan Zona Bahaya

Status aktivitas Gunung Semeru masih berada di Level III atau Siaga. Otoritas melarang aktivitas warga di zona bahaya sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya vulkanik yang masih mungkin terjadi.

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Peningkatan aktivitas seperti ini menjadikan kawasan rawan bencana, khususnya sektor tenggara, sebagai area yang perlu dipantau ketat.

Dalam laporan aktivitas yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan pada pukul 08.43 WIB juga tercatat berdurasi sekitar 4 menit 11 detik dengan jarak luncur awan panas guguran sekitar 3.500 meter dari kawah puncak ke arah tenggara.

Yang Perlu Diperhatikan Warga

Bagi masyarakat di sekitar kawasan Gunung Semeru, kewaspadaan terhadap awan panas guguran menjadi prioritas utama. Luncuran awan panas yang terus memanjang pada setiap erupsi menunjukkan potensi bahaya yang perlu diantisipasi, terutama di sektor tenggara yang menjadi jalur luncuran.

Warga juga diminta memperhatikan sebaran abu vulkanik yang bergerak ke selatan dan barat daya, serta mematuhi larangan beraktivitas di zona bahaya yang telah ditetapkan otoritas. Pemantauan berkala oleh Pos Pengamatan Gunung Semeru akan terus dilakukan untuk mendeteksi potensi erupsi susulan.

Rangkaian peristiwa Gunung Semeru erupsi, awan panas guguran meluncur sejauh 3 kilometer | KOMPAS SIANG [titlebase] ini menegaskan bahwa aktivitas vulkanik Semeru masih dinamis. Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas dan informasi resmi dari PVMBG serta BPBD setempat agar langkah mitigasi dapat berjalan optimal.

Exit mobile version