Sosial  

Harimau Altai Tak Disuntik Mati Usai Tewaskan Pengunjung di Yorkshire Wildlife Park

Harimau Altai Tak Disuntik Mati Usai Tewaskan Pengunjung di Yorkshire Wildlife Park
Harimau Altai Tak Disuntik Mati Usai Tewaskan Pengunjung di Yorkshire Wildlife Park

Cakrawala News – 13 Oktober 2026 | Nasib harimau yang menerkam pria hingga tewas di Inggris, ini kata pengelola kebun binatang: harimau Siberia bernama Altai dipastikan tidak akan dieutanasia atau dibunuh menyusul insiden fatal di Yorkshire Wildlife Park, dekat Doncaster, Inggris. Pengelola menegaskan kondisi Altai baik dan hewan predator itu tetap berada di kandangnya. Keputusan tersebut menjadi sorotan publik setelah seorang pria tewas usai memasuki area kandang harimau pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Kepolisian South Yorkshire menyatakan menerima laporan sekitar pukul 13.35 waktu setempat mengenai seorang pria yang masuk ke kandang harimau. Korban mengalami luka fatal akibat serangan tersebut dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Petugas layanan darurat dan tim medis sempat berupaya memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Pihak Yorkshire Wildlife Park menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang menyampaikan kekhawatiran mengenai nasib harimau Siberia itu. Pengelola juga menegaskan bahwa prosedur tanggap darurat langsung diaktifkan setelah insiden terjadi.

Altai Tidak Terluka dan Tetap di Kandangnya

Menurut laporan New York Post, Altai tidak mengalami luka dalam insiden tersebut dan masih berada di habitatnya. Petugas taman satwa bahkan dilaporkan melepaskan dua tembakan peringatan menggunakan senapan untuk mendorong harimau itu kembali ke area kandangnya setelah serangan terjadi.

Kepolisian memastikan tidak ada ancaman yang lebih luas terhadap keselamatan pengunjung maupun masyarakat setelah insiden fatal tersebut. Harimau yang terlibat tetap ditempatkan di dalam kandang dan tidak dievakuasi. Pengunjung taman satwa langsung diarahkan keluar, dan taman ditutup pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Karmelle Pelham, seorang perempuan berusia 39 tahun dari Worksop, sedang mengunjungi taman tersebut bersama keluarganya ketika petugas memberi tahu bahwa semua pengunjung harus dievakuasi. Kepada BBC, ia mengatakan mendengar suara yang menyerupai tembakan senjata api dan melihat helikopter ambulans berputar-putar di udara. Tak lama kemudian, ia melihat selembar terpal hitam berukuran sangat besar menutupi kandang harimau.

Penyelidikan Bagaimana Korban Bisa Masuk

Hingga kini, penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan pria tersebut bisa masuk ke area terbatas itu. Berdasarkan laporan New York Post, pria tersebut diduga memanjat pembatas yang memisahkan pengunjung dari habitat harimau. Area pengamatan dilengkapi pagar pembatas dengan jarak sekitar tiga kaki, sedangkan kandang utama dikelilingi pagar setinggi sekitar 16 kaki.

Sebelum kejadian, pria tersebut dilaporkan terlihat berpose untuk difoto dengan harimau sebagai latar belakang. Sejumlah saksi mengatakan kepada New York Post bahwa pria tersebut terlihat menari sambil menggunakan AirPods dan tampak mempersiapkan diri sebelum akhirnya memanjat masuk ke habitat harimau.

Polisi telah memberi tahu keluarga korban dan memastikan mereka mendapat pendampingan dari petugas khusus. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan rekaman serangan yang beredar di internet. Video yang memperlihatkan detik-detik korban berada di dalam kandang sesaat sebelum serangan terjadi telah beredar di media sosial.

Dalam pernyataan resmi di situs web mereka, pihak taman satwa menyatakan bekerja sama erat dengan pihak berwenang untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Pengelola menegaskan bahwa taman akan tetap tutup hingga Minggu sebagai langkah mengurangi risiko keselamatan pengunjung.

Perhatian pada Keselamatan dan Prosedur Kandang

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya prosedur keselamatan di kawasan konservasi satwa liar. Yorkshire Wildlife Park dikenal sebagai salah satu taman margasatwa yang menampung berbagai spesies, termasuk harimau Siberia. Pertanyaan mengenai bagaimana seorang pengunjung dapat melewati pembatas ganda menjadi fokus penyelidikan kepolisian.

Keputusan pengelola untuk tidak mengeutanasia Altai menuai beragam tanggapan, namun pihak taman menegaskan bahwa hewan tersebut tidak bersalah atas insiden yang terjadi. Nasib harimau yang menerkam pria hingga tewas di Inggris, ini kata pengelola kebun binatang, kini bergantung pada hasil penyelidikan dan evaluasi prosedur keamanan yang tengah berlangsung.

Kepolisian South Yorkshire menegaskan simpati mereka tertuju kepada keluarga korban di masa penuh duka ini. Sementara itu, masyarakat diminta menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab pasti insiden tersebut.

Exit mobile version